Stasiun Bandara Kualanamu, Pembuka Jalur Wisata

January 05, 2015

     Mencoba hal-hal baru adalah hobi saya. Banyak hal yang belum saya lakukan dan beragam lokasi unik juga belum saya jamah. Kaki saya masih berkutat di Pulau Jawa. Ingin rasanya sekali-kali melancong ke ujung barat menuju ujung timur wilayah Indonesia. Itu masih menjadi keinginan-keinginan terpendam. Saya harus mewujudkannya suatu saat.

     Untuk perjalanan jauh agar singkat biasanya harus ditempuh dengan pesawat terbang. Kemudahan itu menjadi sulit dilakukan jika untuk menuju bandara, saya harus melewati berbagai titik terlebih dahulu. Jika di Surabaya dan di Jakarta saya mesti ke terminal pemberhentian bus untuk memakai jasa Damri menuju pusat berlabuhnya capung raksasa, tampaknya menjadi perjalanan yang melelahkan. Lalu lintas yang tidak lancarlah penyebabnya.

     Untuk itu, saya lebih senang naik kereta api. Karena tanpa macet dan pemberangkatannya terjadwal, saya selalu dapat memerkirakan waktu tempuh untuk sampai ke tujuan. Saya tidak perlu berangkat beberapa jam lebih awal untuk menuju lokasi akhir.

Stasiun di bandara
     Berhubungan dengan transportasi kereta api menuju bandara, saya tergelitik dengan dua stasiun yang menghubungkan stasiun Medan dan Kualanamu. Uniknya, kereta yang melintas sengaja dibuat untuk memanjakan penumpang pesawat di Bandara Kualanamu. Dengan fasilitas ini, orang-orang dapat mengabaikan layanan taksi atau Damri.

Stasiun Kualanamu baru beroperasi bulan Juli 2013 (Sumber: www.lidbahaweres.com)

     Fasilitas antarjemput penumpang itu belum genap setahun usianya. Terhitung sejak 25 Juli 2013, kereta api mulai bergerilya. Medan menjadi cukup mencolok dengan lahirnya dua stasiun itu. Sebab, di ibukota belum diciptakan hal serupa. Bandara belum terintegrasi dengan pusat kota, sehingga akses dari pusat kota menuju Bandara Soekarno Hatta cukup rumit. Taksi dari bandara pun harus mengantri hingga berjam-jam jika penumpangnya membludak. Damri yang seringkali penuh dan jumlahnya terbatas, sehingga kebanyakan orang enggan menggunakan jasa pesawat terbang sebagai alat transportasi. Berbeda dengan di negara-negara maju, yang telah berkembang lebih dulu sarana penunjangnya. Kini, Medan lebih dulu mengambil alih peradaban unggul ketimbang Jakarta.
     Layanan ekslusif pun diciptakan. Penumpang dapat menikmati saluran internet nirkabel gratis, ruang menyusui, toilet, dan musala yang terjaga kebersihannya di dua stasiun tersebut. Tak hanya itu, toko-toko retail, galeri penarikan uang tunai, money canger, sampai kafe—restoran eksklusif digelar. Pengunjung dapat menikmati kenyamanan fasilitas yang dibangun oleh Railink, perusahaan gabungan antara Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura II. Dengan layanan itu, saya semakin tak sabar mengunjunginya.
     Menurut informasi, terdapat tempat meletakkan koper dalam gerbong bagi penumpang yang membawa tas besar. Fasilitas yang diberikan menjadi sebanding dengan harga yang ditawarkan. Jika saya nanti berkunjung ke Medan, saya cukup memesan tiket kereta api via online melalui situs https://ticket.railink.co.id.

Pintu Pembuka
     Bandara akan menjadi pintu pembuka saya memasuki Provinsi Sumatera Utara dengan beragam titik wisata tersohor. Setelah bandara, jalur selanjutnya adalah stasiun Kualanamu menuju pemberhentian akhir, yang notabene merupakan pusat kota Medan. Benar sekali, pusat kota adalah tujuan utama saya. Saya ingin merasakan suasana kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Saya pernah tinggal di Surabaya dan saat ini sedang melanglang buana di ibukota. Tentu saja berbeda antara Surabaya, Jakarta, dan Medan.
Danau Toba, lokasi wisata tersohor di Medan (Sumber: anekatempatwisata.com)
     Medan dengan Danau Toba sebagai ikonnya selalu menjadi lokasi buruan massal, baik bagi turis asing maupun yang lokal. Terlebih cerita rakyat mengenai terbentuknya genangan air raksasa itu. Legenda itu telah mendunia dan sejak kecil saya memang bermimpi untuk berkunjung ke Danau Toba. Mungkin memang hadiah luar biasa dari Tuhan, Samosir melengkapi pesona danau vulkanik terbesar se-Asia Tenggara itu.

     Lokasi-lokasi wisata lain menyusul, seperti Istana Maimun, Air Terjun Sipiso-piso, Masjid Raya medan, Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Danau Linting,Salju Panas Dolok Tinggi Raja, Aek Sijornih, Green City Hill, Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Danau Lau Kawar, Cagar Alam Sibolangit, Gunung Sibayak, Air Terjun Telaga Dwiwarna Sibolangit, Bukit Lawang, Rumah Tjong A Fie, Menara Air Tirtanadi, Bukit Gundaling, Danau Siombak, Air Terjun Sigura-gura, dan Pantai Lagundri. Waw, saya takjub dengan beragamnya tempat bertamasya yang disuguhkan. Bukan hanya tergiur, saya ingin menyisir setiap keelokan tempat-tempat itu. (Uwan Urwan)

Pustaka
1. anekatempatwisata.com
2. beritasatu.com 
3. railink.co.id
4. wikipedia

You Might Also Like

0 komentar

Sangat senang kalau kamu berkenan meninggalkan komentar di sini. Kamu jaga kesehatan ya. 💪

Instagram