Pilih Menabung Uang atau Investasi Saham?

 Sekitar tahun 1993 harga permen masih Rp25. Punya uang Rp100 sudah bisa beli empat buah permen dan beli sebungkus krupuk. Tahun 2022, iya sekarang, harga permen Rp100 per biji, itu pun tida semua warung yang menjual per biji. Harga krupuk yang tahun 1993 seharga Rp100 sekarang jadi Rp500. Belum lagi harga barang-barang lain. Sekarang sih kita bisa berpikir bahwa zaman dulu ternyata murah sekali ya, tapi nyatanya tidak. meski nilai harga barang kecil, tapi cara mendapatkan uang dari zaman ke zaman tida berubah, sama-sama susah dan butuh kerja keras.

 

InvestasiKu


Harga barang dan jasa akan selalu naik

Nah, kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu itu namanya inflasi. Inflasi termasuk gejala ekonomi yang tida bisa dihilangkan secara tuntas. Inflasi disebabkan oleh tinggnya permintaan sementara ketersediaan barang tidak cukup, biaya produksi meningkat, dan jumlah uang yang beredar tinggi.


Inflasi tak hanya berpengaruh pada kenaikan harga barang dan jasa, tapi ke nilai uang, di mana orang yang senang berinvestasi uang akan merasakan dampaknya bila menabung atau berinvestasi yang rencananya diambil 10 tahun lagi atau lebih. Tentunya nilainya akan berkurang. Misalnya total tabungan mencapai 10juta, jika dibandingkan 10juta tahun 1993 dengan tahun 2022, tentu akan berbeda.


Berbeda lagi jika kita berinvestasi emas, properti, atau saham, nilainya akan menyesuaikan dengan naiknya nilai mata uang. Anggap saja harga emas 1 gram tahun 2022 (ini hanya contoh agar memudahkan), lalu tahun 2032 emas tersebut dijual. Harganya kemungkinan bisa 200ribu atau 300ribu tergantung besarnya inflasi. Begitu pun harga properti, tiap tahun harga tanah saja naik harganya. Lalu bagaimana dengan saham? Ah, menarik.

 

Investasi yang nilainya tidak berubah karena inflasi

InvestasiKu


Sebelum jauh-jauh membicarakan saham, ada baiknya kita belajar tentang investasi dan apa saja instrumennya. Kebetulan aku pernah membahasa tentang jenis-jenis investasi, baik berdasarkan bentuknya, berdasarkan jangka waktu, termasuk  investasi apa yang populer di Indonesia. Kamu bisa baca terlebih dahulu tulisanku ya. Link di bawah.

 

Baca juga : Jenis investasi dan instrumennya

 

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia. Nah biasanya kita membeli saham di bursa saham dan bisa mendapatkan sekian persen kepemilikan perusahaan. Makin besar persentase saham yang kita miliki, semakin kuat kedudukan kita di perusahaan itu. Ibaratnya kalau kamu punya 50% saham di perusahaan Uwan’s Art, misalnya, posisimu dan posisiku sejajar. Kemungkinan jika ada hal-hal yang berurusan dengan peningkatan produksi, kamu juga bisa ikut menyumbangkan ide dan keputusan.


Di dalam dunia saham, ada dua kegiatan yang dilakukan untuk memaksimalkan profit dari saham, yaitu investasi dan trading. Sebelum membeli saham, sebaiknya bekali diri dengan mempelajari tentang saham. Ada beberapa jenis saham, antara lain saham atas unjuk (baerer stock), saham atas nama (registered stock), saham unggulan (blue-chip stok), saham pendapatan (income stock), saham pertumbuhan (growth stock-well known), saham spekulatif (speculative stock), dan saham siklikal (counter cyclical stock).


Anggap saja kita sedang ingin membeli kepemilikan atas suatu perusahaan Uwan’s Art sebesar 100ribu (hanya contoh untuk memudahkan). Nilai 100ribu adalah 1% dari total saham yang diperdagankan, artinya kita membeli 1% kepemilikan atas perusahaan Uwan’s Art. Dengan membeli 1% saham Uwan’s Art, kita juga punya hak mendapat pembagian keuntungan.

 

InvestasiKu

Beli saham lewat aplikasi InvestasiKu

Zaman sekarang untuk membeli saham tidak perlu lagi ke bursa saham, sebab sudah bisa dilaukan lewat smartphone. Sebagai orang yang ingin punya masa depan cerah, aku juga perlu melakukan investasi yang di masa depan menguntungkan. Salah satunya investasi saham. Yang jadi poin utamaku kalau melakukan investasi di aplikasi, yaitu apakah aman? Sebab zaman sekarang ada banya apliksi keuangan bodong.


InvestasiKu aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Minimal ya aku merasa aman dulu. Selanjutnya tinggal mempelajari aplikasi InvestasiKu. InvestasiKu juga sudah terintegrasi dengan seluruh layanan merchant CT Corpora untuk menunjang gaya hidup masa kini. Nantinya akan ada poin dan kupon yang bisa kita nikmati untuk bertransaksi di merchant-merchant Perusahaan dan anak perusahan CT Corpora, seperti Bang Mega, Trans TV, Trans 7, Trans Studio Mall, Wendy’s, Baskin Robins, ibis, dan lain-lain. Dan tentu saja aplikasinya tidak sulit dipelajari. Investor baru sepertiku bisa memulainya dengan baik.ada fitur Trading Idea yang bisa menjadikanku menimbang-nimbang saran saham di hari itu.


Bayangkan ya zaman yang belum secanggih sekarang, proses membeli saham itu cukup ribet. Harus datang ke tempat jual beli saham, harus antri, kadang harus dibantu costumer service untuk menjelaskan, belum lagi ini itu. Makanya beli saham seperti tida bisa dilakukan oleh orang biasa, dulu.


InvestasiKu


Berkat InvestasiKu, proses pendaftaran jadi lebih mudah, tinggal download aplikasinya di mana saja, kapan saja, kemudian registrasi. Nah, kita bisa langsung melakukan trading di hari yang sama. Pembayaran juga semudah itu, tinggal to up, seperti membayar belanjaan di online shop.


Untuk registrasi, yang perlu disiapkan, yaitu

-          KTP

-          Email aktif

-          Nomor hp

-          Rekening bank

 

Tahapan yang perlu dilakukan selama proses registrasi, yaitu

-          Mengisi data diri

-          Melakukan verifikasi biometrik

-          Mendapatkan email konfirmasi.

-          Selesai.

 

Untuk membeli saham , yang perlu kamu lakukan, yaitu

-          Masuk ke menu market.

-          Pilih jenis saham yang sekiranya berpotensi bagus dan sesuai dengan kebutuhan.

-          Piluh menu “beli” dan masukkan harga dan jumlah lot yang ingin dibeli.

-          Komfirmasi pembelian dan masukkan PIN trading.

-          Setelah dikonfirmasi, selesai.

 

InvestasiKu

Semudah itu membeli saham lewat apliksi InvestasiKu. Yang jelas sebelum memutuskan untuk membeli saham, sebaiknya pelajari terlebih dahulu keuntungan dan apa risikonya. Sebab melakukan investasi saham berbeda dengan menabung. Akan selalu ada risiko yang harus diterima jika terjadi sesuatu di kemudian hari.

No comments: