Serba-serbi Dunia Per-Instagraman

March 20, 2017

Eh, kamu punya Instagram tidak sih? Berapa jumlah followermu? 100? 500? 800? 1k? 5k? 10k? atau 1m? Gila, luar biasa jika kamu mencapai jumlah followers 1m. Artis banget! Saat postingan mulai diketik, akun Instagram @uwanurwan berjumlah 6.676 followers. Buat saya ini sudah di level "okay", tapi untuk tujuan lain, angka 6k masih tergolong cemen. Maaf, bukan bermaksud merendahkan, tapi pada kenyataannya follower dengan jumlah seperti itu, jika saya ingin promosikan jualan, belum terlalu efektif (dalam artian kurang menjangkau lebih banyak orang). Kecuali saya tenar di komunitas tertentu dan mereka butuh barang jualan saya. Saya punya akun media sosial bukan untuk terlihat keren saja, tetapi untuk jualan. Minimal saya mau jual apa yang saya bisa, menulis, menggambar, atau apa gitu


Saya butuh kerja lebih keras lagi untuk mencapai follower minimal 10k. Saya bisa promosikan produk art dan tulisan saya. Kebetulan saya fulltime blogger dan ilustrator, yang menurut anggapan orang masih "pengangguran" karena tidak ada kantor yang bisa didatangi rutin. Iya, saya pun merasa begitu, merasa menjadi pengangguran. Setiap hari bergelut dengan ponsel dan kertas. Ke sana ke mari di dalam rumah atau tiba-tiba berkelana ke luar kota tanpa alasan jelas saat tetangga bertanya. Saya bukan blogger senior atau pun blogger hits yang kemudian diundang ke acara-acara untuk menjadi pemateri. Saya masih dalam membranding diri dan blog ini. Syukur-syukur kalau ada perusahaan yang tertarik dengan tulisan saya dan mau bekerja sama. Loh, itu rezeki. Diterima, kecuali jika ada perusahaan yang kurang masuk akal memberikan feenya, tapi rata-rata perusahaan sudah tahu kok range yang harus diterima blogger

Kembali lagi pada Instagram. Seperti yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya mengenai Beberapa Karakter Pengguna Instagram, tentu bukan sekali dua kali saya menemukan yang seperti itu. Semakin sering bergelut dengan Instagram, saya makin tahu beberapa karakter lain. Mau saya sebut? Okelah sedikit ya.

1. Terlalu asyik dengan diri sendiri


Karakter ini bisa dibilang terlalu hemat. Hemat dalam artian, malas follow orang dan malas follow back. Memang orang sejenis ini tidak punya ambisi apa pun untuk menambah follower. Hanya suka-suka saja punya akun Instagram. Orang ini tidak akan marah jika seseorang tidak lagi follow dia atau dia tidak follow orang, bahkan teman sendiri. 

2. Bimbang


Haha, maaf Kang Imawan nyomot ini. Hm, sebenernya akun ini tidak diprivate (cuma buat contoh)

Saya kadang tidak paham dengan orang yang semacam ini. Dia mem-private akun Instagramnya, tetapi postingannya ikut dishare ke Facebook. Ibarat senjata yang dihunus ke jantung sendiri. Orang sejenis ini kadang tidak sadar apa yang sedang mereka perbuat atau memang sengaja. Alasannya mungkin takut ngehits, takut follower bertambah banyak, atau suka posting belahan, eh. Tapi mau seperti apapun, setiap orang memang punya pilihan hidup sendiri-sendiri. Orang lain hanya bisa berkomentar (seperti saya).

3. Perfeksionis


Saya paling demen kalau ngepoin akun Instagram orang yang seperti ini. Postingan di akunnya rapi sekali. Setiap tiga foto temanya sama atau kadang zigzag, ada foto, lalu quote, lalu foto, postingan selanjutnya pun begitu. Mereka kadang tidak peduli berapa jumlah follower yang mereka miliki atau jumlah like pada setiap postingan. Sekali posting mereka harus menyiapkan tiga foto sesuai tema. Yang penting tampilannya harus bagus, caption pun tak sembarangan.

4. Berkarakter
Keren bukan?

Kadang heran dengan akun-akun semacam ini. Postingannya nyaris senada, entah dari segi tone foto, dan jenis postingan. Paling gampang akun online shop sih contohnya. Misalnya online shop kaos distro. Yang dipajang ya hanya kaos dari atas sampai bawah, cuma model dan desain gambarnya yang berbeda. Untuk orang-orang tertentu yang hobinya spesifik, misalnya foto daun. Bisa dipastikan postingannya hanya berupa gambar daun, tidak ada yang lain. Atau juga untuk pehobi makanan, dapat dipastikan postingannya hanya berupa foto makanan. anyway, saya memang suka dengan postingan yang berkarakter semacam ini. Tak heran followernya bisa nambah terus.

5. Random


Berantakan ya. Hahaha

Ah, jangan ditanya. Akun semacam ini ada banyak sekali, termasuk akun @uwanurwan. Hahaha. Bisa dibilang orang semacam ini juga bimbang dan terlalu banyak maunya, sehingga tidak fokus. Atau memang akun Instagramnya ya cuma untuk suka-suka. walaupun saat stalking akunnya, tampilannya kurang menarik.


Segini saja dulu ya. Saya masih ada simpanan beberapa karakter pengguna Instagram lain tapi harap sabar dulu ya. Mengapa? Sebab postingan ini sebenarnya tidak ingin bercerita tentang karakter pengguna Instagram, tapi lebih ke penggunaannya.

Tahu tidak jika aku media sosial termasuk Instagram bisa jadi lahan bisnis? Pasti tahu dong. Cuma bingung memulainya? Tidak apa-apa. Sekadar berbagi tips buat kita-kita yang ingin bekerja di rumah dengan memanfaatkan Instagram, yaitu   

Pastikan kamu selalu posting hal-hal yang bermanfaat. Orang-orang akan sangat sayang untuk unfollow atau tidak follow, sebab setiap postingan memberikan informasi yang dibutuhkan, misalnya tentang kesehatan pria. Jika ingin mengikat orang, berilah rasa nyaman untuk mereka. Kalau diibaratkan kafe, perlu disiapkan pelayanan yang bagus, menu yang sehat, murah, tempat asyik, dan lain-lain. Tanpa itu semua, rasanya orang akan gampang sekali untuk mengabaikan setiap postingan kita di Instagram. Apalagi jika Instagrammu hanya berisi foto selfie dengan berbagai pose dan hasil fotonya tidak maksimal, misalnya blur, miring, terlalu lebay, dan cari sensasi. Mungkin pihak Instagram tidak akan blokir akunmu, tapi orang-orang di sekitarmu akan gampang mengabaikanmu.

Postingan di Instagram berupa foto ala KTP dari atas sampai bawah. Buat saya tidak menarik

Jangan lupa pakai hastag. Tidak masalah berapa banyak hastag yang kamu pakai di postingan. Asal bisa menjangkau lebih banyak orang untuk tahu informasi itu. Pernah mengalami ada orang asing like postingan lama? Nah, biasanya mereka menggunakan hastag untuk mencari hal-hal yang ingin mereka cari. Kalau bisa, pakailah hastag sesuai dengan foto yang diupload. Kecuali untuk lasan tertentu sih.

Sayangnya maksimal hastag cuma 30

Perbanyak followers. Kenyataan pahit yang harus kita terima adalah tidak semua orang selalu akan memantau akun kita, meskipun teman dekat. Tentulah karena kesibukan, buka Instagram mungkin hanya akan memperhatikan akun-akun yang muncul di beranda selama beberapa waktu. Pernah mengalami, follower dengan jumlah 500 dan yang ngelike postingan kita hanya lima atau paling hanya 20 orang? Nah, ada beberapa faktor, yaitu follower hanya melihat tanpa tap dua kali dan postinganmu tidak menarik. Saat follower bertambah jadi 1.000 jumlah like meningkat. Iya gak? Semakin banyak follower jumlah like akan semakin banyak. Meski tidak selalu berkorelasi positif sih. Jangan sedih, perhatikan saja akun artis yang followernya sudah berada pada nilai "m", hitung berapa banyak jumlah likenya? Kalau saya perhatikan untuk beberapa akun artis, yang jumlah followernya sudah "m", mendapat 27ribu like (bisa kurang bisa lebih). Bandingkan saja dengan yang jumlah followernya hanya 500. Tak heran ada banyak sekali online shop yang endorse akun-akun dengan follower lebih dari 10k.

Salah satu artis yang followernya sudah m

Bersikap baiklah dengan akun-akun lain. Berilah like atau komentar jika waktumu luang. Toh, tidak ada salahnya kan? Bisa nambah teman. Realitanya media sosial sudah menjadi dunia kedua setelah dunia nyata. Kita harus menghadapi kenyataan bahwa dunia itu sama seperti dunia nyata, pun ada norma tidak tertulisnya. Menambah teman menambah rezeki. Siapa tahu dengan seringnya berkomunikasi di dunia maya, dagangan kita akan laris manis atau bahkan ada perusahaan yang mau bermitra dengan kita. Who knows? Kita hanya perlu berusaha kan?


Nah sekarang bingung kan bagaimana cara menambah follower? Followermu hanya segitu-gitu aja? Bahkan berkurang terus. Bertambah satu follower besok berkurang tiga. Ah, itu sudah biasa. Saya malah pernah kehilangan lebih dari 100 followers. Saya kasih sedikit tipsnya ya

1. Follow akun orang terdekat
Orang-orang terdekat kita adalah target paling baik untuk menambah follower. Kalau kita agak geragas, paksa teman-teman untuk follow dan promote akun kalian. Ya, bolehlah ganti dengan traktir pisang goreng hangat. Tidak mungkin dari 1.000 teman, tidak ada yang follow back. Mustahil. Ya beberapa orang bisa jadi tidak akan follow back. Pilihannya hanya dua, minta follow atau unfollow, kecuali kamu sayang kalau melewatkan postingan-postingannya.

Nah, hal yang sama juga akan terjadi pada teman-teman satu komunitas. Secara tidak langsung akan follow. Jika mereka follow terlebih dahulu jangan lupa difollow back. Jangan sombong deh. Kecuali memang kamu tidak kenal dia. Urusan selesai. Secara tidak langsung, teman adalah follower setia, meski kadang kebanyakan akan apatis. Jangan khawatir kehilangan mereka ya, asal tidak berantem saja.

2. Follow akun-akun baru. Akun baru? Hm, iya akun-akun baru. Setiap hari ada banyak ribuan (mungkin bahkan jutaan) akun baru. Jangan khawatir, manusia selalu tumbuh dan bertambah. Paling efektif adalah dengan melihat akun artis dengan follower di atas ratusan ribu. Setiap hari dan setiap detik ada banyak akun baru follow artis. Untuk akun-akun baru biasanya tidak akan pelit untuk follow back. Apalagi jika postingan di Instagrammu menarik.

Akun-akun potensial untuk difollow

3. Beli follower
Beli follower memang bisa jadi jalan pintas jika tidak sabar. Sebab dua cara di atas tergolong akan selambat siput progressnya. Tentu saja akan lambat jika kita tidak bergerak cepat. Sebentar, saya masih mau membahas dua poin di atas. Mungkin dalam seminggu baru akan bertambah 100 follower jika kamu melakukan langkah di atas hanya sesekali. Percaya tidak, saya bisa menambah 100 lebih follower dalam sehari dengan dua cara di atas. Jangan ditanya gempornya, ujung jempol bentuknya sudah tidak simetris lagi. Memang akan banyak follow orang, tetapi kita dapat feedbacknya, follower aktif dan tentu saja, teman.

Salah satu contohnya

Okeh, beli follower ada dua macam, aktif dan pasif. Kalau sudah kebelet, ya beli follower pasif saja. Tujuannya memang untuk membuat pangkat akun kita naik, meski efeknya nol, sama saja dengan follower 500. Kalau mau beli follower, belilah yang aktif. Ada prosedurnya sih, silakan coba tanyakan pada mereka yang menjual follower aktif. Kalau ditanya efeknya, saya tidak tahu karena belum pernah beli.

4. Promosi di akun promosi
Ada banyak akun bisnis yang menawarkan akunnya untuk promosi. Saya pernah menggunakan dua jasa akun UKM. Artinya kita promosi melalui akun mereka, baik promosi produk atau pun yang lainnya. Biasanya ada sejumlah uang yang dikeluarkan untuk promosi satu bulan atau mingguan. Jika kita memakai banya jasa akun-akun sejenis, produk kita akan lebih luas dikenal dan follower akan bertambah sesuai dengan minatnya. Biasanya mereka tidak menjamin bertambahnya follower, hanya saja akun kita lebih banyak dikenal orang. Semakin banyak iklan, semakin bagus.

5. Pakai aplikasi
Beberapa waktu lalu saya sempat mendapat cerita kalau ada aplikasi yang bisa untuk menambah follower. Sayangnya untuk mendapatkan aplikasi tersebut, kita juga harus membayar. Entah bagaimana prosedur spesifik aplikasi tersebut, yang jelas kita juga sama saja sih, memainkan jari. Tergantung kita aktif memanfaatkan aplikasi tersebut atau tidak. Jika tidak ya, kenaikan jumlah follower juga tidak akan signifikan.

Kalau bicara tentang jumlah follower, kita yang bukan public figure atau tokoh terkenal, otomatis tidak akan segampang artis jika membuat akun baru tidak serta merta follower akan bertambah menjadi 10k dengan cepat. Kejar bola, seperti istilah yang sering saya dengar waktu kuliah dengan follow terlebih dahulu dan jangan terlalu pelit untuk follow back jika masih teman satu komunitas, meski tidak pernah mengobrol. Bisa saja terlewat sih karena terlalu banyak notifikasi.

Oh ya, untuk kita yang bukan siapa-siapa, jika follower sudah banyak, jangan terlalu bangga. Sebab kian hari jumlahnya akan berkurang. Untuk akun dengan jumlah follower 500-1.000 yang unfollow bisa jadi hanya satu-dua-tiga. Semakin banyak jumlah follower, semakin banyak berkurangnya. Untuk itu memang perlu dipastikan postingab kita menarik, menghibur, bermanfaat, atau ya sensasional. Lihat saja akun gosip yang setiap hari terus aktif dan komentarnya bejibun. Kita tidak harus membuat akun gosip juga sih, tapi kita perlu mencontoh teknik mereka menggaet dan mengikat konsumen. Siapa follower kita? Kebanyakan pasti orang asing kan? Jika postingan kita biasa-biasa saja dan kurang menarik buat mereka, akan gampang sekali followermu berkurang. Jadi, menurut saya, kalau ingin follower banyak dan stabil, mulai konsep postingan Instagram kita. Jangan sampai kita pajang foto selfie dengan gaya yang sama (ala foto KTP) cuma ekspresi berbeda.

Pesan paling akhir dalam tulisan ini, "Akun kita memang punya pribadi, tapi banyak orang memerhatikan. Jangan terlalu egois apalagi sampai live bunuh diri." (Uwan Urwan)

You Might Also Like

28 komentar

  1. Kang Uwaaaah jahaaaap!!!!


    Kenapa aku di bagian bimbang sih??? Kenapaaa? *mulai lebay bhahaha

    Duuuh saya mah jalanin saja, tidak terlalu memaksain diri sampai harus beli follower. Biarkan berjalan natural saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk sebelumnya kan udah izin keleusss... Jd gak ada revisi lagi pokoknya ini kang. Ahahah


      Iya... Natural aja... Biar ga puyeng....

      Delete
  2. Perlu bikin komunitas kaum bimbang instagram nih, dan saya termasuk jg anggotanya.
    Awalnya gk maksa nambah follower tp kadang fee endorse yg menggoda mau tak mau ikut2 nambah juga

    ReplyDelete
  3. Ageh buka aja kuncinya Mbak Anis.... Media sosial kan emg buat postingan biar banyak orang tahu... Ahahaha.. Kalo dikunci orang yang bukan temen g bs ketemu postingan Mbak kalo search pake hastag loh. Ahahaha...


    Saya juga aempet kepikiran mau ngunci akun.tp gak jadi. Wkwkwk

    ReplyDelete
  4. banyak follower saya memfollow demi foto selfi saya, kemudian saya hapus semua foo selfie saya, dan jarang sekali upload foto, skrng jumlah follower lambat naiknya, yahh demi kebaikan diri sendiri, bahkan di ig saya tidak ada lagi foto yang nampak wajah, semuanya saya tutupi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. iya bener. untuk orang2 tertentu yang menarik sih emang biasanya banyak follower karena foto selfi.. hihihih...

      Delete
  5. Yup... kembali diingatkan untuk ramah terhadap akun lain dan tetap memposting hal2 yang bermanfaat... trims mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya Mas.. lbh baik share yang bermanfaat. biar bs dapet pahala kebaikan.. hehe.. meski saya juga kadang suka nyampah. ahahah

      Delete
  6. Ada satu kekurangan dalam postingan ini, yakni tidak menyertakan akun IGku.

    ReplyDelete
  7. aku di bagian randommmm... hehehe
    eh, aku mau dong di follow... @witri_nduz dan @ayo_dolanbareng.. wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha toss sama Mbak.... baik.. siap nanti saya follow ya Mbak....

      Delete
  8. Jadi postingan mas IMawan bimbang ya #eeehhh *gagal fokus

    ReplyDelete
  9. Saya termasuk kategori yang mana, ya? Biarkan aja orang lain yang menilai, deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha... biarkan komentator bekerja Mbak. wkwkw

      Delete
  10. Aku ngalamin tuh mas, followers dah 500 tp yang ngelike cuma puluhan 😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ekwkwkw saya juga pernah... Ngenes pokoknya sih....

      Delete
  11. Gak kelar deh bahas follower mah. Kudu belajar sama awkarin.

    BTW kalimat terakhir bikin hiiitttsss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Awkarim dah jadi artisss.... G usah susah susah kayak kita...

      Delete
  12. Kalau instagram saya sendiri @MirwanChoky, kira2 masuk tipe apa yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkw iya kan... Ahahaha.... Saya juga pernah...

      Delete
    2. Masuk tipe gado gado kali ya mas. hehe

      Delete
  13. Nah, baca per IG an gw demen nih Bang, secara suka sebel sama org yang g tahu bahasa kode. Kalo IG nya dilike malah ga suka like balik, kan ini dunia medsos yang kalau kita suka koment orang juga akan koment kita like org juga akan like balik, Wewh tapi ada juga yang ga paham sama kode itu hari gini. Terus juga ada lho yang followernya buanyak tapi yang koment g ada satupun, nah gimana tuh engagement nya wwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu yang saya masih gak ngerti. Ahahaha... Kalo saya sih biasanya like aja yang ada di beranda.... Karena g mungkin stalking satu satu... Ato kalo orang itu dah keseringan ngelike tapi kayaknya postingan dia g pernah muncul di beranda, baru aku stalking dan like like in...


      Kalo ygbfollower banyak tp g ada yg komen gtw deh.. Ahahaha... Mungkin hanya bias. Wkwkw

      Delete
  14. Saya pribadi bersosial media itu just for fun!

    Mengenai IG yang berkarakter ... ini saya suka sekali
    Isinya boleh macam-macam. Food, Travel, Lifestyle, Wisdom dan sebagainya ... namun ada semacam benang merah yang menghubungkan postingan yang bersangkutan
    sehingga dengan nama yang ditutup sekalipun kita akan dengan pasti mengetahui ... Ahhh gua tau ... ini foto dan captionnya si Fulan niihhh ... khas banget. Ini yang menurut saya disebut "berkarakter"

    salam saya

    ReplyDelete

Sangat senang kalau kamu berkenan meninggalkan komentar di sini. Kamu jaga kesehatan ya. 💪

Instagram