Beli follower atau organik?

Follower Instagram. Mau banyak atau sedikit tergantung tujuan kita punya akun itu. Tidak semua orang punya orientasi untuk menjadikannya ladang bisnis. Beberapa orang hanya sekadar bahagia posting foto selfie, curhat, dan kehidupan sehari-hari. Ada yang postingannya bagus dan terstruktur, tapi tak sedikit juga yang amburadul dalam postingannya. Jujur, foto dan caption yang tidak menarik (jelek, red) di Instagram bisa jadi sangat mengganggu. Jangan berharap followers bertambah. Berbeda jika kita posting gambar asal di Facebook, Twitter, atau Path. Orang akan maklum. Namun, segmen dunia Instagram jelas berbeda. 



Jangan sekali-kali posting foto blur, tidak jelas maksudnya, atau entahlah pokoknya tidak enak dilihat karena itu sangat berpengaruh pada masa depan followers kita, yang notabene pasti teman kita sendiri. Jangan sedih kalau follower kita berkurang setiap hari atau bahkan teman kita unfollow. Jangan sedih. Akun dengan foto dan caption keren saja sering menjadi korban unfollow massal apalagi akun kita yang berantakan?

Paragraf di atas hanyalah pengantar saja. Saya ingin membahas tentang kenapa sih kita gak boleh posting sembarangan di Instagram, kan itu akun kita. Hm, tapi nanti saja ya. Kali ini saya ingin cerita tentang follower. Sebaiknya beli atau tidak ya?

Keduanya punya perjuangan masing-masing dan tidak bisa disalahkan apakah mereka beli atau tidak. Loh beli pun itu pakai perjuangan. Ada uang yanh dikeluarkan. Entah itu follower aktif atau pasif. Yuk bahas satu-satu.

Beli follower
Buat beberapa orang yang tidak sabar dan ingin menaikkan martabat akunnya, biasanya lebih pilih beli follower. Gampang, tinggal bayar mau berapa follower, dalam kurun beberapa waktu follower meningkat. 

Beli follower sah-sah saja sih. bukan uang kita ini yang keluar

Follower banyak kalau robot pasti likenya dikit. Aslinya sih emang iya. Siapa yang mau like wong followersnya saja robot, akun tak hidup. Masih bisa diakali kok. Ada akun jual followers lengkap jual like juga. Mau posting apapun kita juga bisa minta berapapun jumlah like. Asal kuat uangnya. Kalau tidak, ya terima saja gosip yang sebenarnya fakta.

Mau apapun tujuannya, ujung-ujungnya, akun dengan follower berjuta-juta tapi palsu, ingin juga menghasilkan uang dengan endorse-an. Tapi lagi-lagi tak ada efeknya. Sepertinya sih begitu. Gak tahu lagi ya. Wkwkw. Rekan bisnis juga tidak akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Beli follower itu ada dua, follower aktif atau pasif. Yang pasif jelas robot, sementara itu yang aktif ya user biasa. Sama seperti kita-kita.

Ada yang bilang, "Males banget beli follower. Mending follower sedikit tapi asli." Ini benar. Benar sekali. Tapi coba dipikir kembali. Apakah kita hanya akan bertahan dengan follower 200 sampai akhir hayat? Tidak ada usaha sama sekali buat naikin jumlah follower, cuma foto di tempat bagus dengan caption puitis atau foto travelling di pulau keren dengan pemandangan yang aduhai. Maksudnya posting kan pamer. Pamer? Gak usah ngeles dan sok-sokan. Kalau gak pamer, buat apa diposting? Menurut saya sih kalau memang ingin pamer, totalitas dong. Jangan setengah-setengah. Kalau dipuji teman kantor sok-sok merendah padahal dalam hati senang.

Pamer itu manusiawi. Saran saya sih jangan biarkan pamermu sia-sia dan dosa belaka. Pamerlah yang positif. Kalau suka kuliner, posting saja makanan dengan berbagai sudut. Kalau suka travelling, posting saja keindahan alam juga agar orang-orang sadar dan semakin mencintai alam. Kalau suka puisi, tulis saja kata-kata puitis. Ada banyak cara pamer, tapi jangan biarkan pamer itu hanya berhenti di situ saja. Dunia perlu tahu. Ya dunia yang fana ini. Kalau kamu menganggap dunia yang fana ini tak ada gunanya? Tutup akun Instagrammu dan jalanilah hidup seperti biasa. Kalau tidak, kamu pasti tahu ada cara menghasilkan uang hanya dengan memosting foto di Instagram. Cari tahu saja.

Nah beruntungnya untuk mereka yang beli follower, tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman akun lain. Tidak ada yang dirugikan selain diri sendiri dan partner bisnis yang mau menjadikan mereka brand ambassador. Bagaimana dengan follower organik?

Follower organik
Follower organik itu ya user aktif. Entah itu beberapa akun dipegang satu orang atau hanya satu akun untuk satu orang. Melalui follower ini kita bisa berinteraksi saling like, saling komen, saling beri info, dan lain-lain. Saya akan bahas panjang lebar dan pasti ada yang terlupa. Kalau ada pertanyaan, boleh disampaikan di kolom komentar untuk saya bahas pada postingan berikutnya. Ahaha, anyway, saya bukan pakar Instagram sebenarnya. Cuma karena memang dalam nyaris setahun fokus pelajari Instagram, saya jadi tahu beberapa hal.

Bagaimana cara meningkatkan jumlah follower kita? Saya pernah bahas di sini. Silakan dibaca-baca. Cara yang pernah bahas sebelumnya ternyata masih ada yang kurang lo. Saya beri poin-poinnya ya

1. Follow unfollow
Cara ini tergolong jahat, tapi pada kenyataannya banyak terjadi. Banyak akun follow untuk unfollow setelah kita follow back. Biasanya akun ini bekerja aktif sekali follow ratusan hingga ribuan orang dalam sehari. Mereka tidak peduli siapa yang difollow, asalkan setelah dapat target. Mereka unfollow semua. Akun perusahaan gede pun melakukan ini lo. Jangan salah.

Banyak teman-teman mengeluhkan habis diunfollow teman yang lebih hits. Wajar. Alamiah. Banyak alasannya sih. 
Pertama, akunmu tidak menarik. Isinya sampah buat dia. Wajar kalau diunfollow. Kok bisa sampah? Iya, kamu terlalu bangga dengan foto blur, foto selfie di sebelah pispot, foto bayi (yang sebenarnya lucu kalau cara mengambilnya tepat) dengan pencahayaan kurang, dan foto-foto yang sama sekali tidak enak dilihat. Menurutmu bagus sih, tapi tidak untuk orang lain. Introspeksi itu perlu. Jangan asal ngejudge teman yang unfollow kamu. Belajarlah fotografi sekalipun kamu hanya bisa memotret bunga di halaman atau apalah. Minimal postingan di Instagrammu tidak asal, masih masuk ke dapur pengeditan.

Saya juga pernah posting foto yang tidak menarik kok, tapi seburuk-buruknya postingan saya, selalu masuk dalam dapur pengeditan. Ya walaupun tetap jelek. Haha

Kedua, dia memang follower hunter. Tidak peduli siapa yang dia follow, asal targetnya tercapai, mendapat follower 100K, misalnya. Dia pasti akan unfollow beberapa hari kemudian setelah kamu follow back. Ya, baik dunia nyata maupun dunia maya itu kejam, guys. Dan yang jelas, follower hunter punya standar, following tidak boleh lebih dari 500, misalnya. Setiap orang berbeda.

Ketiga, kamu tidak follow back dia. Wajar dia unfollow kalau kamu tidak follow back. Kamu siapa? Artis? Sedangkan artis saja banyak sekali yang unfollow (lebih banyak yang follow sih).


Keempat, dia unfollow karena hampir tidak pernah berinteraksi. Ya, untuk yang satu ini sih sudah jadi pilihan masing-masing orang. Saya pun tak bisa berkata banyak. Saya pernah lo, ada teman seprofesi meminta follow back setelah dia follow. Dalam kurun waktu yang cukup lama, saya cek ternyata beliau unfollow saya. Karena baper, langsung saya samperin ke postingan terakhirnya. Komen sesuatu lalu tak lama kemudian dia follow saya lagi. Karena sudah saya unfollow, saya enggan follow dia. Ahahah. Jadi gitulah. Untuk masalah follow dan unfollow tidak perlu dirisaukan. Yang penting di dunia nyata masih berhubungan baik dan yang jelas, target follower kita jangan hanya di wilayah selingkungan. Perluas. Ada berapa miliar orang di dunia dan kita hanya baper pada follower teman-teman seprofesi? Halo, dunia masih luas loh.

2. Follow semua following "Tambah Followers"


Coba cari akun "tambah followers Indonesia". Kamu akan menemukan ada banyak sekali. Ada yang @tambah_followers_indonesia, @tambah.followers.indonesia, dll. Perhatikan followingnya dan follow semua. Pilih satu akun saja, tidak usah tamak karena hasilnya akan sama. Setelah follow, tunggu 30 menit, unfollow semua, lalu follow kembali. Lakukan cara ini sampai kamu bosan. Besoknya ulangi lagi, besoknya ulangi lagi. Semakin aktif kamu melakukan cara ini, jumlah follower Instagrammu bisa bertambah dengan cepat dalam sehari. Saya pernah melakukan ini. Sayangnya teknik ini punya kekurangan. Jumlah followermu tidak stabil. Besok pagi, akan berkurang banyak. Ya kalau hari ini dapat 50 follower, besoknya berkurang 10 atau 20. Gitu deh. Malah kalau tidak aktif Instagram selama kurun waktu tertentu, ratusan follower akan pergi. Percayalah!

3. Follow akun spesifik


Nah kalau ini sudah pilih-pilih ya. Jadi sebelum menambah follower, harusnya kamu sudah tahu arah akunmu itu untuk apa. Misalnya kamu hobi travelling. Carilah akun-akun travelling yang followersnya bejibun. Follow mereka, sebanyak-banyaknya (karena akun dengan banyak follower kemungkinan besar tidak akan follow kamu. Ahaha.) Tunggulah sampai dua-tiga hari. Followermu akan bertambah, bisa banyak bisa tidak. Tergantung seberapa menarik Instagrammu. Oh ya, jangan lupa follow followers dan following mereka. Unfollow yang tidak follow back. Ulangi langkah di atas berkali-kali sampai kamu memenuhi target. Nah karena akunmu spesifik, bisa nambah follower dengan cepat dan stabil, apalagi jika postinganmu menarik. Untuk itu rawatlah Instagrammu sebaik mungkin. Tirulah akun-akun hits lalu temukan karaktermu. Saran sih, jangan unfollow mereka yang follow back, kecuali postingannya sangat mengganggu. Kadang rezeki datang dari mereka lo


Cara-cara menambah follower organik masih banyak sebenarnya. Cuma ya itu, kamu mau sabar tidak. Sebab saya pernah dalam sehari sudah getol-getol melakukan banyak teknik sampai saya follow lebih dari 1.000 akun, tapi yang follow back hanya segelintir. Hiks. Katakalah kalau kita benar-benar mau fokus, dalam sehari bisa menambah 500 follower. Sayangnya saya belum pernah mengalaminya. Hahaha. Maksimal bisa dapat 150 follower dalam sehari. Percaya deh kalau kamu melakukan teknik ini, biasanya ada akun-akun lain yang tidak kita follow, mereka follow kita. Kalau kamu mau, follow back saja. Kalau tidak, abaikan.

Seperti saran saya pada postingan sebelumnya, untuk follow dan unfollow banyak orang, lakukan dengan pelan. Pastikan sinyal stabil. Pakai XL sinyal akan terus stabil karena sinyal sudah ada di mana mana. Mau melakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan tak masalah. Kalau operator lain, ah, saya belum bisa jamin. Yang jelas jika dilakukan dengan terburu-buru akan diblokir oleh pihak Instagram karena dicurigai itu aktivitas semacam spam. Kalau ngeyel, kita bisa diblokir selama satu minggu. Saya sering mengalaminya. Penyebab diblokir bukan juga karena terlalu cepat. Kalau sinyal tidak stabil, dilakukan lambat pun akan tetap bermasalah. Bisa jado diblokir. 

Apalagi? Hm, saya sih tidak unfollow mereka yang sudah follow back, kecuali setelah saya cek, postingannya cenderung selfish. Sama sekali tidak memberi manfaat, baik menghibur, diambil pelajarannya, atau fotonya sama sekali gak ada bagus-bagusnya. Nyampah foto selfie di kolam renang yang diposting berturut-turut 10 foto dalam kurun waktu sepersekian detik Itu pun kualitas foto yang diposting, buruksebaiknya jangan dilakukan. Sekarang ada fitur posting multifoto dalam satu postingan, pergunakanlah itu. Daripada sakit mata, saya unfollow saja. Gak kenal juga. Ya kadang saya dapat zonk, follow akun aneh-aneh yang pada akhirnya kaget begitu postingannya muncul di beranda. Cara paling baik adalah blokir akun itu lalu buka blokirannya. Ahaha... Tapi sebenarnya memang tak ada niat untuk unfollow setelah difollow back sih. Cuma tahu sendirilah, saya perlu meminimalisir dosa karena ngata-ngatain orang tersebab itu. Kalau orang tersebut tahu, saya pun tak masalah jika diunfollow.


Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk mendapatkan follower organik akan menyakiti banyak orang. Beberapa orang akan sadar kalau kita unfollow karena kita tidak difollow back. Bisa dibayangkan kalau kita follow 1.000 akun dalam sehari dan yang follow back hanya 100 akun, lalu keesokan harinya kita follow lagi 1.000 akun, begitu seterusnya tanpa unfollow yang tidak follow back? Berapa banyak jumlah following kita?

Jumlah follower memang penting apalagi buat saya dan orang-orang yang bekerja di media sosial. Akun saya masih berantakan. Jadi saya rela jika banyak akun unfollow. Terdeteksi sih melalui aplikasi, tapi saya masih semangat kok menambah follower dengan cara yang memang merepotkan dan tergolong autis. Toh dengan follow banyak orang tak dikenal, saya menemukan teman juga dari berbagai daerah termasuk di luar negeri (haha cuma terhitung jari sih). Tapi kami saling interaksi, saling komen, bahkan beberapa saling kasih info job atau info lain yang saya tidak tahu.

Dannnn pada akhirnya, jumlah follower kadang tak ada artinya jika orientasinya hanya itu. Follower bisa jadi sangat fana. Jika dilihat dari insight, impressionnya paling 10% dari jumlah follower, yang ngelike ya 2%-3% dari jumlah follower. Ini sih liat kasus akun saya sendiri sih. Saya nyadar bukan artis. Apalagi kalau saya sudah mulai posting iklan, impressionnya turun. Belum lagi perjuangan buat ngelike setiap postingan di beranda, kalau sempat bomlike, dan berinteraksi dengan teman. Itu tuh kadang bukan hal yang mudah. Jadi sekarang kamu tinggal pilih, mau bertahan dengan 200-an follower, beli follower, atau menjadi follower hunter? Semangat! (Uwan Urwan)

36 comments:

Evi said...

