Namun, ini hanya pilu penuh!



Berbisik pasir membisu
Sekelebat hatinya membeku bagai gutasi yang menetes sebagai bagian dari kawah surga
Indah rasanya - elok katanya
Ini cinta. Bukan! Ini hanya sayang.
Kepada pujangga yang dielu-elukan menjadi cinta pribadi
Walaupun kadang matahari menggertak gigiku yang gemeretak

Bulan, biarkan aku berlabuh di hatinya
Menjadi bagian dari persinggahan dalam perjalanan mencari kesempurnaan dunia
Biarkan pula aku menanam mekarnya melati baik di lutut, mata, ataupun lidahnya
Biarkan dia menari-nari ketika lilin hampir temaram
Ditemani sepucuk nada gemericik air terjun

Bagaimana kau pikir ia?
Dia bukan wanita.
Dia bukan laki-laki.
Dia tak berkelamin, hanya sepucuk cinta.
Seperti aku membenci ketika mencintainya
Seperti aku menolak matanya ketika menyayanginya
Aku sayang, cinta, bukan sebagian

Namun, ini hanyalah bagian dari rasa kecut pengecut!

Picture by Uwan Urwan

Poem by Uwan Urwan

4 comments:

Anonymous said...

keren puisinya

uwanurwan said...

Terimakasih.. :)

Anonymous said...

hahahaha,,,sprtinya saia tau puisi utk siapa... :p -yue-

uwanurwan said...

hehe..... jangan kau sebut-sebut namanya di sini...