Skip to main content

Ini Dia Cara Perbanyak Like di Instagram

Halo. Kamu punya Instagram? Mungkin tidak semua orang punya Instagram, tapi kebanyakan anak medsos pasti punya. Beberapa orang sangat serius menggunakan Instagramnya. Tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk mendapatkan gelar “anak hits” dan atau menghasilkan uang. Apa salah? Tidak.

Banyak orang mengeluhkan, followers saya sedikit, jumlah like sedikit, bagaimana sih caranya menambah followers dan agar jumlah like banyak? Kamu pasti kadang suka iri melihat postingan teman yang bagus dan jumlah likenya banyak. Kok aku gak bisa sih? Tenang, saya pun masih pelajari itu kok, yang jelas semua yang kamu inginkan itu butuh proses, selalu ada yang dikorbankan. Sekarang kamu lihat saja bagaimana perjalanan hidup artis-artis beken. Mereka tidak instan jadi ngetop, kecuali yang memang orangtuanya punya kenalan orang media dan anak artis ya. Mereka pasti melalui banyak hal pahit selama hidupnya, bahkan mungkin sampai detik ini.

Buat kamu yang pada dasarnya senasib seperti saya, bukan orang populer di kampus, di kampung, di komunitas, juga di Indonesia; bukan artis; prestasinya sedikit; atau hal lain yang mungkin tidak bisa terlalu dibanggakan, tapi ingin setiap postingan di Instagram banyak, tentu ada trik khusus. Tulisan ini akan bagikan cara-cara yang pernah saya lakukan agar like di postingan banyak, minimal 100 (maksimal tergantung amal dan perbuatan. Wkwkwk).

1.     Tambah followers

(kredit: www.koelnkomm.de)

Followersmu dikit. Selama pengamatan saya, jumlah like per postingan di Instagram itu hanya 1-3% dari jumlah followers. Kalau followersmu hanya 500 hitung saja kira-kira berapa jumlah like yang kamu dapat. Dengan menambah jumlah followers, kesempatan untuk mendapatkan jumlah like banyak lebih besar. Nah, masalahnya bagaimana cara menambah followers? Wong setiap hari saja nambah satu itu alhamdulilah banget. Saya sih sempat menulis tentang itu. Kamu bisa baca dua artikelnya di bawah ini


dan


 Beli Followers atau Organik?

Sebagai catatan sih, orang sebenarnya paling malas beri like dan komentar meski teman sendiri. Meski foto yang kamu posting bagus, apalagi jelek. Secara naluri kita juga begitu kan? Kadang juga memang tidak sempat cek beranda, sehingga postinganmu tidak akan terdeteksi, tapi itu bukan masalah besar. Tidak perlu baper denganKalau followers sudah bertambah tapi jumlah like masih sekitar 1% artinya kamu harus melakukan cara selanjutnya.

2.     Pakai hastag populer

Perhatikan apa yang sedang populer (kredit: gurutecno.com)

Cara kedua ini cukup ampuh. Tak apa jika temanmu tak memberi like atau komentar, tapi hastag membantu sekali. Orang yang sedang mencari postingan dengan hastag serupa akan menemukan postinganmu. Tergantung hastag yang kamu pakai termasuk populer atau tidak. Hastag populer biasanya akan mendapat respon cepat dari pencari hastag tersebut, tapi cepat juga tenggelam karena yang memosting dengan hastag serupa juga banyak. Kalau pakai hastag tidak populer jumlah likenya tidak akan terlalu signifikan, tapi akan membantu orang-orang khusus yang membutuhkan fotomu kelak. Pada suatu hari yang tidak kamu sangka-sangka tiba-tiba ada orang yang like postinganmu yang sudah diposting pada zaman dinoasaurus. Saya sarankan, selain menggunakan hastag populer, juga gunakan hastag sesuai gambar. Kalau fotomu bagus, mungkin akan ada yang repost. Saya pernah mengalaminya. Hehe...

3.     Rajin like postingan teman
Semua hal di dunia ini sudah ada hukumnya. Ada sistem timbal balik, lo jual gue beli, lo baik gue baik, atau like for like. Hukum alam seperti ini menurut saya ada kelebihan dan kekurangannya. Pada satu sisi, untuk mendapatkan sesuatu kita perlu berjuang terlebih dahulu, dan pada sisi lain, sebagai manusia malah jadi pamrih. Kalau kita like postingan orang lain, secara tidak langsung kita berharap orang tersebut like balik postingan kita. Kalau tidak kamu baper? Iya tidak? Apa? Tidak? Yakin gak baper? Ya kamu gak bakalan baper kalo punya Instagram cuma buat iseng.

(kredit: marriage.com
Di luar itu, sering-sering like postingan teman memberi peluang besar, postingan-postingan kita selalu muncul di beranda mereka. Juga karena sering like, kita akan selalu diingat. Teman kita tidak akan pelit menekan dua kali foto kita. Seperti hukum yang terjadi di alam. Hal baik yang kita lakukan akan kembali ke kita sendiri dalam bentuk baik. Saran saya sih, jangan pamrih. Ya, kalau suka like-like in saja semua. Toh, tidak akan berpengaruh pada tingkat kemiskinanmu. Malah membantu teman kita saat mereka dituntut untuk mendapatkan like banyak saat bekerja, berjualan, atau ikut kompetisi yang pemenangnya ditentukan oleh jumlah like.

Effort untuk poin ini memang cukup melelahkan karena mau tidak mau kita kudu sering lihat timeline Instagram. Oke, kalau kamu sudah merasa lelah, sebaiknya berhenti. Lakukan poin ini dengan riang dan santai. Tidak perlu tergesa-gesa karena jika terlalu cepat, akan diblokir oleh Instagram.

Oh ya, diblokir Instagram bukan berarti akunmu dinonaktifkan ya. Saya sering mengalami dianggap berbohong untuk hal ini. “Diblokir tapi kok bisa komen?” lalu diikuti dengan emoticon tertawa. Ada beberapa konsekuensi akibat kelakuan kita yang berlebihan di Instagram, misalnya follow orang terlalu banyak dan terlalu cepat, terlalu cepat like postingan orang, terlalu banyak posting di Instagram dengan hastag sama, melakukan komentar yang sama berulang-ulang untuk banyak akun, dan lain-lain. Konsekuensinya berbeda. Buat kamu yang belum pernah melakukan aktivitas berlebih, pasti tidak akan tahu. Kalau saya sering diblokir Instagram. Sudah langganan. Hehe... Tapi alhamdulillah tidak sampai dinonaktifkan. Ya konsekuensi ter-nyesek memang akun kita dinonaktifkan oleh pihak Instagram. Bukan diblokir ya. Kenapa bisa begitu? Coba pelajari term and condition yang tersedia di akun masing-masing.

4.     Like via hastag
Like via hastag. Hm, sudah pernah praktekin belum? Kalau pernah, jangan bosan-bosan untuk melakukannya terus. Selain itu ajang buat memperkenalkan akun yaitu dengan banyak like postingan orang. Apalagi buat kamu yang berjualan online, tentu akan bagus sekali like via hastag. Lakukan poin ini sesering mungkin sampai kamu bosan dan lakukan setiap hari secara kontinu. Nothing to lose saja. Santai tanpa tendensi. Kalau ada postingan yang menggelitik, komen saja. Secara alami, kita akan cek semua yang follow dan like postingan kita, tentu orang lain akan melakukan hal yang sama. Kalau feed kamu bagus dan menarik, bukan tak mungkin mereka akan follow akunmu. Kalau tidak, biasanya mereka akan bomlike.

5.     Bomlike
Bomlike juga memberi kesempatan untuk mendapatkan jumlah like bejibun. Siapa yang tak suka dibomlike? Yakin? Suka banget stalking akun teman tapi enggan beri like? Sungguh tidak berfaedah pekerjaanmu. Berbeda jauh ya kalau stalking mantan atau kekasih sang mantan, memberi like adalah  h a r a m  hukumnya, tapi kalau teman mengapa tidak beri like saja sekalian? Gengsi? Takut ketahuan kalau stalking? Kepo? Ingin tahu kehidupannya? Saya kasih tahu ya, stalking Instagram teman tidak akan membantu apa-apa selain hanya memperkuat asumsimu akan sesuatu. Padahal kamu sadar bahwa postingan di media sosial tak selalu kehidupan asli yang sedang ia jalani. Bisa saja latepost, bisa saja yang kamu anggap curhat itu hanyalah cuplikan dari kisah hidup orang lain, yang kamu anggap galau itu bisa jadi memang ia sedang mengerjakan novel atau puisi yang sebagian dijadikan caption postingan, dan lain-lain. Lalu kamu menyimpulkan kehidupan temanmu seperti yang ada dalam pikiranmu. Ya bisa jadi benar, tapi sayangnya kamu bukan Tuhan yang tahu segala isi hati manusia. Jatuh-jatuhnya kamu sendiri yang sakit karena terlalu ingin campur urusan pribadi seseorang.

(kredit: dagny.com)

Nah, saya melakukan hal lain. Stalking yang eksibisionis. Saya tidak akan malu mengakui, lagipula saya tandai dengan memberi love pada setiap postingannya. Memang kadang tidak semua postingan saya baca captionnya, tapi minimal ada sesuatu yang saya lakukan untuk membuat orang lain bahagia. Jumlah like itu penting lo. Semakin banyak like, kesempatan untuk berada pada posisi “top post” itu lebih besar. Apa untungnya? Kesempatan buat dilihat banyak orang lebih besar. Semakin banyak yang lihat, minimal orang tahu itu postingan kita, selanjutnya melihat postingan kita, lalu stalking akun kita, hasil akhir bisa jadi followers bertambah. Hm, atau bisa jadi beberapa agensi yang sedang mencari influencer untuk endorse produk akan tertuju pada akun kita.

6.     Minta bantuan teman

(kredit: merdeka.com)

Buat saya sih ini cara paling ampuh untuk mendapatkan like. Share link postinganmu di grup. Beberapa agensi dan perusahaan ingin postingan hasil kerjasama itu engagementnya tinggi. Mau tidak mau kita harus cari like dan komentar sebanyak mungkin. Atau kamu yang ikut kontes dan membutuhkan vote banyak. Sayangnya cara ini tidak bisa dilakukan terus menerus. Selain teman kita akan malas, juga akan membosankan. Tidak semua orang akan memberikan like secara terus menerus dengan diminta. Saran saya untuk poin ini, lakukanlah jika memang sangat dibutuhkan.

7.     Posting pada jam-jam aktif
Memosting pada jam-jam aktif terbukti memberikan impression tinggi. Tidak selalu sih. Menurut saya, memosting foto pada jam-jam aktif memang memberi kesempatan dilihat oleh lebih banyak orang, tapi tidak selalu berkorelasi dengan jumlah like. Secara naluri kan mmang begitu. Tidak semua orang mau memberi like. Cukup dilihat dan dibaca saja. Saya tidak tahu mengapa seperti itu. Padahal kalau memang postingannya bagus, menekan dua kali pada postingan teman justru lebih berfaedah. Ada kesempatan buat diingat, “Oh, orang itu selalu like postingan gue.” Pada suatu waktu dia akan like balik, atau malah justru memberi like di semua postinganmu tanpa harus diminta.

8.     Cek niche followers
Buat saya poin ini tak kalah penting. Sama seperti saat kita punya anak, kamu juga perlu perhatikan anakmu suka apa, tidak suka apa, karakter anakmu bagaimana, dll. Setelah tahu, berilah dia treatment sesuai kesukaan, tentu kita juga perlu didik anak sebagik mungkin dengan cara yang baik. Perhatikan apakah followersmu kebanyak ibu-ibu, bapak-bapak, atau anak usia belasan tahun. Ini juga berkaitan dengan pasar produk yang akan kita jual. Jangan egois. Ya, saya sih kadang egois juga ya. Menurut saya, ungkapan, “Masalah buat elo? Ini kan Instagram gue, kenapa elo yang repot?” itu ada benar salahnya. Kalau tujuan kita dapatkan banyak like, tentu tidak boleh egois dong. Segala foto anak lagi tidur dengan umbel nempel, foto kucing pup, foto blur dalam sebuah acara, sembilan foto selfie yang diposting berturut-turut dalam rentang waktu beberapa menit, atau postingan-postingan mengganggu lainnya, tentu jangan harap mendapat banyak like dan followers.

Sepatutnya kamu juga belajar bagaimana memberi hiburan kepada followers dengan totalitas dan sepenuh hati. Sayangilah kuota followersmu dan kuotamu sendiri, karena Instagram memang cukup menyita kuota jika dibandingkan dengan Twitter dan Facebook. Kalau kamu masih egois dengan menganggap itu akunmu ya suka-suka kamu, jangan sama sekali berharap followers dan like banyak. Jalani hidupmu dengan baik dan posting apa saja yang kamu suka. Bahagiakan diri. Bukankah itu yang lebih penting. Apalagi buat kamu yang sudah punya jabatan dan gaji bagus, tidak perlu lagi mencari uang lewat Instagram, bukan?
 

Bagaimana? Kesulitan ya? Ribet? Emang iya. Ada beberapa postingan yang saya buat tanpa hastag. Tidak ada tendensi untuk mendapatkan impression tinggi. Hanya ingin mencurahkan isi hati dengan puisi, misalnya. Tak hanya tanpa hastag, tapi juga saya posting tengah malam. Tentu orang-orang sudah tidur dong, tapi apa yang terjadi? Besok paginya saat bangun jumlah likenya sudah mencapai 200-an. Tidak selalu juga sih, postingan tanpa hastag akan mendapatkan impression tinggi. Kembali lagi pada siapa kita? Apa kita populer? Apakah kita berpengaruh di kalangan kelompok tertentu? Kalau iya, tentu tak perlu melakukan cara-cara di atas untuk mendapatkan banyak like.

Tentunya, setiap apa yang kita inginkan butuh perjuangan ya. Kita mau makan ya kerja untuk dapat uang, kita mau tidur nyaman ya kudu punya kasur empuk, mau punya istri salehah ya ya berusaha salehkan diri terlebih dahulu, mau dapat like banyak ya cobalah like postingan orang, mau dapat followers banyak ya follow orang atau promosikan akun kita. Tidak ada yang instan d dunia ini, Mas Mbak.

Eh, siapa bilang tidak ada yang instan? Ada kok. Makanan saja ada, mi instan, bubur instan, ayam instan, dll. Untuk dapatkan like banyak tentu bisa dong dengan cara instan, tapi saya belum pernah praktekkan. Pengen praktekkan sih tapi belum sempat dan belum mau. Haha... Apa itu?

  1. Beli like
Akun jua like sudah banyak. Tinggal pilih saja mana yang sesuai. Ada yang aktif ada yang pasif. Yang pasif ya robot, kalau yang aktif ya benar-benar manusia. Organik kok. Cuma ya itu, ada yang benar-benar akun personal, ada yang bukan. Ah, entahlah. Saya mah belum pernah melakukan dan belum punya data valid untuk menceritakan asumsi-asumsi saya. Cuma kalau memang kepepet, cara ini bisa diaplikasikan.

  1. Pakai aplikasi
Ada aplikasinya. Apa ya? Coba browsing deh. Beberapa aplikasi menawarkan untuk dapatkan like secara otomatis. Beberapa orang kemungkinan sukses menggunakan aplikasi tersebut, kalau tidak, tiak mungkin aplikasi tersebut berjaya. Saya belum pernah pakai. Cuma kalau aplikasi tambah followers saya pernah coba. Saya ujicobakan untuk akun fake. Saya coba buat akun lain dan memang terbukti bisa menambah followers. Hanya saja sebagai konsekuensi, jumlah following akan bertambah terus. Entah itu bagaimana caranya bisa begitu. Yang jelas semakin sering pakai semakin banyak jumlah followingnya dan saya tidak bisa kontrol. Bisa dibayangkan kalau saya pakai untuk di akun benar. Untung saja. Nasib akun fake tersebut sekarang entahlah bagaimana. Lagipula, aplikasi sejenis itu menurut saya kurang aman. Karena rentan dihack ya, kata saya. 

Mungkin masih ada cara-cara lain untuk menambah like dengan cara organik atau pun yang praktis. Saya belum tahu dan mungkin akan tahu suatu saat. Yang jelas buat saya sih, jangan pelit untuk memberi like pada postingan orang lain. Apalagi jika teman kita sedang promosikan produk mereka, beriklan, sedang menjadi buzzer. Kenapa tidak sih? Jangan terlalu sirik dengan pekerjaan orang lain. Cukup tekan dua kali postingan orang lain, bukan? Tidak disuruh membayar kok. Kalau teman kita berhasil dalam pekerjaannya, bukannya kita juga ikut senang? Bahagia lagi kalau kita mendapatkan imbasnya, misalnya ditraktir. Ya kecuali kamu sirik sih. Lalu berkomentar, "Orang itu ngiklan terus deh." Pada suatu hari kamu pasti melakukan hal yang sama, iklan/promosi produk atau usahamu. Lalu tidak ada satu pun yang merespon. Siap-siap saja untuk tidak baper. Hehe... (Uwan Urwan)

Comments

Paling banyak dibaca

Mengilhami Dinding Sel Supermini

Pohon mangga ( Mangifera indica ) setinggi 4 m berdiri kokoh di halaman kantor saya. Daunnya rimbun membentuk payung hidup. Saat berdiri di bawah naungannya, angin sejuk dapat saya rasakan. Tentu saja, oksigen sebagai hasil metabolisme tanaman anggota family Anacardiaceae itu membersihkan karbondioksioda di udara dan digantikan oleh unsur yang bersifat oksidator. Pantas jika setiap orang yang ternaungi, tak hanya terlindung dari terik matahari, tetapi juga merasa segar. Pohon mangga (kredit: irwantoshut.net )        Tanaman itu sangat kokoh dan konsisten berdiri bertahun-tahun bahkan kian tinggi. Meski tidak memiliki rangka seperti hewan dan manusia, tanaman (tak hanya mangga) memiliki rangka-rangka dalam berukuran mikroskopis. Rangka-rangka itu dapat disebut dinding sel. Sebenarnya tidak tepat jika saya mengatakan bahwa dinding sel adalah rangka dalam (endoskeleton) tanaman, tetapi fungsinya mirip dengan sistem rangka pada tubuh hewan. Itu terbukti pada fungsinya yang memberi be

3 Pulpen Terbaik Rekomendasiku yang Bikin Tulisanmu Makin Indah

Meski teknologi sudah canggih, tapi menulis di catatan tak akan pernah punah Sebagai penulis, pulpen bukan sekadar alat tulis biasa, tapi sahabat setia yang menemani proses kreatif. Menemukan pulpen yang nyaman digunakan adalah suatu keharusan bagi penulis seperti saya. Setiap goresan tinta yang mengalir lancar dari ujung pulpen mampu menghadirkan kebahagiaan tersendiri, mengubah ide-ide liar di kepala menjadi rangkaian kata yang indah di atas kertas. Pernahkah kamu merasa frustrasi saat pulpen macet atau tintanya bocor di tengah menulis? Pengalaman itu pasti mengganggu momen indah menuangkan ide dan gagasan. Aku pun pernah mengalami hal yang sama. Saat tengah asyik menulis, tiba-tiba pulpen berhenti mengeluarkan tinta. Aliran pikiran yang seharusnya mengalir deras malah tersendat, membuat frustrasi dan merusak konsentrasi. Kejadian seperti ini bisa menghancurkan inspirasi yang sedang menggebu-gebu. Sejak saat itu, aku bertekad untuk menemukan pulpen yang tidak hanya nyaman digunakan,

Jamur blotong Nama Ilmiahnya Ternyata Coprinus sp.

Saya menduga jamur yang selama ini saya beri nama jamur blotong nama ilmiahnya Coprinus sp. Setiap usai musim giling, biasanya musim hujan, saya dan tetangga berburu jamur ini di tumpukan limbah blotong di dekat Pabrik Gula Wringin Anom, Situbondo. Jamur Coprinus sp . tumbuh di blotong Asli, kalau sudah tua, payungnya akan berwarna hitam seperti tinta dan meluruh sedikit demi sedikit Sudah sekian lama mencari tahu, berkat tulisan saya sendiri akhirnya saya tahu namanya, meski belum sampai ke tahap spesies . Jamur yang bisa dimakan ini tergolong dalam ordo dari Agaricales dan masuk dalam keluarga Psathyrellaceae. Selain itu, jamur ini juga suka disebut common ink cap atau inky cap (kalau benar nama ilmiahnya Coprinus atramentarius ) atau Coprinus sterquilinus (midden inkcap ) . Disebut begitu karena payungnya saat tua akan berwarna hitam dan mencair seperti tinta. Nama yang saya kemukakan juga berupa dugaan kuat, bukan berarti benar, tapi saya yakin kalau nama genusnya Copr

Styrofoam Aman Digunakan Kok. Siapa Bilang berbahaya?

Hasil pengujian Badan POM RI terhadap 17 jenis kemasan makanan styrofoam menunjukkan bahwa semua kemasan tersebut memenuhi syarat, artinya styrofoam aman digunakan. Sampai detik ini tidak ada satu negara pun melarang penggunaan styrofoam atas dasar pertimbangan kesehatan. Pelarangan penggunaan styrofoam, nantinya akan jadi sampah non organik, di beberapa negara biasanya berhubungan dengan pencemaran lingkungan. Padahal daur ulang styrofoam sangat mudah. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren pada wadah gabus tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya berada di ambang batas 40-500 ppm. Kalau mencapai 5000 ppm bisa menyebabkan kanker. Bungkus makanan hangat pakai styrofoam aman kok Kemasan makanan styrofoam ternyata sebagian besar adalah udara Badan POM RI menguji 17 jenis kemasan, antara lain berupa gelas POP MIE rasa baso, gelas POP Mie Mini rasa ayam bawang, mangkuk NISSIN Newdles Mie Goreng Pedas Kriuk Bawang, mangkuk Bowl Noodle Soup Kimchi flavour Vegetal, kot

Jangan Menabung Kalau Ingin Hidup Melarat

"Mangkanya kalau punya uang ditabung," kata temanku dulu. Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas XI. Saya masih ingat betul pesannya sampai sekarang. Dia bisa beli handphone . Waktu itu masih zamannya alat komunikasi poliponik. Saya belum punya. Seringkali merepotkan teman hanya untuk sms ke saudara untuk hal-hal penting. Tak jarang juga diabaikan karena tidak diizinkan meminjam atau meminta satu sms saja meski niat hati ingin membayar biaya sms. Waktu itu satu sms masih seharga Rp350 dan itu tergolong mahal. Jika setiap hari menggunakan Rp3.500 untuk 10 sms, satu minggu menghabiskan Rp24.500. Belum lagi jika harus telepon. Biaya sms Rp350 sudah yang paling murah. Belum banyak bermunculan operator seluler pada zaman itu. Tapi poin dari tulisan ini bukan masalah harga telepon dan sms. Tak sengaja saya bongkar-bongkar lemari dan menemukan secarik kertas. Isinya percakapan saya dengannya. Begini kira-kira Eh kamu kalo tiap hari dikasih sangu berapa sih?

Serba-serbi Dunia Per-Instagraman

Eh, kamu punya Instagram tidak sih? Berapa jumlah follower mu? 100? 500? 800? 1k? 5k? 10k? atau 1m? Gila, luar biasa jika kamu mencapai jumlah followers 1m. Artis banget! Saat postingan mulai diketik, akun Instagram  @uwanurwan berjumlah 6.676  followers . Buat saya ini sudah di level " okay ", tapi untuk tujuan lain, angka 6k masih tergolong cemen . Maaf, bukan bermaksud merendahkan, tapi pada kenyataannya follower dengan jumlah seperti itu, jika saya ingin promosikan jualan, belum terlalu efektif (dalam artian kurang menjangkau lebih banyak orang). Kecuali saya tenar di komunitas tertentu dan mereka butuh barang jualan saya. Saya punya akun media sosial bukan untuk terlihat keren saja, tetapi untuk jualan. Minimal saya mau jual apa yang saya bisa, menulis, menggambar, atau apa gitu .  Saya butuh kerja lebih keras lagi untuk mencapai follower minimal 10k. Saya bisa promosikan produk art dan tulisan saya. Kebetulan saya fulltime blogger dan ilustrator , yang menurut

Golda Coffee dan Kopi ABC Botol, Kopi Kekinian, Kopi Murah Cuma 3000an

Kamu suka kopi hitam pekat, kopi susu, kopi kekinian, atau yang penting kopi enak di kedai kopi? Mungkin kita sering sekali nongkrong bersama teman di kedai kopi mencoba berbagai aneka ragam kopi, mahal pun tak masalah, tapi yang jadi persoalan jika sedang miskin, apakah akan tetap nongkrong? Pilihannya ya minuman murah, misalnya kopi murah dan kopi enak yang cuma 3000an ini.   Aku, Uwan Urwan, memang bukan penikmat kopi banget, tapi suka minum kopi, kadang sengaja mampir ke kedai kopi punya teman, paling sering membeli kopi Golda Coffee dan/atau Kopi ABC Botol, yang harganya hanya 3000an. Aku akan mencoba mereview empat rasa dari dua merek yang kusebut sebelumnya. Golda Coffee kutemukan di minimarket punya dua rasa, yaitu Golda Coffee Dolce Latte dan Golda Coffee Cappucino. Sementara Kopi ABC botol juga kutemukan dua rasa, chocho malt coffee dan kopi susu.   Keempat rasa kopi kekinian kemasan itu aku pikir sama karena biasanya hanya membeli, disimpan di kulkas, dan langsung ku

Pengalaman Pakai Pasir Pantai sebagai Pengganti Pasir Kucing

Sudah punya kucing sejak kecil. Biasa atas keberadaan kucing membuatku tak pernah berhenti untuk punya kucing. Kucing liar yang sering mampir ke rumah biasanya aku juga beri makan dan yang mau mendekat aku pelihara. Punya kucing sebelumnya dibiarkan pup di luar. Repot kalau anak-anak kucing sudah mulai makan selain air susu induknya, pasti akan kencing dan pup di kasur karena induknya pasti lebih nyaman meletakkan anak-anaknya di kasurku. Dulu harus melatih mereka terlebih dahulu selama beberapa waktu sebelum bisa pup di luar   Setiap hari harus mencuci sprei dan menjemur kasur. Begitu tahu bahwa kasur bukanlah tempat pup dan pipis, mereka akan buang hajat di luar. Tentu saja akan mencari pasir atau tanah yang cukup gembur sebagai tempat merahasiakan hasil buangan. Kadang tanah tetangga jadi sasaran dan harus menerima omelan mereka.   Sejak awal tahun 2022, kembali dari ibukota, kucing melahirkan, dan sudah mulai makan selain air susu induknya, aku siapkan pasir buat mereka. Namu

Empat Alasan Tidak Memakai Pasir Pantai untuk Kucing

  Gara-gara pasir kucing habis dan uang pas-pasan, akhirnya aku putar otak, bagaimana cara kucing bisa pup. Ketemu jawabannya, “pasir pantai”. Kebetulan rumahku bisa dibilang tida terlalu jauh dengan pantai, naik motor setengah jam, sampai.   Itu juga karena aku mendapat inspirasi dari video Tiktok yang rutin mengambil pasir pantai sebagai penganti pasir kucing. Dan setelah mencoba pakai selama dua hari, hasilnya, aku atas nama pribadi, Uwan Urwan, TIDAK DIREKOMENDASIKAN . Kenapa? Pasir pantai lebih berat dibandingkan pasir khusus kucing Pasir pantai tidak jauh berbeda dengan pasir yang dipakai untuk bahan bangunan, berat. Warna pasir pantai beragam, mulai dari hitam seperti batu sampai krem. Ukuran pun beragam, mulai dari yang sangat halus sampai ke pasir ukuran normal. Yan paling au soroti adalah warnanya, ternyata setelah diletakkan di dalam bak, jadi tidak bagus. apalagi kalau sudah ada gundukan pup dan kencing yang seperti menyebar. Berbeda dengan pasir khusus kucing, y

Panen Klentang, Buah Kelor (Miracle Tree) di Pekarangan

Kelor (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang cukup banyak tumbuh dan ditanam di Situbondo sejak dahulu kala. Sebelum daun kelor ramai dimanfaatkan sebagai herbal, setahuku umum dimanfaatkan oleh masyarakat suku Madura dan di Nusa Tenggara (entah timur atau barat) untuk sayur. Banyak orang terutama suku Jawa dan keturunannya justru tidak mau mengonsumsi sayur kelor. Entah karena tidak umum atau karena cerita mistisnya. Tulisan ini akan menceritakan sedikit apa khasiat makan buahnya agar kalau kamu menemukannya tidak membiarkannya begitu saja. Kelor (Moringa oleifera) oleh-oleh dari negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia Aku Uwan Urwan, lahir di Situbondo, sejak kecil sudah dikenalkan dengan sayur daun kelor yang lezat jika dikombinasikan dengan ikan panggang dan sambal terasi yang kecut. Untuk mendapatkannya pun mudah, tinggal memetik daun kelor yang tumbuh di dekat rumah. Namun, ada yang berbeda pada kepulanganku ke Situbondo tahun 2021 setelah merantau, jadi saksi h