Warga Situbondo Pamerkan Karya Instalasi Seni di Atas Sungai

“Mau Lihat Menara Eifel, di Situbondo ada loh,” kata seorang teman begitu kami berkeliling di Situbondo.

Situbondo

Beragam instalasi seni di atas sungai

Tanpa ba-bu ba-ba-bi aku pun mengiyakan karena penasaran. Dari alun-alun Situbondo, melewati Masjid Agung Al Abror, lalu menyebrang mengikuti aliran sungai di sebelah pegadaian. Terus saja ke utara. Beberapa menit kemudian aku melihat ada instalasi besar yang terbuat dari kayu. Instalasi-instalasi seni itu diletakkan di tengah sungai dan berjejer-jejer dan diberi jarak beberapa meter.

Situbondo

Situbondo

Benar, saya tak perlu jauh-jauh ke luar negeri lagi kalau memang punya budget minim. Cukup berjalan kaki di sepanjang sungai RT 03 RW 03, Lingkungan Krajan, Kelurahan Dawuhan, Situbondo untuk menikmati pemandangan sederhana itu. Ada kincir air dalam ukuran kecil, ada Monas mini, ada gubuk-gubukan, ada naga, ada kapal pinisi, ada menara eifel mini, dan patung singa seperti yang ada di Singapura.

Instalasi-instalasi tersebut sepertinya memang dibuat untuk menghibur warga sekitar dan siapapun yang lewat. Sebab sebelumnya memang hanya berupa sungai kosong dengan air keruh berwarna cokelat, saat pagi sampai sore akan ada pemandangan orang mencuci baju, mandi, sampai buang air. Hehe... Saat ini, pemandangan itu bertambah dong. Untuk menambah semarak instalasi itu, disediakan juga lampu tumblr hias yang dirangkai sedemikian rupa.

Hiburan baru dan wisata foto lokal

Situbondo

Situbondo

Aku bisa paham gimana kegelisahan warganya agar Situbondo tampak menarik. Sebab aku mengalaminya selama bertahun-tahun dan tidak melakukan aksi apapun. Mungkin melalui tulisan ini Situbondo mendapat perhatian khusus dan lebih berkembang dan maju untuk sektor pariwisatanya, perekonomiannya, pemberdayaan sumberdaya alam sekaligus manusianya, dan sektor-sektor lain. 

Nah mungkin saja (ini baru dugaan ya karena belum sempat wawancara penggagas wisata singkat ini) kalau dari segi usaha, kuakui memang luar biasa sekali dan benar apa yang mereka lakukan. Menambah wisata baru, menambah semarak kota yang dikenal sebagai Bumi Sholawat Nariyah ini. Aku bisa berfoto-foto di beberapa spot yang disediakan tanpa membayar.

Berkunjung saat pagi atau sore dan malam tentu nuansanya berbeda. Hanya saja kalau siang emang gak kusaranin sih karena pasti sinar matahari sedang terik-teriknya. Kalau pagi atau sore, pencahayaannya akan cukup sehingga untuk berfoto akan bagus, objeknya terlihat dengan jelas pula. Cuma ya begitu, lampu-lampu tumblr tidak menyala dong. Tidak ada kelap-kelip di kamera. Namun, kalau datang malam hari, ya memang harus memastikan kamera yang dipakai bisa menangkap cahaya minim. 

Situbondo

Situbondo

Meski aku kagum, aku menangkap hal yang ganjal atau kurang estetik. Sungai jadi terkesan penuh dengan adanya instalasi-instalasi tersebut. Belum lagi ditambah pembatas yang bopeng-bopeng, ditambah keberadaan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Ini menurut perspektifku sih, mungkin pendapat orang lain akan berbeda. Menurutku kalau memang mau digunakan sebagai area foto, setidaknya ada satu sisi yang digunakan untuk menutup area (jadi background). Entahlah bagaimana caranya. Wkwkwk. 

Situbondo

Bagiku, memotret instalasi seni akan lebih baik kalau backgroundnya kosong atau sekalian pemandangan alam. Menurutku jadi lebih bagus ketimbang backgroundnya rumah-rumah yang mana ada kabel-kabel berseliweran juga. Hehe... Kalau memang mau diniatkan harusnya sudah dipikirkan dari awal sampai akhirnya akan bagaimana. Itu kurangnya, selebihnya aku suka. Kamu suka instalasi seni yang mana?

No comments: