Boiler Biomassa Industri Berbahan Bakar Sekam Padi di Jawa Tengah

 Indonesia sudah lama dikenal sebagai negara penghasil beras karena termasuk negara agraris. Produksi padi yang cukup tinggi ternyata membuat produk sampingannya juga melimpah, seperti jerami dan sekam. Di Situbondo setahuku, yang dilakukan setelah panen, jeraminya akan dibakar. Dalam industri pertamanan, sekam biasanya dipakai sebagai media tanam. Sepertinya hal ini juga dilakukan di daerah lain.

 

Boiler Biomassa Industri Berbahan Bakar Sekam Padi

Sudah ada banyak penelitian mengenai pemanfaatan sekam padi dan jerami sebagai biomassa, pakan ternak, dan pembangkit tenaga listrik. Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, membangun ketel uap berbahan bakar biomassa di kawasan pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardika, Prambanan, yang menjadi boiler biomassa industri pertama berbahan bakar sekam padi di Jawa Tengah. Boiler biomassa ini bisa mengurangi jejak karbon sampai 23% dan pemanfaatan energi terbarukan untuk menciptakan sirkulasi produk pertanian sekaligus menyejahterakan petani di sekitar. Ini juga sebagai upaya mewujudkan komitmen memitigasi perubahan iklim dengan menggunakan energi listrik terbarukan 100% pada tahun 2030 dan mencapai karbon netral pada tahun 2050.

 

Memanfaatkan sekam padi jadi energi terbarukan

Boiler Biomassa Industri Berbahan Bakar Sekam Padi


Danone berusaha meninggalkan jejak karbon seminimal mungkin, ramah lingkungan, dan lebih sehat. Untuk itu Danone Specialized Nutrition Indonesia bangun Boiler Biomassa untuk mitigasi perubahan iklim dan ciptakan sirkularitas produk pertanian, bekerjasama dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) yang membangun dan mengoperasikan Boiler Biomassa berbahan baku sekam padi.


Sebagai negara agraris, Jawa Tengah punya pasokan banyak sekam padi sehingga bisa dimanfaatkan kembali. Boiler Biomassa ini mampu mengurangi jejak karbon dari kegiatan produksi di Pabrik Prambanan sampai 32%, juga untuk mendukung Pemerintah tingkatkan bauran energi baru terbarukan sampai 23% pada tahun 2025.


Mesin boiler biomassa membutuhkan panas yang tinggi, lumrahnya perlu bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, artinya jika stok di bumi sudah habis, kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Eksploitasi yang berkelanjutan juga bisa menyebabkan struktur bumi rusak., area sekitar penambangan juga rusak.


Bahan bakar fosil pada proses pembakarannya juga berdampak negatif pada lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca dan menyebabkan polusi udara di mana polutan yang dihasilkan dikelompokkan ke dalam hidrokarbon, nitrogen oksida, dan karbon monoksida. Akibat pelepasan emisi ke atmosfer menjadi faktor terbesar terjadinya kabut asap, hujan asam, pemanasan global, dan krisis iklim.


Melihat kerugian tersebut, Danone meihat kesempatan bahwa di Jawa Tengah (Prambanan dan Klaten) produksi sekam padi cukup melimpah, hingga terpikirkan untuk diubah jadi biomassa. Bekerjasama dengan petani di sekitar, sekam padi yang dikumpulkan kemudian diangkut ke pengilingan menggunakan truk. Sekam padi itu kemudian dibawa ke ruang pembakaran. Sekam padi yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar menghasilkan uap.


Boiler biomassa diperkirakan butuh 10.500 ton sekam padi dalam satu tahun dan bisa menghasilkan 6 ton uap per jam. Energi uap tersebut dialirkan ke pabrik untuk menjalankan proses produksi.

 

Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi

Boiler Biomassa Industri Berbahan Bakar Sekam Padi

Boiler Biomassa Industri Berbahan Bakar Sekam Padi


Berdasarkan peluncuran Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi pada 15 Juni 2022, baik secara offline di Klaten, Jawa Tengah dan secara online melalui Youtube dan Zoom, teknologi ini mampu menurunkan emisi karbon sebesar 8.300 ton karbondioksida atau setara dengan emisi karbon yang diserap oleh 120.000 pohon dewasa. Artinya, melalui pemanfaatan sampah yang biasanya petani buang, dibakar, kini bisa dipakai sebagai sumber energi baru terbarukan untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari proses produksi di Pabrik Parambanan.


Tak hanya bagus dalam upaya penyelamatan lingkungan, tapi teknologi ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian yang sebelumnya dianggap kurang berguna. Abu sekam yang dihasilkan oleh pabrik ini dikembalikan ke petani untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung silika yan tinggi. Silika mampu meningkatkan produktivitas pertanian sampai 10 ton/hektare. Danone Indonesia dan BECIS telah mendistribusikan abu sekam bagi kelompok tani dan mendampingi aplikasinya bersama pupuk ke lahan pertanian seluas 159 hektare.


Sebagai informasi tambahan, pabrik Danone Indonesia di Prambahan juga sudah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang mana hasilnya digunakan untuk mengantikan suplai listrik dari PLN. Dan berdasarkan informasi yang kutangkap pada webinar itu, di Jawa Tengah sudah ada banya perusahaan yang menggunakan bioenergi untuk menanggulangi. Aku berharap makin banyak pabrik dan perusahaan, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, atau pun di provinsi lain, yang bersinergi agar bumi kita jadi lebih nyaman untuk ditinggali karena emisi gak rumah kaca berkurang drastis.

No comments: