Skip to main content

Beli follower atau organik?

Follower Instagram. Mau banyak atau sedikit tergantung tujuan kita punya akun itu. Tidak semua orang punya orientasi untuk menjadikannya ladang bisnis. Beberapa orang hanya sekadar bahagia posting foto selfie, curhat, dan kehidupan sehari-hari. Ada yang postingannya bagus dan terstruktur, tapi tak sedikit juga yang amburadul dalam postingannya. Jujur, foto dan caption yang tidak menarik (jelek, red) di Instagram bisa jadi sangat mengganggu. Jangan berharap followers bertambah. Berbeda jika kita posting gambar asal di Facebook, Twitter, atau Path. Orang akan maklum. Namun, segmen dunia Instagram jelas berbeda. 



Jangan sekali-kali posting foto blur, tidak jelas maksudnya, atau entahlah pokoknya tidak enak dilihat karena itu sangat berpengaruh pada masa depan followers kita, yang notabene pasti teman kita sendiri. Jangan sedih kalau follower kita berkurang setiap hari atau bahkan teman kita unfollow. Jangan sedih. Akun dengan foto dan caption keren saja sering menjadi korban unfollow massal apalagi akun kita yang berantakan?

Paragraf di atas hanyalah pengantar saja. Saya ingin membahas tentang kenapa sih kita gak boleh posting sembarangan di Instagram, kan itu akun kita. Hm, tapi nanti saja ya. Kali ini saya ingin cerita tentang follower. Sebaiknya beli atau tidak ya?

Keduanya punya perjuangan masing-masing dan tidak bisa disalahkan apakah mereka beli atau tidak. Loh beli pun itu pakai perjuangan. Ada uang yanh dikeluarkan. Entah itu follower aktif atau pasif. Yuk bahas satu-satu.

Beli follower
Buat beberapa orang yang tidak sabar dan ingin menaikkan martabat akunnya, biasanya lebih pilih beli follower. Gampang, tinggal bayar mau berapa follower, dalam kurun beberapa waktu follower meningkat. 

Beli follower sah-sah saja sih. bukan uang kita ini yang keluar

Follower banyak kalau robot pasti likenya dikit. Aslinya sih emang iya. Siapa yang mau like wong followersnya saja robot, akun tak hidup. Masih bisa diakali kok. Ada akun jual followers lengkap jual like juga. Mau posting apapun kita juga bisa minta berapapun jumlah like. Asal kuat uangnya. Kalau tidak, ya terima saja gosip yang sebenarnya fakta.

Mau apapun tujuannya, ujung-ujungnya, akun dengan follower berjuta-juta tapi palsu, ingin juga menghasilkan uang dengan endorse-an. Tapi lagi-lagi tak ada efeknya. Sepertinya sih begitu. Gak tahu lagi ya. Wkwkw. Rekan bisnis juga tidak akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Beli follower itu ada dua, follower aktif atau pasif. Yang pasif jelas robot, sementara itu yang aktif ya user biasa. Sama seperti kita-kita.

Ada yang bilang, "Males banget beli follower. Mending follower sedikit tapi asli." Ini benar. Benar sekali. Tapi coba dipikir kembali. Apakah kita hanya akan bertahan dengan follower 200 sampai akhir hayat? Tidak ada usaha sama sekali buat naikin jumlah follower, cuma foto di tempat bagus dengan caption puitis atau foto travelling di pulau keren dengan pemandangan yang aduhai. Maksudnya posting kan pamer. Pamer? Gak usah ngeles dan sok-sokan. Kalau gak pamer, buat apa diposting? Menurut saya sih kalau memang ingin pamer, totalitas dong. Jangan setengah-setengah. Kalau dipuji teman kantor sok-sok merendah padahal dalam hati senang.

Pamer itu manusiawi. Saran saya sih jangan biarkan pamermu sia-sia dan dosa belaka. Pamerlah yang positif. Kalau suka kuliner, posting saja makanan dengan berbagai sudut. Kalau suka travelling, posting saja keindahan alam juga agar orang-orang sadar dan semakin mencintai alam. Kalau suka puisi, tulis saja kata-kata puitis. Ada banyak cara pamer, tapi jangan biarkan pamer itu hanya berhenti di situ saja. Dunia perlu tahu. Ya dunia yang fana ini. Kalau kamu menganggap dunia yang fana ini tak ada gunanya? Tutup akun Instagrammu dan jalanilah hidup seperti biasa. Kalau tidak, kamu pasti tahu ada cara menghasilkan uang hanya dengan memosting foto di Instagram. Cari tahu saja.

Nah beruntungnya untuk mereka yang beli follower, tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman akun lain. Tidak ada yang dirugikan selain diri sendiri dan partner bisnis yang mau menjadikan mereka brand ambassador. Bagaimana dengan follower organik?

Follower organik
Follower organik itu ya user aktif. Entah itu beberapa akun dipegang satu orang atau hanya satu akun untuk satu orang. Melalui follower ini kita bisa berinteraksi saling like, saling komen, saling beri info, dan lain-lain. Saya akan bahas panjang lebar dan pasti ada yang terlupa. Kalau ada pertanyaan, boleh disampaikan di kolom komentar untuk saya bahas pada postingan berikutnya. Ahaha, anyway, saya bukan pakar Instagram sebenarnya. Cuma karena memang dalam nyaris setahun fokus pelajari Instagram, saya jadi tahu beberapa hal.

Bagaimana cara meningkatkan jumlah follower kita? Saya pernah bahas di sini. Silakan dibaca-baca. Cara yang pernah bahas sebelumnya ternyata masih ada yang kurang lo. Saya beri poin-poinnya ya

1. Follow unfollow
Cara ini tergolong jahat, tapi pada kenyataannya banyak terjadi. Banyak akun follow untuk unfollow setelah kita follow back. Biasanya akun ini bekerja aktif sekali follow ratusan hingga ribuan orang dalam sehari. Mereka tidak peduli siapa yang difollow, asalkan setelah dapat target. Mereka unfollow semua. Akun perusahaan gede pun melakukan ini lo. Jangan salah.

Banyak teman-teman mengeluhkan habis diunfollow teman yang lebih hits. Wajar. Alamiah. Banyak alasannya sih. 
Pertama, akunmu tidak menarik. Isinya sampah buat dia. Wajar kalau diunfollow. Kok bisa sampah? Iya, kamu terlalu bangga dengan foto blur, foto selfie di sebelah pispot, foto bayi (yang sebenarnya lucu kalau cara mengambilnya tepat) dengan pencahayaan kurang, dan foto-foto yang sama sekali tidak enak dilihat. Menurutmu bagus sih, tapi tidak untuk orang lain. Introspeksi itu perlu. Jangan asal ngejudge teman yang unfollow kamu. Belajarlah fotografi sekalipun kamu hanya bisa memotret bunga di halaman atau apalah. Minimal postingan di Instagrammu tidak asal, masih masuk ke dapur pengeditan.

Saya juga pernah posting foto yang tidak menarik kok, tapi seburuk-buruknya postingan saya, selalu masuk dalam dapur pengeditan. Ya walaupun tetap jelek. Haha

Kedua, dia memang follower hunter. Tidak peduli siapa yang dia follow, asal targetnya tercapai, mendapat follower 100K, misalnya. Dia pasti akan unfollow beberapa hari kemudian setelah kamu follow back. Ya, baik dunia nyata maupun dunia maya itu kejam, guys. Dan yang jelas, follower hunter punya standar, following tidak boleh lebih dari 500, misalnya. Setiap orang berbeda.

Ketiga, kamu tidak follow back dia. Wajar dia unfollow kalau kamu tidak follow back. Kamu siapa? Artis? Sedangkan artis saja banyak sekali yang unfollow (lebih banyak yang follow sih).


Keempat, dia unfollow karena hampir tidak pernah berinteraksi. Ya, untuk yang satu ini sih sudah jadi pilihan masing-masing orang. Saya pun tak bisa berkata banyak. Saya pernah lo, ada teman seprofesi meminta follow back setelah dia follow. Dalam kurun waktu yang cukup lama, saya cek ternyata beliau unfollow saya. Karena baper, langsung saya samperin ke postingan terakhirnya. Komen sesuatu lalu tak lama kemudian dia follow saya lagi. Karena sudah saya unfollow, saya enggan follow dia. Ahahah. Jadi gitulah. Untuk masalah follow dan unfollow tidak perlu dirisaukan. Yang penting di dunia nyata masih berhubungan baik dan yang jelas, target follower kita jangan hanya di wilayah selingkungan. Perluas. Ada berapa miliar orang di dunia dan kita hanya baper pada follower teman-teman seprofesi? Halo, dunia masih luas loh.

2. Follow semua following "Tambah Followers"


Coba cari akun "tambah followers Indonesia". Kamu akan menemukan ada banyak sekali. Ada yang @tambah_followers_indonesia, @tambah.followers.indonesia, dll. Perhatikan followingnya dan follow semua. Pilih satu akun saja, tidak usah tamak karena hasilnya akan sama. Setelah follow, tunggu 30 menit, unfollow semua, lalu follow kembali. Lakukan cara ini sampai kamu bosan. Besoknya ulangi lagi, besoknya ulangi lagi. Semakin aktif kamu melakukan cara ini, jumlah follower Instagrammu bisa bertambah dengan cepat dalam sehari. Saya pernah melakukan ini. Sayangnya teknik ini punya kekurangan. Jumlah followermu tidak stabil. Besok pagi, akan berkurang banyak. Ya kalau hari ini dapat 50 follower, besoknya berkurang 10 atau 20. Gitu deh. Malah kalau tidak aktif Instagram selama kurun waktu tertentu, ratusan follower akan pergi. Percayalah!

3. Follow akun spesifik


Nah kalau ini sudah pilih-pilih ya. Jadi sebelum menambah follower, harusnya kamu sudah tahu arah akunmu itu untuk apa. Misalnya kamu hobi travelling. Carilah akun-akun travelling yang followersnya bejibun. Follow mereka, sebanyak-banyaknya (karena akun dengan banyak follower kemungkinan besar tidak akan follow kamu. Ahaha.) Tunggulah sampai dua-tiga hari. Followermu akan bertambah, bisa banyak bisa tidak. Tergantung seberapa menarik Instagrammu. Oh ya, jangan lupa follow followers dan following mereka. Unfollow yang tidak follow back. Ulangi langkah di atas berkali-kali sampai kamu memenuhi target. Nah karena akunmu spesifik, bisa nambah follower dengan cepat dan stabil, apalagi jika postinganmu menarik. Untuk itu rawatlah Instagrammu sebaik mungkin. Tirulah akun-akun hits lalu temukan karaktermu. Saran sih, jangan unfollow mereka yang follow back, kecuali postingannya sangat mengganggu. Kadang rezeki datang dari mereka lo


Cara-cara menambah follower organik masih banyak sebenarnya. Cuma ya itu, kamu mau sabar tidak. Sebab saya pernah dalam sehari sudah getol-getol melakukan banyak teknik sampai saya follow lebih dari 1.000 akun, tapi yang follow back hanya segelintir. Hiks. Katakalah kalau kita benar-benar mau fokus, dalam sehari bisa menambah 500 follower. Sayangnya saya belum pernah mengalaminya. Hahaha. Maksimal bisa dapat 150 follower dalam sehari. Percaya deh kalau kamu melakukan teknik ini, biasanya ada akun-akun lain yang tidak kita follow, mereka follow kita. Kalau kamu mau, follow back saja. Kalau tidak, abaikan.

Seperti saran saya pada postingan sebelumnya, untuk follow dan unfollow banyak orang, lakukan dengan pelan. Pastikan sinyal stabil. Pakai XL sinyal akan terus stabil karena sinyal sudah ada di mana mana. Mau melakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan tak masalah. Kalau operator lain, ah, saya belum bisa jamin. Yang jelas jika dilakukan dengan terburu-buru akan diblokir oleh pihak Instagram karena dicurigai itu aktivitas semacam spam. Kalau ngeyel, kita bisa diblokir selama satu minggu. Saya sering mengalaminya. Penyebab diblokir bukan juga karena terlalu cepat. Kalau sinyal tidak stabil, dilakukan lambat pun akan tetap bermasalah. Bisa jado diblokir. 

Apalagi? Hm, saya sih tidak unfollow mereka yang sudah follow back, kecuali setelah saya cek, postingannya cenderung selfish. Sama sekali tidak memberi manfaat, baik menghibur, diambil pelajarannya, atau fotonya sama sekali gak ada bagus-bagusnya. Nyampah foto selfie di kolam renang yang diposting berturut-turut 10 foto dalam kurun waktu sepersekian detik Itu pun kualitas foto yang diposting, buruksebaiknya jangan dilakukan. Sekarang ada fitur posting multifoto dalam satu postingan, pergunakanlah itu. Daripada sakit mata, saya unfollow saja. Gak kenal juga. Ya kadang saya dapat zonk, follow akun aneh-aneh yang pada akhirnya kaget begitu postingannya muncul di beranda. Cara paling baik adalah blokir akun itu lalu buka blokirannya. Ahaha... Tapi sebenarnya memang tak ada niat untuk unfollow setelah difollow back sih. Cuma tahu sendirilah, saya perlu meminimalisir dosa karena ngata-ngatain orang tersebab itu. Kalau orang tersebut tahu, saya pun tak masalah jika diunfollow.


Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk mendapatkan follower organik akan menyakiti banyak orang. Beberapa orang akan sadar kalau kita unfollow karena kita tidak difollow back. Bisa dibayangkan kalau kita follow 1.000 akun dalam sehari dan yang follow back hanya 100 akun, lalu keesokan harinya kita follow lagi 1.000 akun, begitu seterusnya tanpa unfollow yang tidak follow back? Berapa banyak jumlah following kita?

Jumlah follower memang penting apalagi buat saya dan orang-orang yang bekerja di media sosial. Akun saya masih berantakan. Jadi saya rela jika banyak akun unfollow. Terdeteksi sih melalui aplikasi, tapi saya masih semangat kok menambah follower dengan cara yang memang merepotkan dan tergolong autis. Toh dengan follow banyak orang tak dikenal, saya menemukan teman juga dari berbagai daerah termasuk di luar negeri (haha cuma terhitung jari sih). Tapi kami saling interaksi, saling komen, bahkan beberapa saling kasih info job atau info lain yang saya tidak tahu.

Dannnn pada akhirnya, jumlah follower kadang tak ada artinya jika orientasinya hanya itu. Follower bisa jadi sangat fana. Jika dilihat dari insight, impressionnya paling 10% dari jumlah follower, yang ngelike ya 2%-3% dari jumlah follower. Ini sih liat kasus akun saya sendiri sih. Saya nyadar bukan artis. Apalagi kalau saya sudah mulai posting iklan, impressionnya turun. Belum lagi perjuangan buat ngelike setiap postingan di beranda, kalau sempat bomlike, dan berinteraksi dengan teman. Itu tuh kadang bukan hal yang mudah. Jadi sekarang kamu tinggal pilih, mau bertahan dengan 200-an follower, beli follower, atau menjadi follower hunter? Semangat! (Uwan Urwan)

Comments

Paling banyak dibaca

Mengilhami Dinding Sel Supermini

Pohon mangga ( Mangifera indica ) setinggi 4 m berdiri kokoh di halaman kantor saya. Daunnya rimbun membentuk payung hidup. Saat berdiri di bawah naungannya, angin sejuk dapat saya rasakan. Tentu saja, oksigen sebagai hasil metabolisme tanaman anggota family Anacardiaceae itu membersihkan karbondioksioda di udara dan digantikan oleh unsur yang bersifat oksidator. Pantas jika setiap orang yang ternaungi, tak hanya terlindung dari terik matahari, tetapi juga merasa segar. Pohon mangga (kredit: irwantoshut.net )        Tanaman itu sangat kokoh dan konsisten berdiri bertahun-tahun bahkan kian tinggi. Meski tidak memiliki rangka seperti hewan dan manusia, tanaman (tak hanya mangga) memiliki rangka-rangka dalam berukuran mikroskopis. Rangka-rangka itu dapat disebut dinding sel. Sebenarnya tidak tepat jika saya mengatakan bahwa dinding sel adalah rangka dalam (endoskeleton) tanaman, tetapi fungsinya mirip dengan sistem rangka pada tubuh hewan. Itu terbukti pada fungsinya yang memberi be

Insto Dry Eyes: Rahasia Menghadapi Mata Kering dan Computer Vision Syndrome

Pernahkah kamu merasakan matamu berkunang-kunang dan migrain setelah seharian menatap layar hape? Aku mengalaminya. Aku, Uwan Urwan, seorang pengembara kata, pemburu cerita, dan pencipta puisi, nyaris terjebak dalam jerat kecanduan layar. Mata yang lelah dan kering menjadi teman setia. Pengalaman Mata Kering karena Terlalu Lama Menatap Layar Hape Keseharianku sebagai seorang blogger, kreator konten, dan penulis puisi membawaku dalam aliran teknologi, menyulut pancaran cahaya layar sepanjang hari. Awalnya hanya urusan pekerjaan, namun perlahan, kebiasaan membuka hape dan laptop terus menggelayuti, meski cahaya pekerjaan telah surut. Mataku pun menjadi korban kelelahan yang terabaikan. Dalam dunia maya, aku menemukan kebahagiaan berinteraksi, meresapi riset para peneliti, dan terbius oleh pancaran cahaya teknologi. Sulit untuk melepaskan diri dari belenggu kecanduan layar hape, bahkan dalam momen-momen sederhana sehari-hari. Namun, kebahagiaan hakiki ditemukan ketika berada di tengah-ten

Bagaimana ASUS ROG Phone 8 Mengubah Cara Aku Bekerja!

Aku, Uwan Urwan, menggenggam erat peran sebagai penulis, kreator konten, dan gamer dalam dunia freelance yang penuh tantangan. Hidupku berkutat dengan smartphone, alat sehari-hari yang memegang kendali terhadap pekerjaanku. Namun, kebahagiaan ini sering terhalang oleh masalah yang timbul dari smartphone yang sudah lama menemani langkahku. Rusaknya Hape Lama: Layar Buram, Kamera Rusak Layar yang mulai muncul bercak-bercak yang sangat menggangu dan kamera depan yang tidak berfungsi. Itu menjadi mimpi buruk bagi seorang freelancer sepertiku. Setiap kata yang kucatat, setiap gambar yang kurekam, semuanya terasa terhambat oleh keterbatasan ini. Selain kamera depan yang rusak dan layarnya sudah muncul bercak, smartphone ini harus aku isolasi karena LCD-nya sudah bisa copot Apalagi jika ada job review yang mengharuskan membuat video atau berfoto selfie dengan produk. Rasanya seperti ingin membatalkan kerjasama tapi mau tidak mau aku harus mengerjakannya agar bisa bertahan hidup. Mau tidak mau

Empat Alasan Tidak Memakai Pasir Pantai untuk Kucing

  Gara-gara pasir kucing habis dan uang pas-pasan, akhirnya aku putar otak, bagaimana cara kucing bisa pup. Ketemu jawabannya, “pasir pantai”. Kebetulan rumahku bisa dibilang tida terlalu jauh dengan pantai, naik motor setengah jam, sampai.   Itu juga karena aku mendapat inspirasi dari video Tiktok yang rutin mengambil pasir pantai sebagai penganti pasir kucing. Dan setelah mencoba pakai selama dua hari, hasilnya, aku atas nama pribadi, Uwan Urwan, TIDAK DIREKOMENDASIKAN . Kenapa? Pasir pantai lebih berat dibandingkan pasir khusus kucing Pasir pantai tidak jauh berbeda dengan pasir yang dipakai untuk bahan bangunan, berat. Warna pasir pantai beragam, mulai dari hitam seperti batu sampai krem. Ukuran pun beragam, mulai dari yang sangat halus sampai ke pasir ukuran normal. Yan paling au soroti adalah warnanya, ternyata setelah diletakkan di dalam bak, jadi tidak bagus. apalagi kalau sudah ada gundukan pup dan kencing yang seperti menyebar. Berbeda dengan pasir khusus kucing, y

Bagaimana menu isi piringku yang benar?

Sering mendengar frase Isi Piringku? Hem, sebagian orang pasti tahu karena kampanye yang dimulai dari Kementerian Kesehatan ini sudah digaungkan di mana-mana, mulai dari media sosial, workshop-workshop kesehatan di daerah-daerah, dan sosialisasi ke ibu-ibu begitu ke Posyandu.  Slogan Isi Piringku menggantikan 4 Sehat 5 Sempurna Isi Piringku adalah acuan sajian sekali makan. Kampanye ini sudah diramaikan sejak tahun 2019 menggantikan kampanye 4 sehat 5 sempurna. Empat sehat lima sempurna terngiang-ngiang sekali sejak kecil. Terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan susu adalah kombinasi sehat yang gizinya dibutuhkan tubuh, sebab mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, susu adalah penyempurnanya. Kenapa harus berganti slogan?  Slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang aku tangkap maknanya, dalam setiap makan harus ada empat komposisi dan susu. Mengenai jumlahnya, aku bisa ambil nasi lebih banyak dengan sedikit sayur atau sebaliknya, atau sebebas-bebasnya kita saja.

Fried Chicken Enak di Situbondo, Kamu Wajib Tahu!

Tidak ada KFC atau pun McD di Situbondo, ya setidaknya hingga kini dan beberapa waktu ke depan. Dulu sempat ada CFC, belum sempat berkunjung, eh sudah tutup. Jika aku ingin makan ayam goreng krispi di Situbondo beli di mana? Beberapa warung makan di Situbondo juga menjual ayam goreng tepung. Memang tak khusus ayam goreng. Berbeda dengan di kota besar, di mana gerai olahan ayam tepung bisa ditemui di mana pun. Hisana Fried Chicken Situbondo punya rasa khas, jadi salah satu favoritku Bila kamu sedang travelling ke Situbondo dan sangat ingin menikmati ayam goreng krispi, aku cukup merekomendasikan makan di Hisana Fried Chicken. Sesuai namanya, Hisana adalah gerai ayam goreng tepung yang cukup terkenal dan banyak digemari. Hisana Fried Chicken tidak hanya ada di Situbondo, tapi juga di Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain. Sudah ada ratusan outlet yang tersebar di banyak titik di Indonesia. Hanya saja aku baru tahu ada brand ayam goreng krispi lokal ini begitu pulang ke Situbondo. Meski ad

Youtap BOS: Gebrakan Baru untuk UMKM Indonesia Menuju Kesuksesan #SEMUABISAJADIBOS!

Aku masih terbayang-bayang dengan semaraknya perayaan ulang tahun ke-4 Youtap Indonesia yang baru saja berlalu. Acaranya begitu menggugah hati, terutama dengan kehadiran aplikasi terbaru mereka, Youtap BOS, yang siap memberikan gebrakan baru bagi para pengusaha #SEMUABISAJADIBOS. Kisah Sukses Aplikasi Youtap BOS: Membangkitkan Semangat Membangun Bisnis UMKM di Indonesia Menyaksikan perjalanan Youtap Indonesia selama empat tahun ini sungguh membangkitkan semangatku dalam membangun bisnis. Dari sekadar asisten penjualan hingga menjadi pelopor solusi digital terdepan untuk UMKM, Youtap telah membuktikan komitmennya dalam memberdayakan para pengusaha di negeri ini. Merasakan dampak positif dari solusi digital Youtap, aku pun menjadi semakin yakin bahwa bisnisku juga bisa berkembang lebih jauh dengan bergabung bersama Youtap. Dengan berbagai layanan unggulannya, Youtap memberikan kesempatan bagi setiap pengusaha untuk meraih kesuksesan dan menjadi bagian dari transformasi digital dalam duni

Jamur blotong Nama Ilmiahnya Ternyata Coprinus sp.

Saya menduga jamur yang selama ini saya beri nama jamur blotong nama ilmiahnya Coprinus sp. Setiap usai musim giling, biasanya musim hujan, saya dan tetangga berburu jamur ini di tumpukan limbah blotong di dekat Pabrik Gula Wringin Anom, Situbondo. Jamur Coprinus sp . tumbuh di blotong Asli, kalau sudah tua, payungnya akan berwarna hitam seperti tinta dan meluruh sedikit demi sedikit Sudah sekian lama mencari tahu, berkat tulisan saya sendiri akhirnya saya tahu namanya, meski belum sampai ke tahap spesies . Jamur yang bisa dimakan ini tergolong dalam ordo dari Agaricales dan masuk dalam keluarga Psathyrellaceae. Selain itu, jamur ini juga suka disebut common ink cap atau inky cap (kalau benar nama ilmiahnya Coprinus atramentarius ) atau Coprinus sterquilinus (midden inkcap ) . Disebut begitu karena payungnya saat tua akan berwarna hitam dan mencair seperti tinta. Nama yang saya kemukakan juga berupa dugaan kuat, bukan berarti benar, tapi saya yakin kalau nama genusnya Copr

Terungkap Rahasia Dibalik Keindahan Alun-alun Situbondo: 41 Pohon Penyelamat Bumi!

Aku beberapa waktu lalu mengunjungi Alun-alun Situbondo di suatu sore yang cerah. Kejutan menyambutku begitu tiba di sana; bagian pendoponya telah mengalami perubahan yang memukau, lebih bagus dan lebih ramah bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Namun, perhatianku lebih tercurahkan pada pohon Angsana yang tersebar di sekitar alun-alun itu. Apa yang membuatku tertarik pada pohon Angsana? Simak kisah selengkapnya! Pesona Bunga Angsana dan Aroma yang Memikat Ketika pohon Angsana mulai berbunga, suasana di sekitarnya menjadi luar biasa. Daunnya yang berpadu dengan bunga kuning menciptakan pemandangan yang memesona. Tidak hanya itu, aroma wangi dari bunga-bunga Angsana membuat alun-alun tercium harum sepanjang hari. Sensasi itu begitu memikat hatiku sehingga aku sering menghabiskan waktu di bawah pohon-pohon Angsana yang berbunga, menikmati keindahan alam yang disuguhkan. Ketika aku berada di bawah pohon-pohon Angsana yang sedang berbunga, aku merasa seperti terhubung dengan kehidupan alam

Alun-alun Situbondo Dulu dan Sekarang

Alun-alun ibarat pusat sebuah kota, semua orang bisa berkumpul di tempat itu untuk berbagai kegiatan, sebagai ruang publik, ruang sosial, dan ruang budaya. Alun-alun sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Umumnya alun-alun dikelilingi oleh masjid, pendopo, penjara, dan area perkantoran dan dibatasi oleh jalan. Dulunya area ini dipagari Begitu pun Alun-alun Situbondo, batas selatan adalah pendopo, batas barat adalah Masjid Agung Al-Abror, batas timur adalah penjara, dan area perkantoran ada di bagian utara. Dulu, ada pohon beringin besar di tengah-tengah alun-alun Situbondo. Aku tidak ingat betul seberapa besar tapi yang aku tahu dulu ada di tengah-tengah. Masjid Al-Abror juga sudah jauh lebih bagus sekarang Alun-alun Situbondo pernah punya pohon beringin besar Gerakan protes pada akhir masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, tahun 2001, memicu gerakan besar yang menumbangkan sekitar seratus pohon, termasuk pohon beringin di alun-alun karena dianggap sebagai simbol partai Golka