Bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea) Jadi Alternatif Pengganti Indikator PP Sintetis

Makin ke sini, ketenaran bunga telang (Clitoria ternatea L.) kian meluas. Banyak riset terbit di internet, juga tak ketinggalan pecinta herbal dan tanaman obat ikut berkontribusi memperluas infromasi itu.  Bunga telang ungu, tanaman yang juga dikenal dengan nama butterfly pea itu termasuk endemik karena berasal dari Ternate, Maluku, Indonesia. Meski begitu, banyak sumber juga mengatakan bahwa bunga telang berasal dari Afrika, India, Amerika Selatan, dan Asia tropis. Banyak info simpang siur karena sumber-sumber yang aku baca pun berasal dari riset-riset orang. Nanti jika ada waktu lebih aku akan melakukan riset lebih dalam mengenai asal usulnya.


Bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea)


Antosianin bunga telang merupakan penangkal radikal bebas

Bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea)
Kredit : researchgate.net


Bunga telang kaya akan antosianin. Antosianin adalah golongan senyawa kimia organik berupa pigmen yang larut dalam air, menghasilkan warna oranye, merah, ungu, biru, sampai hitam. Tak hanya pada bunga Clitoria ternatea, antosianin juga ada di banyak buah dan sayur, seperti anggur, strawberi, ceri, ubi jalar, kol merah, dan bayam merah. Selain sebagai pewarna alami, antosianin bisa menjadi penghancur atau penangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan kanker, jantung koroner, diabetes, katarak, penuaaan dini, dan penyakit kronis lain.


Antosianin adalah metabolit sekunder dari keluarga flavonoid yang ditemukan di buah dan sayur dalam jumlah banyak. Tersebab kaya akan antosianin, Bayu Wiyantoko dan Astuti dari Program Studi Kimia Analisis Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, meneliti apakah antosianin di dalam bunga Clitoria ternatea bisa dipakai sebagai pengganti fenolftalein.


Bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea)
Kredit : amazine.co


Fenolftalein adalah pewarna yang jadi salah satu indikator asam basa sintetik yang punya pH antara 8-19. Pada larutan asam dan netral, fenolftalein tidak berwarna dan kalau basa akan berubah jadi merah. Kalau kamu tahu kertas lakmus, nah fungsi fenolftalein sama. Jika kertas lakmus bentuknya kertas dan ada dua warna, fenolftalein bentuknya cairan.


Baca juga : Selain hemat biaya, produktivitas tinggi dengan pakai sluri


Sementara itu, antosianin alami banyak digunakan untuk industri makanan dan obat-obatan. Warna antosianin sangat kuat dipengaruhi oleh struktur antosianin dan derajat keasaman. Antosianin adalah senyawa yang cenderung larut dalam pelarut polar karena adanya gugus aromatik dan residu, bagus sebagai penangkal radikal bebas.


Antosianin bunga telang ungu bisa dipakai sebagai indikator pp

Bunga Telang Ungu (Clitoria ternatea)
Kredit : thougtco.com


Antosianin adalah senyawa yang juga cenderung tidak berwarna pada pH netral, berwarna merah pada pH jika kurang dari tiga dan pada larutan basa (pH di atas 10,5) akan berubah menjadi hijau. Bayu dan Astuti ingin menguji apakah antosianin pada bunga telang yang bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas bisa juga dijadikan pengganti fenolftalein (sering disebut sebagai indikator pp), yang mana merupakan salah satu senyawa indikator asam baca. Indikator asam basa adalah zat yang warnanya bergantung pada pH larutan itu. Ada beberapa macam indikator asam basa yang biasa digunakan, antara lain, kertas lakmus (berbentuk stik dan kertas), indikator pp, metil merah, dan bromtimol biru.


Baca juga : Nanas lebih manis ditanam di lahan sawit


Indikator asam basa bisa menunjukkan apakah suatu larutan pH-nya asam atau basa (sudah jelas). Pengapliksiannya bisa dilakukan ke banya hal. Biasanya ibu-ibu hamil menggunakan kertas lakmus ke dalam cairan ketuban untuk tahu apakah cairan ketuban positif atau negatif, berapa usia kehamilannya, dan bagaimana kondisi janin dalam rahim. Selain itu, indikator asam basa juga bisa digunakan untuk menentukan apakah air yang kita minum konsumsi itu layak minum atau tidak. air yang berkualitas baik harusnya yang pH-nya netral.


Bayu dan Astuti kemudian mengekstrak antosianin bunga Clitoria ternatea dengan metode maserasi, merendam bunga telang ungu (Clitoria ternatea) dengan etanol selama lima hari. Setelah itu, antosianin hasil ekstraksi diuji dengan NaOH dan HCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semain lama proses maserasi, level pigmen warna antosianin makin pekat dan indikator ekstrak bunga telang punya kemiripan karakter dengan fenolftalein sehingga bisa disimpulkan bahwa bunga telang ungu dapat mengantikan fungsi fenolftalein sintetik (indikator pp). Antosianin adalah kunci bahwa bunga telang bisa dikembangkan dan dibudidayakan tak hanya sebagai herbal yang bermanfaat untuk tubuh sebagai penangkal radikal bebas, tapi juga oleh industri kimia sebagai pewarna alami dan pengganti indikator pp.


No comments: