Dari Hobi Gambar Abstrak Sampai ke Melukis Tas Goodiebag

Membahas soal hobi, ada satu hobi yang memang ingin kuseriusin, yaitu seni (art). Aku punya Uwan’s Art, akun khusus karya gambarku. Sempat juga serius berbisnis di situ dengan melukis segala macam bahan, mulai dari kaos, gantungan kunci dari kayu, tas, gelas, mug, dan lain-lain. Akhirnya gulung tikar karena manajemenku buruk sekali. Meski begitu, aku tetap menerima pesanan gambar sih.


Tas lukis

Kalau ditanya, “Sudah gak gambar lagi?”

Masih kok. Ya, masak setiap gambar abstrak, ilustrasi abstrak, lukisan surealis, dan gambar surealis, harus diposting? Belum tentu kan? Beberapa kali dapat goodiebag berupa tas dari event yang kduatangi. Biasanya kalau sudah begitu, aku mulai berpikir untuk memodifikasinya. Aku gak mungkin merombak tatanan tas yang sudah bagus, ya jalan satu-satunya digambar, ya gambar abstrak, ilustrasi surealis, atau dengan gambar surealis.

Mengambar, mewarnai, melukis, sudah jadi pekerjaan rutinku sejak kecil. Aku masih ingat betul waktu SD diminta tetangga untuk mewarnai tugas gambarnya. Namanya juga suka ya, aku melakukannya dengan senang hati. Mewarnai satu area satu ke area lain sangat menyenangkan. Sambil mengobrol di sela-sela azan magrib.


Tas lukis
Lukisan di tas yang aku pakai adalah hasil karyaku

Suka menggambar bukan berarti gambarku bagus ya. Aku setengah percaya diri dan setengah belum percaya diri sih, padahal sewaktu bertemu dengan salah satu kurator keren di Pasar Seni Ancol kapan waktu itu, beliau bilang kalau gambarku bagus. Goresan lukisan abstrak, gambar surealis, lukisan surealis, dan ilustrasi surealis karyaku sudah sedemikian sempurnanya untuk disebut sebagai pelukis, tapi memang ada beberapa poin yang kudu aku kembangin. Aku belum punya ciri khas dan belum begitu paham mengenai apa yang sedang kugambarkan. Belum percaya diri. Masih. Sampai saat ini. Hiks.

Pola lukisan abstrak dengan warna-warni ceria

Tas lukis

Tas lukis

Tas lukis

Berbekal cat akrilik yang kupunya, saat tengah malam dan sedang gabut, kamarku berantakan lagi. Penuh dengan cat akrilik warna merah, cat akrilik warna oranye, cat akrilik warna hijau, cat akrilik warna biru, wadah air, kuas, dan perlengkapan lain. Paling nyaman memang kerja berantakan. Wkwk... 

Beberapa kali aku bikin pola sebelum menggambar, tapi kadang juga enggak. Untuk tas selempang goodiebag dari Astra, aku hanya membatasi area melukis dengan selotip. Aku memberi area segi empat sebagai area lukis. Dari situ aku kombinasikan warna-warna yang kupunya, hijau stabilo, kuning, oranye stabilo, dan kuasku menyapu dengan lembut permukaan kain biru gelap itu. Hasil akhir kuberi nama Uwan’s Art biar aku bisa sekalian pameran berjalan dan tidak tertukar dengan teman lain. 


Tas lukis
Lucu kan? Hehe...

Kalau kamu lihat, konsep lukisan abstrak di tas lukis itu sebenarnya sebuah harapan. Di dalam kecamuk hidup yang penuh drama, akan selalu cahaya cerah yang membuat diri bahagia. Langit akan selalu cerah, bunga-bunga akan bermekaran, dan pertolongan orang lain akan selalu datang.

Tas lukis

Pada hari yang lain, aku pun bosan dengan tas gendong goodiebag dari Kemenkes. Sudah lama punya tas ini dan teman-teman bloger yang punya tas serupa ada banyak. Beberapa teman memodifikasi dengan dibordir dengan namanya. Biar gak ilang. Kalau tasnya kembaran kan cukup repot ya. Ketuker kan bahaya. Takutnya isi dalam tasku cukup menyeramkan, ada celana dalam atau barang-barang berdosa lain misalnya. Haha... Jadi lebih baik kusulap jadi tas lukis.

Tas lukis

Lukisan abstrak, gambar abstrak, gambar surealis, lukisan surealis, sebenarnya memang kesukaanku. Selain karena stres kalau gambar realis, aku ga begitu bisa bikin gambar terlihat seimbang. Padahal di alam sudah jelas, keseimbangan selalu dicari. Gak ada yang benar-benar seimbang, tap alam selalu berusaha berada di titik seimbang. Untuk tas abu-abu dari Kemenkes ini, aku membuat pola terleih dahulu. memang sengaja aku bikin warna-warni karena memang terinspirasi dari warna-warni di alam, yang membuat aku bahagia.

Tas lukis

Iya gak sih, begitu aku keluar rumah, pergi ke taman bunga, terus melihat bunga-bunga warna warni seperti di Taman Gedung PT Balai Pustaka, rasanya damai sekali dan bikin ceria. Sama sih, lukisan abstrak, gambar abstrak, lukisan surealis, di tas ini juga sebuah harapan agar hidupku berwarna-warni, bikin bahagia, gak cuma buat diri sendiri tapi bisa menyebarkan kebahagiaan buat orang lain. 

Tak lupa aku tetap harus narsis memberi nama tas lukisan surealis ini. Kan aku bangga dengan hasil karyaku dan harus pameran berjalan pakai tas lukis. Haha... Gak ada yang tahu ke depannya aku dicari-cari karena itu kan? Bismillah aja. Hehe...

1 comment:

Ani Berta said...

Spechless sama karya Mas Uwan ini. Pokoknya bikin gak nyangka dan suatu saat aku rekomendasikan ke yg membutuhkan sentuhan art di produknya.
Kerennnn!!!!