Jalankan Pola Hidup Sehat dengan ikut Healthies Run 5K

Untuk kedua kalinya saya ikut lomba lari demi menjalankan pola hidup sehat dan sukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, pertama di Gelora Bung Karno (lupa tepatnya kapan) dan di acara Healthies Run 5K, mengitari kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan area Mega Kuningan. Bahagianya, untuk pertama kalinya saya dapat medali. Yeay. Wkwkwk... Receh banget, gini aja senang!

Healthies Run 5K

Galakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan berlari

Jadi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan acara lari Healthies Run 5K. Saya ditawari tuh, harus kumpul di lokasi pukul lima pagi. Duh, jam segitu masih enak-enaknya tidur. Apalagi saya yang memang sering begadang dan baru tidur saat subuh. Hoam.

Meski begitu, saya iyakan karena ada teman menginap. Artinya ada yang akan membangunkan saya sebelum pukul lima. Tahu yang terjadi selanjutnya? Yakk, saya dan teman baru mulai tidur pukul tiga pagi. Teman saya sih sepertinya tidak tidur karena takut bablas. Menjalankan pola hidup sehat kok sering begadang ya? Haha.. Untunglah lokasinya dekat, tidak di Gelora Bung Karno lagi.

Lumayanlah ya masih bisa tidur dan akhirnya berangkat ke lokasi, tiba sekitar pukul lima lebih beberapa menit ke lokasi. Di sana semua orang sudah berkumpul dan ada yang pakai kostum Gatotkaca, pakaian ala suster, dan lain-lain. Ya memang ada lombanya juga bagi yang pakai kostum saat berlari.

Healthies Run 5K

Ya lumayan, saya ikut untuk memeriahkan acara, berkumpul bersama teman, sekaligus ya sekalian olahraga. Kalau hanya lima kilometer saya mah sanggup. Berlari terus sih tidak mungkin, kebanyakan pasti jalan kaki. Ya tidak apa-apa, untuk menjalankan pola hidup sehat memang tidak harus dikuras kan tenaganya. Harus pelan-pelan.




Kegiatan berlari Healthies Run 5K baru dimulai sekitar pukul setengah tujuh. Sebelum berlari ada pemandu di depan panggung, dari jauh hanya terlhat ia memakai baju warna merah, seorang pria. Pria itu memandu gerakan untuk pemanasan sebelum berlari. Bagus biar tubuh tidak kaget kalau langsung berlari, apalagi karena terlalu sering berlari dari kenyataan.

Healthies Run 5K sebagai upaya menjalankan pola hidup sehat

Saya pelan-pelan meninggalkan kebiasaan menggunakan ojek online, meski tidak sepenuhnya. Saya memilih naik MRT atau TransJakarta yang membutuhkan lebih lama untuk sampai ke tujuan. Biasanya butuh 5-10 menit untuk sampai stasiun atau halte. Jadi saya kira akan lebih siap dengan berlari sejauh 5 km dibandingkan pertama kalinya ikut lari 5 km di Gelora Bung Karno waktu itu. Oh ya, acara lari sering sekali diadakan di Gelora Bung Karno memang.

Healthies Run 5K
Belum sampai setengah perjalanan saya memilih untuk berjalan karena lutut sebelah kanan mulai terasa sakit. Sampai harus ditinggalkan teman. Wkwkwk. Namun tidak masalah, kaki saya tidak protes kalau berjalan lambat atau agak cepat. Akhirnya sampailah saya di titik finish, artinya saya berhasil melewati rintangan yang tak bertepi, halah. 

Senang rasanya, tubuh saya banyak mengeluarkan keringat dan memicu saya untuk banyak minum. Sayang sekali aplikasi pendeteksi langkah kaki tidak berfungsi karena diletakkan di dalam tas. Padahal harusnya sudah sejauh 10.000 langkah. Malah di aplikasi hanya menunjukkan jumlah empat ribu saja, tapi tidak apa-apa. Saya bahagia. Belum lagi semua peserta dihibur dengan adanya senam bersama. Dan hiburan lain.


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya gencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada masyarakat. Salah satu langkahnya dengan mengadakan lomba lari 5 km awal Oktober 2019 kemarin. Peserta datang dari berbagai komunitas meramaikan kegiatan itu, termasuk mereka yang memang hobi berlari.

Healthies Run 5K

Healthies Run 5K

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek turut menghadiri acara tersebut. Nila berterimakasih kepada seluruh peserta yang mengikuti Healthies Run 5K tersebut yang terdiri dari rekan jajaran Kemenkes, jajaran dari lintas kementerian, TNI-Polri, Wartawan, dan umum. "Hari ini kami sebetulnya mengundang semua kementerian, tapi menterinya tidak bisa datang jadi diwakilkan. Untuk peserta yang tua-tua, tenang saja ada ambulans tidak usah takut," ujar Nila bergurau.

Bahagia sekali ikut event lari ternyata. Apalagi diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tentunya tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Kita harus mendukung dengan menjalankan pola hidup sehat.

No comments: