Skip to main content

10 Hal Yang Bikin Malas Jadi blogger

Sebenarnya fenomena blogger sudah ada sejak zaman website pertama kali diciptakan. Mungkin kalau dulu lebih ke perusahaan ya. Perusahaan harus punya website. Belakangan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang juga ingin punya website, mulai banyak yang berlomba-lomba punya juga. Apalagi akhir-akhir ini yang punya website pribadi adalah keharusan. Tidak harus sih, cuma kalau punya website itu akan ada lebih banyak orang yang bisa tahu tentang kita dan apa yang sedang dipikirkan. 

Apa bedanya website dan blog? Menurut saya sih sama saja. Gak ada bedanya. Mungkin bedanya dalam penggunaannya ya. Itu website digunakan untuk pribadi atau kelompok/instansi. Saya mulai sotoy

Okeh, saya akan sebut website itu blog saja ya daripada salah ngomong. Blog sekarang sudah mulai banyak yang berbayar, misalnya www.uwanurwan.com (halah narsis). Yang gratisan bagaimana? Loh tetap lanjutkan perjuangannya. Menulis itu bukan perkara pakai rumah mahal atau rumah bambu. Sebelumnya saya juga pakai blog gratisan kok, bahkan blog saya yang wordpress terbengkalai. Nah, kali ini saya akan bahas kenapa banyak orang nyerah jadi blogger. Kebanyakan kan emang pengen bikin blog, tapi tidak tahu mau menulis apa akhirnya terbengkalai dan nyerah. Nah ini kira-kira ada beberapa hal yang bikin kamu nyerah jadi blogger,.



1. Ditolak adsense

Tujuan punya blog tidak bisa dipungkiri ya ingin berpenghasilan. Tidak hanya sekadar menulis, tapi yang menghasilkan. Apalagi buat kamu yang tidak punya pekerjaan lain. 


Tenang, masalah ditolak adsense bukan hal baru. Sampai sekarang saya juga masih ditolak kok. Hal itu tidak membuat saya berhenti ngeblog. Saya menulis, apa saya yang ingin ditulis. Anyway, rezeki ngeblog bukan cuma di adsense loh. Serius. Cuma, pelan-pelan saya belajar dari teman-teman yang sudah ada adsensenya. Sering-sering konsultasi dan insyaallah ada jalan. Doain ya diterima. Hiks.



2. Gak dapat job

Santai. Santai dong. Pada poin pertama saya akan ulangi, rezeki ngeblog bukan cuma dari job blog placement, review product, atau yang lain. Fenomena ini juga diungkapkan Riyardi Arisman juga, pemilik blog www.riyardiarisman.com, bahwa banyak blogger yang suka nunggu job, iri job, dan saling sindir kalau ada teman yang dapat job.


Saling iri masalah job ternyata sudah merambah ke dunia blogger (kredit: Riyardi Arisman)
Job di dunia perbloggeran ada banyak. Kebetulan kalau kamu sudah punya blog, jangan hanya berhenti nulis di blog saja. Share postinganmu ke teman-teman, grup WhatsApp, grup BBM, grup Line, grup di facebook, termasuk di media sosial kita sendiri. Raih kesempatan sebanyak-banyaknya agar orang mau membaca tulisan kita. Eits, kalau bisa share yang bermanfaat. Berilah banyak manfaat untuk pembaca kita. Jangan keasyikan sendiri. Nanti pembaca malas untuk berkunjung lagi.

Semakin banyak faedahnya tulisan kita, akan semakin banyak orang melirik. Apalagi jika menjadi populer. Bisa jadi perusahaan-perusahaan tiba-tiba menghubungi kita. Nah, mangkanya jangan lupa sertakan kontak di blog. Entah itu email atau kontak apa saja yang bisa mempermudah hubungan kita dengan calon klien



3. Gak diajakin ke acara keren

Jangan baperlah. Ngeblog itu tidak harus menghadiri event ini itu. Di kota besar memang blogger sangat dipuja banyak perusahaan untuk promosikan produk atau event mereka. 

Datang ke acara keren memang menyenangkan, tapi gak selalu kok

Kenapa kita gak diajak ke acara-acara keren di hotel, restoran, atau di gedung-gedung elit? Mungkin kita kasat mata atau kita kurang bergaul dengan blogger lain. Hm, atau juga kita malas sekali say hi, komen, retweet, dan ngelove baik di dunia nyata atau dunia maya. Jangan sombonglah. Mentang-mentang kita sudah punya banyak viewer di blog akhirnya malas komen balik di postingan orang. Semakin sering kita berbincang-bincang, kesempatan untuk diingat dan diprioritaskan untuk diajak ke event keren semakin tinggi. Eh, tapi jangan menjilat ya. Tidak usah terlalu banyak memuji jika memang hal-hal yang mereka posting atau mereka pakai itu tidak sesuai dengan pujian kita. Biasa saja. J a n g a n  l e b a y !

Kalau kamu belum pernah ikut event blogger, biasanya ada koordinator khusus untuk blogger. Entah itu blogger senior atau blogger lain (bisa jadi teman kita sendiri). Tidak semua event berjalan dengan baik. Ada yang juga masih acak adul atau blogger kurang dianggap oleh panitia. Selalu ada celah yang membuat event-event blogger  jadi bikin malas, seperti kata Widya Candra Dewi," Ngeselin kalau acara dan koordinatornya gak profesional."

Widya sering kesal kalau koordinator event kurang profesional (kredit: Widya Candra Dewi)


 
4. Malas dan bosan
Ini memang racun. Well, saya juga pemalas. Okeh, karena saya menulis ini, setidaknya saya harus bertangungjawab agar tidak malas lagi. Bismillah. Bosan ini temannya malas. Ya malas ya bosan, biasanya disebabkan karena target kita tidak tercapai. Yang jelas, jika kamu ingin jadi blogger, jangan asal posting tulisan. Intinya, kian hari kita kudu tingkatkan kualitas diri. Ternyata yang malas bukan cuma saya, tapi Riyardi Arisman. Wkwkw. "Banyak yang mau ditulis, tapi kadang malas," Arisman menambahkan



5. Punya banyak musuh

O ow. Cari teman itu susah, jangan cari musuh. Sudahilah pertengkaran kita dengan teman-teman seprofesi. Karena blogger mainnya di media sosial, biasanya status-status kita jadi nyindir-nyindir yang entah. Tidak ada gunanya. Padahal nyindir tak ada gunanya lo. Tidak menambah tebal dompet. Hihi. Kata Kurnia Amelia Subarkah, pemilik blog www.ameliasubarkah.net, "Entah kenapa dunia blogger jadi suka banget orang-orang nyinyir (nyindir, red) dibandingkan dunia kuter (kuis hunter). Dunia kuter aman dan damai." Kurnia Amelia sebelumnya memang blogger yang merangkap kuter. Sayangnya ia sudah berhenti jadi kuter karena brand kurang suka dengan akun kuter.

Dunia kuter lebih damai kata Kurnia Amelia (kredit: Kurnia Amelia Subarkah)


6. Cuma jadi followers


Ini nih. Jangan terlalu sering jadi followers. Kalau kita sudah punya blog, apalagi yang berbayar, sudah saatnya kita branding diri. Bangun relasi, bukan bangun relasi untuk saling bergosip yah. Tidak baik. Masing-masing dari kita pasti punya kenalan yang bekerja di perusahaan. Cobalah untuk promosikan diri. Perbanyak followers media sosial kita. Mulai beri banyak manfaat untuk followers juga. Jangan cuma asal posting foto selfie di Instagram. Tidak apa-apa kita sok ngartis di media sosial, asal fotonya dipilih yang terbaik. Jangan nyepam postingan. Dalam sehari diatur berapa kali postingan. Tolak tawaran yang tidak sesuai standar kita. Kadang kita asal terima job dengan harga murah dengan banyak syarat. Lalu kita ngomel ke sana ke mari tapi job masih dikerjakan. Gak berkah lo. Inget, jangan turunkan standar, tapi kualitas kita juga kudu ditingkatkan!



7. Gak pernah menang lomba blog
Nah kalau targetmu menang lomba blog, belajarlah dari mereka yang sering menang lomba blog. Jangan karena tidak pernah menang, kita berhenti ngeblog. Balik lagi ke tujuan awal, kamu ngeblog buat apa. Kalau hanya untuk itu, bai bai saja. Kamu tidak cocok jadi blogger.



8. Viewer dan komentator di blog sedikit

Ini juga penyakit. Sudah saya jelaskan pada poin di atas. Hal yang terjadi di dunia nyata juga terjadi di dunia maya. Ada timbal balik. Kalau kita sering share postingan, sering baca dan komentari postingan teman-teman, bukan tidak mungkin mereka akan menengok postinganmu dan berkomentar. Tentu kamu tahu istilah follow for follow, like for like, bomlike for bomlike. Kadang hal-hal sepele ini tidak perlu diberitahu. Mereka akan dengan sendirinya sadar untuk memberikan timbal balik untuk kamu.

Pasti punya banyak teman, sharelah postinganmu ke mereka. Mintalah masukan.

Paragraf di atas bisa jadi kamu tidak setuju, sebab sudah melakukan metode tersebut. Sayangnya tidak ada timbal balik dari yang bersangkutan. Istilah kerennya sih blogwalking (bw). "Malas kalau gak di-bw balik gara-gara enggak se-hits yang di-bw," ungkap Widya Candra Dewi, pemilik blog www.memahataksara.com. Ya ini juga jadi masalah pelik. Beberapa orang senang jika yang berkunjung ke blognya, tapi enggan berkunjung kembali ke blog lain. Ya bisa jadi karena malas, sibuk, tidak sempat, atau alasan lain.Yang jelas, jadi blogger itu tidak semenyenangkan seperti yang dibayangkan, tapi menyenangkan kalau dijalani dengan baik.



9. Keterbatasan teknologi

Bawa laptop ke mana-mana ribet. Sekarang sudah mulai tinggalkan laptop kalau bekerja.
Zaman sudah canggih begini masih mikir ngeblog harus punya laptop? Saya selalu bekerja dengan smartphone lo. Memang berbeda jika dibandingkan menggunakan PC. Layar akan lebih lebar dan proses pengetikan akan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan smartphone. Saya sering dihadapkan pada situasi, hari ini meliput sebuah acara lalu keesokan harinya tulisan harus sudah terbit di blog. Meski masih berkelana di event-event lain, dengan deadline seperti itu terbukti saya bisa bekerja dengan apa yang ada. Smartphone sudah bisa digunakan untuk apa saja, tergantung kita mau memanfaatkannya atau tidak.
Pakai smartphone, saya bisa share apapun yang saya suka.

Ada lagi masalah. Sinyal. Hm, pakai operator apa sih? Aku pakai XL, sinyal lancar di mana pun. Tak hanya itu, XL sudah terbukti menjadi operator paling diminati di Indonesia. Itu bisa dibuktikan dengan inovasi-inovasi yang selalu dikeluarkan. Sinyal kuat, bonus berlimpah, juga bisa youtube-an dan telpon gratis. Saya memanfaatkan apa yang terbaik yang sudah diberikan orang-orang untuk memperlancar pekerjaan saya. So, tak ada kuota dan masalah sinyal bukan masalah utama lagi. Jangan kebanyakan alasan gak bisa ngeblog deh. Kalau mau jadi blogger, lakukan tanpa banyak mengeluh.



10. Saling sikut
Saya setuju sih. Saya bisa dibilang blogger baru. Blog www.uwanurwan.com sudah berusia tiga tahun lebih. Baru sekitar dua tahun benar-benar diprioritaskan dan ikut kegiatan bersama blogger lain. Banyak berteman dan bertemu blogger senior jadi tahu kehidupan para blogger itu seperti apa. Ada yang begini, ada yang begitu, saling sikut. "Saya sih jadi blogger karena hobi ya. Akhir-akhir ini, sejak blogger berorientasi ke materi mulai kurang asyik. Saling sikut satu sama lain. Jadi hawanya kurang enak," ujar Dewi Sulistiawaty, blogger senior, pemilik www.tamankata.web.id
Ngeblog buat Dewi Sulistiawaty itu hobi kok (kredit: Dewi Sulistiawaty)

Jangan khawatir untuk poin ini. Memang ada banyak kejadian saling sindir atau saling blok dan stop beri job untuk orang-orang tertentu. Tidak masalah. Yang penting tetap berhubungan baik dengan siapa saja dan abaikan konflik-konflik yang tidak ada hubungannya dengan kita. Lagipula, rezeki datangnya bisa dari banyak pintu. Kalau tidak dari teman-teman ya dari website yang memberi pekerjaan untuk influencer, grup Facebook, atau dari banyak lagi. Tetap berusaha dan berdoa. (Uwan Urwan)

Comments

Paling banyak dibaca

Mengilhami Dinding Sel Supermini

Pohon mangga ( Mangifera indica ) setinggi 4 m berdiri kokoh di halaman kantor saya. Daunnya rimbun membentuk payung hidup. Saat berdiri di bawah naungannya, angin sejuk dapat saya rasakan. Tentu saja, oksigen sebagai hasil metabolisme tanaman anggota family Anacardiaceae itu membersihkan karbondioksioda di udara dan digantikan oleh unsur yang bersifat oksidator. Pantas jika setiap orang yang ternaungi, tak hanya terlindung dari terik matahari, tetapi juga merasa segar. Pohon mangga (kredit: irwantoshut.net )        Tanaman itu sangat kokoh dan konsisten berdiri bertahun-tahun bahkan kian tinggi. Meski tidak memiliki rangka seperti hewan dan manusia, tanaman (tak hanya mangga) memiliki rangka-rangka dalam berukuran mikroskopis. Rangka-rangka itu dapat disebut dinding sel. Sebenarnya tidak tepat jika saya mengatakan bahwa dinding sel adalah rangka dalam (endoskeleton) tanaman, tetapi fungsinya mirip dengan sistem rangka pada tubuh hewan. Itu terbukti pada fungsinya yang memberi be

3 Pulpen Terbaik Rekomendasiku yang Bikin Tulisanmu Makin Indah

Meski teknologi sudah canggih, tapi menulis di catatan tak akan pernah punah Sebagai penulis, pulpen bukan sekadar alat tulis biasa, tapi sahabat setia yang menemani proses kreatif. Menemukan pulpen yang nyaman digunakan adalah suatu keharusan bagi penulis seperti saya. Setiap goresan tinta yang mengalir lancar dari ujung pulpen mampu menghadirkan kebahagiaan tersendiri, mengubah ide-ide liar di kepala menjadi rangkaian kata yang indah di atas kertas. Pernahkah kamu merasa frustrasi saat pulpen macet atau tintanya bocor di tengah menulis? Pengalaman itu pasti mengganggu momen indah menuangkan ide dan gagasan. Aku pun pernah mengalami hal yang sama. Saat tengah asyik menulis, tiba-tiba pulpen berhenti mengeluarkan tinta. Aliran pikiran yang seharusnya mengalir deras malah tersendat, membuat frustrasi dan merusak konsentrasi. Kejadian seperti ini bisa menghancurkan inspirasi yang sedang menggebu-gebu. Sejak saat itu, aku bertekad untuk menemukan pulpen yang tidak hanya nyaman digunakan,

Jamur blotong Nama Ilmiahnya Ternyata Coprinus sp.

Saya menduga jamur yang selama ini saya beri nama jamur blotong nama ilmiahnya Coprinus sp. Setiap usai musim giling, biasanya musim hujan, saya dan tetangga berburu jamur ini di tumpukan limbah blotong di dekat Pabrik Gula Wringin Anom, Situbondo. Jamur Coprinus sp . tumbuh di blotong Asli, kalau sudah tua, payungnya akan berwarna hitam seperti tinta dan meluruh sedikit demi sedikit Sudah sekian lama mencari tahu, berkat tulisan saya sendiri akhirnya saya tahu namanya, meski belum sampai ke tahap spesies . Jamur yang bisa dimakan ini tergolong dalam ordo dari Agaricales dan masuk dalam keluarga Psathyrellaceae. Selain itu, jamur ini juga suka disebut common ink cap atau inky cap (kalau benar nama ilmiahnya Coprinus atramentarius ) atau Coprinus sterquilinus (midden inkcap ) . Disebut begitu karena payungnya saat tua akan berwarna hitam dan mencair seperti tinta. Nama yang saya kemukakan juga berupa dugaan kuat, bukan berarti benar, tapi saya yakin kalau nama genusnya Copr

Styrofoam Aman Digunakan Kok. Siapa Bilang berbahaya?

Hasil pengujian Badan POM RI terhadap 17 jenis kemasan makanan styrofoam menunjukkan bahwa semua kemasan tersebut memenuhi syarat, artinya styrofoam aman digunakan. Sampai detik ini tidak ada satu negara pun melarang penggunaan styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Pelarangan penggunaan styrofoam, nantinya akan jadi sampah non organik, di beberapa negara biasanya berhubungan dengan pencemaran lingkungan. Padahal daur ulang styrofoam sangat mudah. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren pada wadah gabus tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya berada di ambang batas 40-500 ppm. Kalau mencapai 5000 ppm bisa menyebabkan kanker. Bungkus makanan hangat pakai styrofoam aman kok Kemasan makanan styrofoam ternyata sebagian besar adalah udara Badan POM RI menguji 17 jenis kemasan, antara lain berupa gelas POP MIE rasa baso, gelas POP Mie Mini rasa ayam bawang, mangkuk NISSIN Newdles Mie Goreng Pedas Kriuk Bawang, mangkuk Bowl Noodle Soup Kimchi flavour Vegetal, kot

Jangan Menabung Kalau Ingin Hidup Melarat

"Mangkanya kalau punya uang ditabung," kata temanku dulu. Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas XI. Saya masih ingat betul pesannya sampai sekarang. Dia bisa beli handphone . Waktu itu masih zamannya alat komunikasi poliponik. Saya belum punya. Seringkali merepotkan teman hanya untuk sms ke saudara untuk hal-hal penting. Tak jarang juga diabaikan karena tidak diizinkan meminjam atau meminta satu sms saja meski niat hati ingin membayar biaya sms. Waktu itu satu sms masih seharga Rp350 dan itu tergolong mahal. Jika setiap hari menggunakan Rp3.500 untuk 10 sms, satu minggu menghabiskan Rp24.500. Belum lagi jika harus telepon. Biaya sms Rp350 sudah yang paling murah. Belum banyak bermunculan operator seluler pada zaman itu. Tapi poin dari tulisan ini bukan masalah harga telepon dan sms. Tak sengaja saya bongkar-bongkar lemari dan menemukan secarik kertas. Isinya percakapan saya dengannya. Begini kira-kira Eh kamu kalo tiap hari dikasih sangu berapa sih?

Serba-serbi Dunia Per-Instagraman

Eh, kamu punya Instagram tidak sih? Berapa jumlah follower mu? 100? 500? 800? 1k? 5k? 10k? atau 1m? Gila, luar biasa jika kamu mencapai jumlah followers 1m. Artis banget! Saat postingan mulai diketik, akun Instagram  @uwanurwan berjumlah 6.676  followers . Buat saya ini sudah di level " okay ", tapi untuk tujuan lain, angka 6k masih tergolong cemen . Maaf, bukan bermaksud merendahkan, tapi pada kenyataannya follower dengan jumlah seperti itu, jika saya ingin promosikan jualan, belum terlalu efektif (dalam artian kurang menjangkau lebih banyak orang). Kecuali saya tenar di komunitas tertentu dan mereka butuh barang jualan saya. Saya punya akun media sosial bukan untuk terlihat keren saja, tetapi untuk jualan. Minimal saya mau jual apa yang saya bisa, menulis, menggambar, atau apa gitu .  Saya butuh kerja lebih keras lagi untuk mencapai follower minimal 10k. Saya bisa promosikan produk art dan tulisan saya. Kebetulan saya fulltime blogger dan ilustrator , yang menurut

Golda Coffee dan Kopi ABC Botol, Kopi Kekinian, Kopi Murah Cuma 3000an

Kamu suka kopi hitam pekat, kopi susu, kopi kekinian, atau yang penting kopi enak di kedai kopi? Mungkin kita sering sekali nongkrong bersama teman di kedai kopi mencoba berbagai aneka ragam kopi, mahal pun tak masalah, tapi yang jadi persoalan jika sedang miskin, apakah akan tetap nongkrong? Pilihannya ya minuman murah, misalnya kopi murah dan kopi enak yang cuma 3000an ini.   Aku, Uwan Urwan, memang bukan penikmat kopi banget, tapi suka minum kopi, kadang sengaja mampir ke kedai kopi punya teman, paling sering membeli kopi Golda Coffee dan/atau Kopi ABC Botol, yang harganya hanya 3000an. Aku akan mencoba mereview empat rasa dari dua merek yang kusebut sebelumnya. Golda Coffee kutemukan di minimarket punya dua rasa, yaitu Golda Coffee Dolce Latte dan Golda Coffee Cappucino. Sementara Kopi ABC botol juga kutemukan dua rasa, chocho malt coffee dan kopi susu.   Keempat rasa kopi kekinian kemasan itu aku pikir sama karena biasanya hanya membeli, disimpan di kulkas, dan langsung ku

Pengalaman Pakai Pasir Pantai sebagai Pengganti Pasir Kucing

Sudah punya kucing sejak kecil. Biasa atas keberadaan kucing membuatku tak pernah berhenti untuk punya kucing. Kucing liar yang sering mampir ke rumah biasanya aku juga beri makan dan yang mau mendekat aku pelihara. Punya kucing sebelumnya dibiarkan pup di luar. Repot kalau anak-anak kucing sudah mulai makan selain air susu induknya, pasti akan kencing dan pup di kasur karena induknya pasti lebih nyaman meletakkan anak-anaknya di kasurku. Dulu harus melatih mereka terlebih dahulu selama beberapa waktu sebelum bisa pup di luar   Setiap hari harus mencuci sprei dan menjemur kasur. Begitu tahu bahwa kasur bukanlah tempat pup dan pipis, mereka akan buang hajat di luar. Tentu saja akan mencari pasir atau tanah yang cukup gembur sebagai tempat merahasiakan hasil buangan. Kadang tanah tetangga jadi sasaran dan harus menerima omelan mereka.   Sejak awal tahun 2022, kembali dari ibukota, kucing melahirkan, dan sudah mulai makan selain air susu induknya, aku siapkan pasir buat mereka. Namu

Empat Alasan Tidak Memakai Pasir Pantai untuk Kucing

  Gara-gara pasir kucing habis dan uang pas-pasan, akhirnya aku putar otak, bagaimana cara kucing bisa pup. Ketemu jawabannya, “pasir pantai”. Kebetulan rumahku bisa dibilang tida terlalu jauh dengan pantai, naik motor setengah jam, sampai.   Itu juga karena aku mendapat inspirasi dari video Tiktok yang rutin mengambil pasir pantai sebagai penganti pasir kucing. Dan setelah mencoba pakai selama dua hari, hasilnya, aku atas nama pribadi, Uwan Urwan, TIDAK DIREKOMENDASIKAN . Kenapa? Pasir pantai lebih berat dibandingkan pasir khusus kucing Pasir pantai tidak jauh berbeda dengan pasir yang dipakai untuk bahan bangunan, berat. Warna pasir pantai beragam, mulai dari hitam seperti batu sampai krem. Ukuran pun beragam, mulai dari yang sangat halus sampai ke pasir ukuran normal. Yan paling au soroti adalah warnanya, ternyata setelah diletakkan di dalam bak, jadi tidak bagus. apalagi kalau sudah ada gundukan pup dan kencing yang seperti menyebar. Berbeda dengan pasir khusus kucing, y

Panen Klentang, Buah Kelor (Miracle Tree) di Pekarangan

Kelor (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang cukup banyak tumbuh dan ditanam di Situbondo sejak dahulu kala. Sebelum daun kelor ramai dimanfaatkan sebagai herbal, setahuku umum dimanfaatkan oleh masyarakat suku Madura dan di Nusa Tenggara (entah timur atau barat) untuk sayur. Banyak orang terutama suku Jawa dan keturunannya justru tidak mau mengonsumsi sayur kelor. Entah karena tidak umum atau karena cerita mistisnya. Tulisan ini akan menceritakan sedikit apa khasiat makan buahnya agar kalau kamu menemukannya tidak membiarkannya begitu saja. Kelor (Moringa oleifera) oleh-oleh dari negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia Aku Uwan Urwan, lahir di Situbondo, sejak kecil sudah dikenalkan dengan sayur daun kelor yang lezat jika dikombinasikan dengan ikan panggang dan sambal terasi yang kecut. Untuk mendapatkannya pun mudah, tinggal memetik daun kelor yang tumbuh di dekat rumah. Namun, ada yang berbeda pada kepulanganku ke Situbondo tahun 2021 setelah merantau, jadi saksi h