Saya suka memperhatikan akun akun Instagram yang followernya ribuan bahkan ratusan ribu tapi setiap posting likenya cuman puluhan. Tak perlu jenius untuk mengetahui bahwa followernya fake. Untuk aku sih yang begituan agak memalukan. Jadi mending beli follower yang organik saja nggak perlu Maksa maksa dengan membeli :-)

Mas Edy Masrur said...

Waah, lengkap banget nih ulasannya Mas. Saya jadi tertarik follow following-nya akun tambah followers Indonesia.

Btw, saya mau follow Mas juga ah. Hehehe.

INTERNET MARKETING SEMARANG said...

Kalau aku sih mending organik bang,
rata2 organik follow karena butuh,
sehingga walaupun sedikit mereka aktif komunikasi dan berinteraksi

Penjaja Kata said...

Makasih buat infonya, mas. Kalo saya sih masih setia follow unfollow sampai jempol kapalan hehehe

uwanurwan said...

Ahahahah..... Kurang total mah belinya itu kak.... G beli like sekalian tuh

uwanurwan said...

Wkwkwk... Semangat kakak....

uwanurwan said...

Bener kak. Mereka follow karena butuh. Tapi gak semua akun memenuhi kebutuhan mereka.. Jadi kadang terpaksa follower berkurang...

#ngomongsamacermin ahahah

uwanurwan said...

Ahahah sama mas... Leher sampe pegel..... Jempol kapalan.. Apalah kita ini mas.. Bukan artis. Wkwk

herva yulyanti said...

yg sering follow trus unfollow di akun aku si online shop kang ahahha soalmya akunjg ga folbek kecuali aku suka barangnua pasti difolbek meski masih merayap aku mendingan yg organik eman duitnya mending bwt beli cincau hahaha

Nusantara Adhiyaksa said...

Suka yang Organik aja sih, tapi klo emang udah beli Follower ia beli Like juga biar tambah Greget, heeee

nova said...

wajarlah..kalo gak folback di unfollow... tapi jangan sakit hati.. kalo kita di unfollow orang karena kita gak folback... ngapain marah coba org kita juga gak mau folback...

sekarang usaha sendiri aja... selisih 500- 1000 antara follower n following ya ..biarin kita bukan artis...

following 5 follower 1.000.000 hahhaha

uwanurwan said...

ahah kalo olshop mah emang iya kak.. mangkanya liat2kalo mau folbek tuh.. kalo gya biarin aja...

uwanurwan said...

betul banget mas.... ahahah sekalian gt.. kalo mau beli... biar g jomplang

uwanurwan said...

ahahaha... iya sih.. tp mngkn ada alasanlain seseorang unfollow,... g cuma dr alasan di atas sih kak..

btw itu link blognya kok g bs dibuka ya kak? eror... apa lagi maintenance?

Mira Utami said...

Aku setuju beli follower dulu buat nambah follower organik. Maklum lah mau kaya artis yg followingnya dikit bhakkakaka. Sambil beli sambil bagusin foto ama konten sambil improve pribadi klo. Beli istilahnya buat mancing dulu nanti yg organik juga dtg klo semuanya udah tsakep itu sih kata2 selebgram aku iyah iyahin aja wakakaka..komen macam apa.

Gita siwi said...

Aku suka yang alami aja. Berjalan nyaman. Tapi memang lho ketika aku memperbanyak hastag, 1-4 follower baru aku dapatin. Real juga dong. Pilihan sih ya. Pun kadang aneh juga kalau ada yang ikut thead folow4follow pas difollow balasnya 1tahun atau pas kita follow malah unfollow. Aku santai aja sih. Karena disosmed memang aku bekerja terapi teman yang real yang akan terfilter juga. Sok filosofi neh

Liswanti Pertiwi said...

Saya sukanya yang organik dulu untuk saat ini mah. Mengalir saja seperti halnya air.

Liswanti Pertiwi said...

Saya sukanya yang organik dulu untuk saat ini mah. Mengalir saja seperti halnya air.

uwanurwan said...

Pernah sih nyoba beli follower aktif.. Dulu ada promo lewat mas Thox Akhiko... 50rb dapet 2000 followers. Nambahnya gak sampe 50 kayaknya... Gtw itu nambahnya karena dr sistem dia ato emang karena ada yang follow aku tanpa sistem...

Pas dikonfirmasi, masnya cm janji2... Watsap terakhr g bales. Malah aku diblokir. Ahahaha... Abis itu g mau beli beli lagi deh kak. Padahal masnya temen di twitter dan keknya orang terkenal suka dkundang2 ke acara acara... #ehkokmalahcurhatya

uwanurwan said...

Ahaha prinsipnya udah bener. Gpp mbak git.. Santai aja sih. Dunia instagram emang gt. Soalnya pada gak mau keliatan followingnya banyak. Jd dikurang2i... Padahal ya bukan seleb juga sih kenapa kudu gt. Kalo artis sih wajar yah... Ahahaha

Eko prasetyo said...

Saya sih suka yang organik mas, lebih simple dan tidak mengeluarkan banyak uang untuk membeli follow akun yang tak jelas. Lebih baik mengalir seperti air saja, menerima followers berapapun. :)

uwanurwan said...

Ahaha bener Mbak.... Organik lbh sehat... Hehe

uwanurwan said...

Ahahaha iya kamu benee juga. G peelu ngoyo biar gak sakit ati ya. Semangat

Ahmed Tsar said...

Jujur, salah satu akun IG saya (bukan @ahmedtsar lho), setiap ada akun jualan follower ngefollow. Langsung block. Liat-liat akun jualannya juga. Masa jualan follower, yang mefollow akunnya dikit amat. Pro organic saya mase

adi pradana said...

kalo saya followernya mending real aja, g usah belibeli. sedikit jg g papa... hehehe

Anjar Setyoko said...

Keren mas uwan artikelnya, Saya malah bingung sebenarnya apa sih tujuan diciptakannya media sosial itu hehehe? Apakah untuk pencitraan, bisnis, atau bahkan menyesatkan manusia. Terlalu berlebihan sepertinya pemikiran saya hahaha

uwanurwan said...

ahahah sampe diblokir.. kesyan kak.. mereka juga cari duit. ahahha

uwanurwan said...

ahahahah tambahi atuh kak. kalo ada job ngebuzzer dg followewr tertentu enak langsung daftar

uwanurwan said...

ahahahah.. aku sih buat pencitraan. jangan sampek igeku hancur karena aplod SARA. hancur hidupku jar. wkwkw

andrie said...

Banyak followers enaknya banyak iklan dateng, apalagi yang cewe cewe gitu beuhhhh mantap

Matius Teguh Nugroho said...

Jujur aku lagi mempergumulkan ini, mas. Aku merasa akunku layak mendapat follower lebih banyak hehehe, foto-fotoku lumayan lah..

deddyhuang.com said...

wow analisanya...

follower itu fana... follower uwa juga sampai 10k.. keren :D

uwanurwan said...

kudu gencar promosi akunnya juga sih kak. banyak follower tp diem aja.. g jalan juga yak. wkwkwkw

uwanurwan said...

nah emang iya mas. banyak yag igenya itu foto2nya bagus.. konsepnya bagus... tp followewrnya dikit.... kalo orang gpengen banget g bakalan follow.... kecuali jemput bola sih.. folllow orang biar difolbek... hehe semangat

uwanurwan said...

haiaah...... faa kak.. cepek sbnrnya mikirin follower..... tp demi tunttan profesi.. wkwkwkkw

Ria AS said...

Sempat awal-awal jadi follower hunter. Tapi lama-lama ya udahlah, normal-normal aja. Sekalian ig jadi ajang silaturahmi bareng teman dengan saling komentar.

Instagram