Asian Games 2018, Cara Indonesia Tunjukkan Jati Diri


Asian Games pertama diadakan di Delhi, India, tahun 1951. Perhelatan olahraga megah itu diikuti oleh 11 Komite olimipade Nasional (NOC) termasuk Indonesia. Tahun ini giliran Indonesia menjadi tuan rumah pesta akbar itu.


Bukan pertama kali ini Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Tahun 1962 Indonesia pernah juga ditunjuk menjadi tuan rumah yang langsung dibuka oleh Presiden Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno. Tahun 1962 ada yang sudah lahirkah? Ah pasti kamu belum lahir. Hahaha. Tahun itu ada 1.460 atlet yang berpartisipasi, mewakili 17 NOC Asia. Asian Games terkenal sebagai multievent sebab memang berlangsung banyak event olahraga dalam kurun waktu tertentu.


Tahun 1962 tentu menjadi pengalaman berharga bagi Indonesia, apalagi putra-putra bangsa selalu berpartisipasi mengharumkan nama bangsa untuk setiap event Asian Games. Kira-kira kamu tahu, tahun 2014 tuan rumah Asian Games di mana? Benar sekali (padahal tidak ada yang menjawab), Korea Selatan. Sebuah kehormatan memang menjadi tuan rumah, menyambut atlet-atlet terbaik dari banyak negara di Asia.


Maskot Asian Games 2018, cerminan bangsa

Jiwa Energy of Asia sebenarnya merupakan gambaran dari keberagaman budaya, bahasa, dan peninggalan sejarah dari banyak negara. Kalau semua elemen-elemen tersebut menyatu tentu akan jadi kekuatan besar yang diperhitungkan dunia. Apalagi Asia adalah salah satu benua besar di bumi. Setelah ditelisik ulang, konsep keberagaman budaya, bahasa, dan peninggalan sejarah juga ada di Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terpisah-pisah oleh laut pun beragam. Untuk itu Indonesia punya filosofi Bhinneka Tunggal Ika.


Kalau kamu perhatikan, ada tiga maskot yang energinya berbeda, yaitu Bhin Bhin, Atung, dan Kaka. Bhin Bhin adalah gambaran dari burung cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin memakai rompi dengan motif Asmat dari Papua. Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta. Sementara Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Akan ada banyak sekali atlet yang akan berjuang untuk Indonesia. Kamu tahu ada berapa banyak cabang olahraga yang akan dipertandingkan selama Asian Games 2018? Kalau ini saya tidak akan memberi jawaban. Kamu harus mencarinya sendiri. Haha... Kalau tahun 2014, waktu di Krea Selatan, ada sebanyak 36 cabang olahraga yang ditampilkan. Indonesia harus memberikan sambutan yang baik dan meriah untuk event besar ini. Persiapannya pun tidak hanya sebulan dua bulan, tapi saya ingat, tahun lalu sudah ramai.

Saat ini, logo-logo Asian Games 2018 bertebaran di banyak tempat bahkan di banyak produk-produk. Artinya, banyak sekali yang mendukung event akbar ini. Oh ya, untuk tim nasional bola basket 3 x 3 putri, Indonesia sudah tetapkan empat pemain terbaik yang akan diturunkan di Asian Games XVIII 2018. Mereka adalah Christine Apriyani Rumambi, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Delaya Maria dan Ni Putu Eka Liana. Dengan diumumkannya pemain timnas 3x3 putri tersebut, maka skuat timnas 3x3 untuk Asian Games 2018 sudah lengkap karena sebelumnya, timnas putra juga telah menentukan pemain untuk Asian Games 2018 yaitu Erick Jonathan Gosal, Rivaldo Tandra Pangesthio, Vincent Rivaldi Kosasih dan Agassi Goantara.


Selama persiapan untuk Asian Games 2018, timnas putra dan putri 3x3 Indonesia sudah menjalani serangkaian latihan dan pertandingan di benua Asia dan Eropa. Tentu yang dipilih bukanlah pemain baru, sebab pertandingan ini mempertaruhkan nama bangsa. Meskipun begitu, menang atau kalah, harus tetap sportif. Timnas putra-putri sempat berlatih di Serbia selama seminggu awal Juli 2018. Selain itu, terlibat pula dalam beberapa turnamen di Eropa, seperti timnas putra mengikuti Kaunas Challenger di Lithuania, akhir Juni 2018 dan Lignano Sabbiadoro Challenger di Italia pada pertengahan Juli 2018.

Prestasi timnas putri itu masih banyak lagi yang sudah tercatat. Tentunya latihan keras tetap dilakukan untuk tujuan kemenangan. Pelatih dan peserta akan melakukan pertandingan sebaik mungkin nantinya. Kira-kira menurut kamu, tim dari Indonesia akan menang atau tidak? Yuk nonton langsun dan dukung atlet dari negara sendiri. (Uwan Urwan)

1 comment:

Zefy Arlinda said...

Indoensia pasti menang dong mas, aku dukung semua atlet dari Indonesia (ini ngetik dengan semangat 45)