Makanan yang Aman dan Bermutu itu Hak Semua Bangsa

Selalu punya ekspektasi tinggi makan di warung seafood karena memang sejak kecil dikenalkan dengan makanan dari laut. Saya selalu berpikir warung seafood akan menyajikan makanan yang aman dan bermutu. Lalu pada suatu hari yang cerah saya pesan cumi saos padang di warung seafood, tak jauh dari kostan. Sebelum duduk, saya melihat pria yang melayani mengambil sebungkus cumi dari dalam kulkas. Terlihat seperti cumi pada umumnya.

Makanan yang aman dan bermutu

Begitu makanan disajikan dan saya bernafsu menyantapnya, cuminya sudah lembek, tidak kenyal, dan pastinya sudah terlalu lama ada di dalam mesin pendingin. Intinya sudah tidak layak dikonsumsi. Saya kecewa, baru kali ini saya makan seafood menjadi tidak seberselera itu.

Makanan yang aman dan bermutu


Saya tandai warung itu dan tidak akan datang lagi makan di sana kalau tida terpaksa. Saya melakukan hal yang sama untuk warung atau restoran lain jika makanan yang disajikan tidak segar, tidak satu jalur dengan lidah, tempatnya tidak nyaman, pelayannya tidak ramah, dan lain-lain. Namun, poin utamanya biasanya lebih ke makanannya sih, harus makanan yang aman dan bermutu.

Makanan yang aman dan bermutu ternyata diatur pemerintah

Keamanan pangan (food safety) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. 

Makanan yang aman dan bermutu

Makanan yang aman dan bermutu

Banyak komponen penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan keamanan pangan, yaitu kebersihan dan sanitasi lingkungan, kebersihan makanan, kebersihan sarana dan peralatan, dan kebersihan penjamah makanan demi mewujudkan kesehatan masyarakat.

Makanan adalah bahan-bahan pangan yang mengandung gizi dan harus bersih saat masuk ke dalam tubuh. Mau tidak mau kita akan menyentuh makanan dengan tangan dan proses ini yang menjadi penyebab umum terjadinya pencemaran makanan. Kemudian makanan yang masih mentah atau belum mau digunakan harus disimpan dalam ruang tertutup (baik di suhu ruang atau dingin).

Makanan yang aman dan bermutu

Makanan yang perlu dipanaskan untuk membunuh mikroorganisme yang kemungkinan akan mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, penyimpanan makanan jangan terlalu lama, untuk suhu ruang setidaknya yang tidak tahan lama jangan lebih dari 3-4 jam dan yang di dalam lemari es setidaknya selalu cek kondisinya. Peralatan makan juga harus bersih. Cucilah setelah digunakan dengan air mengalir dan disimpan dalam rak penyimpanan yang bersih.



Tak hanya itu, makanan yang kita makan harus layak dikonsumsi. Tidak hanya soal kebersihan makanan, pengolah, dan peralatan makan saja. Untuk makanan-makanan yang dijual di pasaran, baik di restoran, supermarket, dan tempat lain harus bebas dari bahan-bahan berbahaya. Bahan berbahaya apa saja sih? Misalnya formalin, bahan pewarna tekstil, residu pestisida, dan lain-lain. Hal yang tidak layak lagi yang seperti apa? Tidak jelas diproduksi siapa dan di mana, belum melalui uji Badan POM, kadaluarsa, kemasan rusak, dan lain-lain. Sebenarnya tidak hanya soal makanan sih, tapi kosmetik juga. Banyak sekali beredar kosmetik tanpa merek dan belum jelas kandungannya.

Kemudahan mendapat produk obat dan makanan

Makin ke sini makin  gampang beli makanan dari berbagai penjual, baik yang offline dan online. Apalagi di jualan online, platform-platform jualan online juga mewadahi orang-orang untuk memulai bisnis-bisnis mereka. Tidak semua orang peduli dengan keamanan dan kelayakan pangan, yang jelas murah, enak, dan dapat porsi besar. Cuma sebagian saja yang paham tentang makanan yang aman dan bermutu.

Makanan yang aman dan bermutu

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah mengenai kesehatan masyarakat dalam hal keamanan dan kelayakan pangan, Badan POM bekerjasama dengan Asosiasi E-commerce (idEA) dan beberapa markeplace, seperti Bukalapak, Halodoc, Klik Dokter, Grab, dan Gojek. Kerja sama ini disebabkan oleh hasil pengawasan Badan POM lewat tim Cyber Patrol, di mana hasilnya menunjukkan bahwa banyak sekali produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu yang diperjualbelikan lewat berbagai platform jualan online.



Badan POM juga bekerjasama dengan Aprindo, dimana Aprindo merupakan asosiasi pelaku usaha yang punya pengurus daerah di 34 provinsi. Anggotanya sudah 40.000 ritel modern dari yang kecil sampai yang besar. Sebagai bentuk edukasi cek dan ricek terlebih dahulu sebelum berbelanja, info Cek KLIK ada di semua ritel di seluruh Indonesia.

Makanan yang aman dan bermutu

Makanan yang aman dan bermutu

Tak hanya itu, Badan POM juga bekerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Yang jelas tujuannya agar masyarakat tidak gampang membuat fitnah dan informasi tidak benar (hoax) mengenak obat dan makanan. Tentunya tidak hanya merugikan dong, tetapi juga mereahkan. Hal itu disampaikan oleh DR. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, dalam talkshow Ngobrol Asyik Milenial bersama BPOM di Jakarta Selatan, 9 November 2019 lalu. 

Masyarakat harus memilah mana informasi yang bisa dipercaya atau tidak dan tidak menggiring opini yang menyebabkan orang-orang jadi gelisah dan takut. Dalam acara itu Penny juga mengajak masyarakat dan anak-anak milenial untuk lebih cerdas memilih berita. Kalau sekiranya kurang berfaedah tidak perlu dibagikan.

Acara itu juga menjadi penentu bahwa kita bisa membagikan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat agar membantu menyadarkan masyarakat untuk memilih dan mengonsumsi pangan aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka mewujudkan zero hunger world. Dan sebenarnya kita punya kendali penuh untuk mengecek sebelum berbelanja dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluwarsa). Cek KLIK adalah salah satu cara yang bisa kita manfaatkan agar tidak mengonsumsi makanan dan obat berbahaya atau tidak memenuhi syarat. Bisa cek lewat websitenya atau download aplikasinya di Play Store.

No comments: