Gua Soekarno, Wisata Instagramable di Sumenep


Perjalanan memang selalu bawa cerita baru. Bertemu teman baru, tempat baru, pelajari hal yang belum pernah ditemui, dan meremajakan pikiran kembali. Takjub tak kunjung henti lalu tinggalkan kenangan manis saat kembali ke rutinitas.


Gua Soekarno, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur adalah gua pertama yang saya singgahi dari sekian banyak gua di Indonesia. Sebelum masuk, bayangan tentang stalaktit dan stalagmit sudah menari-nari di kepala. Dari pintu gua terlihat beberapa pekerja beristirahat karena seharian beraktivitas. Gua itu termasuk baru dan belum dibuka untuk umum dan saya datang pada jam-jam istirahat siang.

Gua soekarno sumenep

Pintu gua tampak berseni dengan bebatuan berwarna putih kecokelatan. Bentuknya pun tak beraturan, seperti batu pada umumnya. Untuk masuk ke dalam gua, ada tangga yang mengarahkan ke celah kecil hanya muat untuk satu orang. Celah itu adalah pintu masuk ke dalam gua. Pada celah itu dipasangkan pintu kayu, mungkin nantinya pintu itu akan berganti menjadi bentuk yang lebih artistik.

Gua soekarno sumenep

Gua soekarno sumenep

Masuk ke dalam gua, ternyata ada celah di atas gua yang menjdi sumber cahaya. Beruntunglah tidak perlu cahaya tambahan untuk mendapatkan gambar. Kalau matahari sedang terik justru bagus untuk foto-foto. Ada beberapa ruangan di dalam gua itu. Ruangan-ruangan itu seperti aula yang saling terhubung satu sama lain. Dan masing-masing ruang besar terdapat celah di atas sebagai sumber.

Meski gua masih dalam perbaikan, keindahannya sudah terbentuk secara alami. Bentuk-bentuk dinding sudah menjadi bagian dari karya seni yang disediakan oleh alam. Pekerja meratakan dasar gua dan menutup bekas kotoran kelelawar dengan semen. Beberapa bagian gua yang punya jalan ke tempat lain pun ditutup agar pengunjung tidak tersesat, lagipula untuk memudahkan penjaga gua mengontrol pengunjung.

captured by Yopie Franz

Sebelum dijadikan tpat wisata, ternyata gua itu ditempati oleh keluarga yang sedang mendalami Islam kejawen. Saya diajak ke sebuah ruangan di mana tempat keluarga itu beristirahat. Ada sebuah ruangan kecil yang di dalamnya terdapat ranjang dan sebuah batu yang dianggap keramat. Batu tersebut sengaja dirawat dan rutin diberi wewangian. Kalau kamu berkunjung ke sana, cobalah cium batu tersebut. Ada aroma yang tercium.

Sisanya, gua tersebut bagus untuk foto-foto. Kamu bisa memanfaatkan pancaran cahaya yang muncul dari celah di atas gua atau memanfaatkan dinding alami gua. Saya yakin beberapa bulan ke depan, Gua Soekarno akan makin cantik. Kamu harus datang ke sana kalau guanya sudah dibuka untuk umum. (Uwan Urwan)

No comments: