Waw, Bonus PRUprime Healthcare Syariah Bisa Sampai 50% lo

Beberapa kali saya mengunjungi rumah sakit. Entah sakit sendiri atau mengunjungi orang yang dirawat inap. Rumah sakit selalu ramai pengunjung bahkan kadang harus antri berjam-jam. Bisa kebayang kalau ada yang sakitnya tak bisa ditahan, tapi harus menunggu antrian usai. Saya pernah ke rumah sakit dan antri di rumah sakit besar untuk bertemu dokter spesialis penyakit dalam. Sudah antri hingga tiga jam, begitu bertemu dokternya, saya dialihkan ke dokter spesialis lain dengan catatan saya harus membayar biaya konsultasi sekian ratus ribu. Padahal hanya 5-10 menit saya berbincang-bincang dengan dokternya sambil menahan sakit..




Karena sudah terlalu larut dan kalau saya harus antri untuk bertemu dokter spesialis yang sebenarnya ruangannya berdekatan, sangat tidak memungkinkan. Dokter juga manusia, mereka harus pulang. Akhirnya saya diminta menebus obat sementara yang harganya juga ratusan ribu rupiah. Besoknya saya bertemu dokter spesialis lain. Pun saya harus membayar biaya konsultasi sekaligus obat yang jumlahnya lebih banyak dan jelas lebih mahal. Sebelum ke rumah sakit itu, saya berobat ke rumah sakit biasa. Hasilnya nihil. Penyakit tidak sembuh malah tambah parah. 


Bisa dibayangkan, berapa banyak uang yang saya keluarkan. Salahnya lagi waktu itu saya tidak mendaftar BPJS. Beberapa saudara yang menginap di rumah sakit pun tidak semua biayanya ditanggung BPJS. Masih harus membayar juga sekian juta. Ngomong-ngomong tentang asuransi, saya jadi ingat tentang iklan asuransi Pudential deh. Saya coba cari-cari eh nemu di youtube.


Perlukah asuransi?
Biaya perawatan rumah sakit sangat mahal. Untuk itu banyak orang mendaftarkan diri baik di BPJS milik pemerintah atau pun asuransi. Sayangnya tak semua orang masih bersedia bergabung. Karena ya itu, sama seperti bank. Masih ada beberapa orang yang tidak mau punya rekening di bank. Sejak ada bank berbasis syariah, mulai ramai orang-orang mendaftarkan diri karena dianggap sesuai dengan masyarakat yang notabene di Indonesia mayoritas muslim.



Asuransi dan BPJS pun begitu. Banyak sekali orang yang enggan mendaftarkan diri di asuransi terdekat karena masih ragu. Orang masih berpikir, belum tentu suatu saat akan sakit. Dan kalau mendaftar berarti seolah mendoakan dirinya sakit parah suatu saat. Padahal sebenarnya tidak. Kira-kira kenapa ya orang-orang tidak mau bergabung di asuransi ya?

1.      Tidak butuh diasuransikan
Orang yang patut diasuransikan adalah orang yang sakit-sakitan, cacat karena suatu hal, atau hal lain. Orang-orang yang sehat merasa tidak membutuhkan asuransi. Sebab mereka sehat dan mereka percaya akan selalu sehat.

2.      Tidak punya uang buat bayar premi
Hal ini biasanya terjadi untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. Setiap orang memiliki kebutuhan yang setiap bulannya selalu kurang. Biasanya gaji selalu habis untuk kebutuhan selama sebulan, belum lagi jika tagihan listrik membludak atau mendapatkan musibah tak terduga.

3.      Ada klaim yang tidak bisa dibayar
Jika seseorang sakit dan terpaksa rawat inap, biasanya ada klaim-klaim yang tidak bisa dibayarkan oleh pihak asuransi. Akibatnya beberapa orang tetap membayar sejumlah uang kepada rumah sakit. Sebelumnya mengenai klaim, memang setiap perusahaan asuransi punya ketentuan mana yang bisa diklaim dan mana yang tidak. Peserta sebaiknya membaca baik-baik ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak asuransi, jika tidak setuju, bisa beralih ke asuransi lain yang lebih sesuai.

4.      Lebih nyaman menabung
Saya sih kalau untuk urusan ini setuju. Saya lebih suka menabung ketimbang harus membayar setiap bulan kepada asuransi. Belum jelas apakah saya akan sakit atau tidak pada masa mendatang. Jika tidak pernah klaim, saya rugi. Lebih baik menabung di bank bukan? Jelas jumlah uang bertambah setiap bulannya. Jika terjadi apa-apa, tinggal menggunakan kartu ATM untuk pembayaran.

5.      Bertentangan dengan keyakinan
Hm, memang tidak semua orang akan sepaham dengan asuransi. Ada beberapa orang yang teguh pendirian terhadap keyakinannya. Asuransi dinilai tidak sesuai. Tidak ada yang melarang sih


6.      Pelit tapi suka berfoya-foya


Biasanya ini terjadi untuk orang-orang yang punya kelebihan dana. Punya banyak uang tapi tak mau mengeluarkan uang untuk proteksi diri. Mereka berpikir bahwa jika suatu saat sakit masih sanggup membayar dengan kekayaan yang dimiliki. Di sisi lain, mereka suka sekali berbelanja, jalan-jalan ke luar negeri, atau ke diskotik.

Mungkin gambaran kasarnya begitu, tapi sebenarnya asuransi membantu banyak orang untuk jaga-jaga. Masa depan memang tidak ada yang tahu, tapi bayangkan jika kita tidak punya jas hujan atau payung. Lalu datang musim hujan dan kita harus pergi ke kantor segera. Sayangnya kita suka mengabaikan bahwa pasti tidak akan hujan. Begitu hujan deras, kita tidak bisa pergi ke mana pun. Bahkan untuk sekadar membeli teh celup di warung yang jaraknya 10 m. Kalau mau, ya terpaksa basah-basahan. Seperti itulah asuransi. Kita harus menyiapkan banyak hal untuk masa depan.

Asuransi memberikan jaminan perlindungan guys. Kalau kita kecelakaan atau sakit parah suatu saat, ada asuransi yang akan membantu membayar tagihan rumah sakit. Atau kalau memang tidak semua bisa diklaim, ada keringanan pembayaran. Kalau biaya rawat inap di rumah sakit sebesar Rp5.000.000 sementara yang bisa diklaim sebesar Rp3.000.000, itu artinya ada keringanan biaya yang harus kita tanggung.

Sama seperti menabung di bank. Melalui asuransi kita juga berinvestasi agar hari tua kita aman. Investasi memberikan ketenangan batin. Jika suatu saat terjadi sesuatu, misalnya pemilik asuransi meninggal, maka yang akan menerima manfaatnya adalah ahli warisnya. Jadi saya akan bilang bahwa asuransi itu sangat perlu, sebagai jaminan masa depan. 





Nah, kamu pernah dengar Prudential? PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan sejak tahun 1995, yang sebelumnya sudah berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa. Sementara itu, prudential sudah memasuki tahun ke-10. Prudential dipercaya dan sudah menjadi market leader selama 10 tahun di asuransi syariah Indonesia.  Prudential terus mengajak para peserta asuransi untuk saling tolong menolong dan berbagi risiko dengan berasuransi syariah

Memperingati tahun ke-10 dalam bidang syariah, Prudential terus mendengarkan dan memahami kebutuhan dari masyarakat Indonesia akan perlindungan termasuk melalui PRUprimeHealthcare Syariah, sebuah produk pelayanan kebutuhan rumah sakit yang komplit berbasis syariah dengan cakupan global dan benefits yang terus berkembang. Prudential memegang prinsip universal dari Syariah yaitu saling tolong menolong, berbagi risiko, dan keuntungan untuk semua yang diaplikasikan ke semua orang dan dapat memenuhi kebutuhan dari keluarga Indonesia.




Indonesia adalah negara dengan penduduk yang cukup besar. Data terbaru tahun 2016 adalah 257,9 juta jiwa dengan Indonesia menduduki peringkat ke-4 jumlah penduduk terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah ini dapat menjadi tolak ukur bahwa Indonesia menjadi pangsa pasar terbaik, terutama mayoritas penduduknya beragama Islam dan termasuk memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Untuk itu Prudential menawarkan PRUprime Healthcare Syariah.

Dengan adanya produk itu, artinya Prudential mencoba memahami apa yang masyarakat Indonesia butuhkan. Jika konsep asuransi umum tergolong belum mumpuni, tentu saja sistem syariah menjadi jawaban bagi masyarakat. Lagipula saat ini banyak sekali digalakkan wisata halal di berbagai belahan dunia, tentu sistem syariah harus berjalan beriringan dong. Dalam rangka ulang tahun ke-10 itu, Prudential menyelenggarakan pers conference di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk di Surabaya yang diselenggarakan pada 16 Mei 2017.  Hadir pula narasumber yang mengisi acara tersebut, antara lain

  • Rinaldi Mudahar, Country CEO, Prudential Indonesia
  • Ahmad Nuryadi, Sharia Supervisor Broad Prudential Indonesia.
  • Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications and Sharia Director, Prudential Indonesia.
  • Paradikma Subawa – Product Planning and  Development, Prudential Indonesia
Narasumber pers conference PRUprime Healthcare Syariah di Surabaya kemarin (kredit: Budiono)

PRUprime Healthcare Syariah punya beda mencolok dengan asuransi lain lo. Tak hanya berbeda, tapi juga menguntungkan pemegang polis. Sejak memasuki sistem syariah, Prudential Indonesia punya prestasi yang baik. Bisa dibayangkan kontribusi bruto dana tabarru' per akhir tahun 2016 sebesar Rp 2,2 triliun. Tak hanya itu data Prudential Indonesia mencatat lebih dari 510.000 polis syariah yang aktif, serta aset sebesar Rp3,4 triliun. Prestasi lain yang diraih Prudential antara lain, Asuransi Syariah Terbaik 2010, Peringkat 1 The Best Islamic Life Insurance, Peringkat 1 The Most Profitable Investment, dan Peringkat 1 The Most Expansive Insurance. Tak perlu diragukan lagi mengenai prestasi ini, karena tentu kita, pemegang asuransi akan mendapatkan banyak keuntungan jika bergabung.

Konsep Dasar Syariah

Alangkah baiknya sedia payung sebelum hujan. Kalau sudah sakit seperti ini tapi tak ada biaya ke ke dokter, sedih guys!


Konsep dasar asuransi sesungguhnya sudah ada sejak zaman dulu. Jika kita membuka kitas suci Al Quran, kita akan menemukan surat Yusuf ayat 43-49. Dalam kisah Nabi Yusuf itu Raja Fir’aun yang sedang jaya dan berkuasa di Mesir bermimpi punya tujuh ekor sapi gemuk. Tak tanggung-tanggung, sapi yang gemuk-gemuk itu dimakan oleh tujuh sapi kurus. Kemudian Nabi Yusuf menafsirkan bahwa selama tujuh tahun Mesir akan mengalami panen melimpah ruah, tujuh tahun kemudian akan paceklik. Nabi Yusuf menyarankan kepada raja agar menyisihkan hasil panen yang didapat selama tujuh tahun agar dapat digunakan saat musim paceklik.  


وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّيْ أَرٰى سَبْعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعَ سُنْبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّأُخَرَ يٰبِسٰتٍۗ يٰأَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُوْنِيْ فِيْ رُؤْيَايَ إِنْ كُنْتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُوْنَ  ٤٣
Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang-orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi."

قَالُوْا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍۚ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيْلِ الْأَحْلَامِ بِعٰلِمِيْنَ ٤٤
Mereka menjawab, "(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu."

وَقَالَ الَّذِيْ نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيْلِهٖ فَأَرْسِلُوْنِ ٤٥
Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dab teringat  (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya, "Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya),"

يُوْسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيْقُ أَفْتِنَا فِيْ سَبْعِ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعِ سُنْبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّأُخَرَ يٰبِسٰتٍۙ لَّعَلِّيْ أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُوْنَ ٤٦
"Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui."

قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَأَبًاۚ فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْبُلِهٖ إِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ ٤٧
Dia (Yusuf) berkata, "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ ٤٨
Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun-tahun sulit), kecuali sedikit apa (bibit gandum) yang kamu simpan.

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْ بَعْدِ ذٰلِكَ عَامٌ فِيْهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيْهِ يَعْصِرُوْنَ ؑ٤٩
Setelah itu akan datang tahun, dimana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)."


Dari cerita di atas menjelaskan bahwa Nabi Yusuf mengajarkan sistem asuransi dengan berinvestasi terlebih dahulu sebelum masa sulit datang. Kapan berinvestasi? Ya saat sedang sehat dan memiliki kekayaan berlimpah. Nah, praktek asuransi syariah berasal dari budaya Arab yang disebut aqilah. Dalam pengertiannya, asuransi syariah merupakan usaha melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset. Akad Tabarru’ sendiri adalah dana tolong-menolong. Dana tolong-menolong itu berasal dari orang-orang yang sedang sehat. Jadi sebenarnya asuransi itu mewadahi orang-orang untuk saling menolong. 


Ada lagi akad wakalah bil ujrah, di mana kita menunjuk perusahaan asuransi sebagai pengelola dari dana tabarru’ atau dana kebajikan. Perusahaan tidak punya hak untuk menggunakan dana tersebut selain untuk dikelola dengan baik dan hanya digunakan untuk membayar klaim dari peserta asuransi jiwa syariah. 


Untuk surplus sharing maksudnya jika kita polisnya masih aktif tapi tidak melakukan klain, kita berhak mendapatkan imbalan hasil keuntungan setiap periode. Nah 30% surplus sharing akan ditahan jadi dana tabarru’ sementara sisanya akan dibagikan kepada kita juga perusahaan dengan perbandingan 80% : 20%. Perusahaan akan mendapatkan 20% dari dana 70% yang kita terima sebagai imbalannya.

Keunggulan PRUprime Healthcare Syariah

Saya mencoba merangkum poin-poin penting kenapa sih PRUprime Healthcare Syariah unggul, antara lain

No claim bonus
Ada penambahan sebesar 10% dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan. Penambahan bisa diberikan hingga maksimal 50% dari batas manfaat awal. Ini yang pertama lo di Indonesia

Berlaku global
PRUprime Healthcare Syariah berlaku global, membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan tanpa terbatas pada rumah sakit domisili kita. Bahkan kita  bisa melakukan rawat inap dalam kondisi darurat di luar negeri. Maklum, Prudential sudah ada di seluruh dunia. Kita hanya cukup menunjukkan kartu PRUprime Healthcare Syariah.

Limit Booster
Kalau kamu pernah ikut asuransi terus sering masuk rumah sakit lalu takut kalau limit sudah diambang batas, tidak akan pernah terjadi pada PRUprime Healthcare Syariah. Akan ada dana tambahan bahkan hingga 35 miliar lo. Jangan khawatir jika sering sakit dan harus rawat inap. Insyaallah dengan asuransi ini kita hanya perlu memikirkan pemulihan kita.

Ada Dana Marhamah

Apabila kita meninggal, Prudential Indonesia akan memberikan dana santunan kasih sayang.


Keuntungan di atas terangkum di sini, yaitu
  • Pembayaran Biaya Kamar Rumah Sakit dan Akomodasi hingga maksimum Rp 8 juta/hari (sesuai plan yang dipilih).
  • Manfaat pembayaran biaya kunjungan dokter spesialis dihitung berdasarkan per tipe spesialis
  • Pembayaran Manfaat Asuransi Kesehatan sesuai tagihan rumah sakit untuk beberapa manfaat pada Tabel Manfaat PRUprime Healthcare Syariah sesuai dengan plan yang dipilih.
  • Perlindungan kesehatan dengan biaya asuransi lebih murah dengan memilih fasilitas PRUprime saver
  • Terdapat manfaat PRUprime limit booster yang dapat menambah Batas Manfaat Tahunan sesuai plan yang dipilih
  • Tambahan untuk PRUprime limit booster sebesar selisih biaya kamar rawat inap apabila Peserta menjalani rawat inap di kamar yang lebih rendah dari pilihan plan.
  • Fasilitas Manfaat Berkembang yakni 10% peningkatan Batas Manfaat Tahunan awal Asuransi Tambahan setiap tahun apabila tidak ada klaim, maksimal 50% dari Batas Manfaat Tahunan awal
  • Perlindungan yang lebih luas sampai ke seluruh dunia (sesuai plan yang dipilih; kecuali Amerika Serikat). Informasi terkait santunan dana marhamah.

Nah bagaimana penjelasannya? Seru kan? Mending kamu yang belum gabung asuransi, segera bergabung, tapi bergabungnya ke PRUprime Healthcare Syariah agar manfaatnya terasa dan keluarga bahagia. Tak perlu repot lagi kalau sakit harus takut ke rumah sakit karena keterbatasan biaya. Eh, jangan salah, asuransi


PRUprime Healthcare Syariah ini terbuka buat siapa saja, baik muslim atau nonmuslim. Semua berhak mendapatkan perlindungan agar kehidupan lebih bahagia. (Uwan Urwan)



Referensi:
http://prodentialagent.blogspot.co.id/2015/02/7-alasan-orang-menolak-asuransi.html
http://pakarasuransi.id/5-alasan-mengapa-tidak-mau-beli-asuransi/
http://www.tribunnews.com/bisnis/2016/06/02/ini-lima-alasan-kenapa-kamu-harus-punya-asuransi?page=3
https://www.cermati.com/artikel/4-alasan-kenapa-asuransi-jiwa-penting-untuk-anda
https://ngapakers.com/jumlah-penduduk-terbanyak-di-dunia/
http://bisnis.liputan6.com/read/2654654/8-kota-dengan-penduduk-terpadat-di-dunia
https://sulvisuardi.com/tag/konsep-asuransi-syariah/
https://www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/solutions/riders/PRUprime_healthcare_syariah.html

http://www.sakaran.com/2016/11/bacaan-terjemah-surat-yusuf-ayat-43-49.html

22 comments:

Nurul Rahmawati said...

Iya asuransi ini sgt bs diandalkan.
Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

Resi Its Me said...

Asuransi wajib punya ya apalagi yg syariah

Lathifah Edib said...

Ada ya mata sampe segitunya kalo sakit? 😂
Asuransi buat bekal masa depan.

Lathifah Edib said...

Ada ya mata sampe segitunya kalo sakit? 😂
Asuransi buat bekal masa depan.

uwanurwan said...

Betul banget kak... Emang bs diandalkan ini asuransi

uwanurwan said...

Yang syariah menguntungkan nasabahnya ya kak

Awan said...

Saya sudah lama punya asuransi kesehatan yang plus investasi, perlu bangat punya, karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi besok. saya pernah sakit dan sangat terbantu dengan asuransi kesehatan.

budiono said...

huwow ini artikel yang komplit banget! thank you bro penjelasannya soal asuransi syariah

dirga said...

Prudential syariah boleh nih, mana fiturnya lengkap banget pula

Wichan said...

No. 3 dan 4 itu bener banget. Itulah kenapa di Indonesia mayoritas belum melek asuransi

uwanurwan said...

betull.. apalagi sakit itu gak enak banget yak. hiksss

uwanurwan said...

hihih.. makasih mas sudah mampir

uwanurwan said...

betul banget,... banyak keuntungannya juga buat nasabah

uwanurwan said...

ahahah.. iya.. untung bapak ibu udah daftar asuransi

Munasyaroh said...

Ternyata daftar di Prudential Syariah banyak banget keuntungan dan keunggulannya

Elangg wicakso said...

Pas banget nemu yang syariah, jadi perlindungan tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat!

Leha Barqa said...

Alhamdulillah pake juga yg syariah

uwanurwan said...

Betul kak. Jadi skr gak khawatir lagi mau daftar ke asuransi yak. Hihi

uwanurwan said...

Betul kak. Jadi tolong menolong secara gak langsung ya. Apalagi sistem ini sudah diajarkan sejak zaman Nabi..

uwanurwan said...

Wah serius udah pake? Alhamdulillah kak

Sugi Siswiyanti said...

Mantep nih tulisannya. Komplit mengupas tuntas asuransi.:-)

Uwan urwan said...

Ada mbak. Itu. Ahahah

Instagram