TransJakarta Berani Berubah

August 20, 2016

Jakarta itu tiada hari tanpa macet. Rasanya malas beranjak dari tempat duduk untuk pulang jika harus membayangkan harus mengantri berpuluh-puluh meter. Beberapa kali saya temui antrian di shelter busway sampai harus menempati jembatan penyebrangan untuk shelter-shelter tertentu.
TransJakarta tentu saja masih menjadi alat transportasi andalan bagi sebagian besar orang. Busway sudah mulai banyak yang steril dari pengendara nakal. Memang tidak semua sih dan pada jam-jam sibuk, jalur TransJakarta memang masih menjadi alternatif menghindari kemacetan.
TransJakarta memang merupakan sistem transportasu Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Bukan tanpa sebab TransJakarta didirikan. Lahirnya Tj (kependekan dari TransJakarta), merupakan salah satu upaya pemerintah menanggulangi kemacetan. Harus didukung dong. Bukan malah menyalahkan penerintah karena jalurnya masih suka dipakai bebas oleh pengendara nakal.
Pemerintah selalu berupaya untuk kita semua. Bersama Tau Dari Blogger (TDB) dan TransJakarta mulai menjalin sinergi. TDB menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya perbaikan sistem di lini transportasi. Tentu saja TDB juga termasuk masyarakat yang secara langsung bisa menyampaikan kritik, saran, dan perbaikan untuk sistem transportasi di Jakarta. Untuk itu terbentuklah Tije Community sebagai wujud dari kegelisahan banyak orang. Melalui TDB, informasi terbaru mengenai TransJakarta bisa terdistribusi dengan baik melalui tulisan di berbagai media sosial.
Tentu saja berita yang disampaikan untuk kebaikan bersama. Melalui Tije Community, 13 Agustus 2016 menjadi pengikat hubungan antara pihak TransJakarta dan masyarakat. Apa siy yany dilakukan kemarin? tije Community melakukan tour singkat dari Sarinah menuju Kota Tua.
Untuk mempererat hubungan silaturahmi, peserta tour bermain bersama. Permainan ringan ini meski melawan energi matahari siang, terbukti tak berhenti. Bahkan Pak Direktur Utama TransJakarta, Budi Kaliwono, ikut bergabung. Serunya tdb dan pihak TransJakarta sangat terasa sampai waktu pun tak terasa menjelang malam.
Usai bermain di Kota Tua, samhil mengillhami sejarah yang ada di sana, kami pun kembali ke Sarinah. Dari sanalah mulai terjadi pembicaraan serius mengenai jalan yang ada di Jakarta.
Dan benar, pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin. Itu terlihat dengan pembangunan infrastruktur di mana-mana. Memang sih, Tj dan asesorisnya masih belum sempurna. Bus-bus masih terhambat di jalan akibat macet, belum ada toilet umum, musala, wi-fi, dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki. Jakarta tergolong hebat lo karena memiliki jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km) dengan 228 halte yang tersebar di 12 koridor. Sudah hebat kan? Mangkanya kita harus membantu program pemerintah. Kalau pun ada keluhan, baik disampaikan dengan baik melalui akun-akun medsos TransJakarta.
Jika awalnya TransJakarta hanya beroperasi dari pukul 05.00-22.00 wib, kini sudah 24 jam karena ada bus dini hari juga untuk melayani penumpang yang bekerja malam dan pulang dini hari. Penambahan jalur pun dilakukan di beberapa tempat. Dan jangan khawatir, armada TransJakarta baru akan bertambah dalam waktu dekat. Harapannya sih waktu tunggu berkurang. Yuk upayakan naik transportasi umum guna mengendalikan kemacetan. Kalau pun kamu menggunakan kendaraan pribadi, jangan jadi pengendara nakal yang pakai jalur TransJakarta ya. Jika tidak, akan ada puluhan hingga ratusan orang yang terzolimi akibat perbuatanmu. (Uwan Urwan)

You Might Also Like

0 komentar

Sangat senang kalau kamu berkenan meninggalkan komentar di sini. Kamu jaga kesehatan ya. 💪

Instagram