Tetap Imunisasi Anak Meski Pandemi

Imunisasi bisa mencegah lebih dari 26 penyakit di mana dua sampai tiga juta kematian bisa dicegah setiap tahunnya. Begitu banyak manfaat imunisasi bagi tubuh karena bisa menyelamatkan 1,5 juta orang setiap tahunnya, tapi pandemi Covid-19 sekaligus minimnya edukasi menjadi pembatas imunisasi pada anak.


Pandemi yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020 ternyata tidak hanya membuat perekonomian kacau, tetapi banyak kegiatan dan program terhambat, terutama imunisasi. Sebagian orang tua tidak mau imunisasi pada anaknya karena takut, selain itu tingkat edukasi yang rendah ditambah beredarnya banyak informasi yang salah menjadi penyebab imunisasi jadi alot di beberapa wilayah. Padahal imunisasi justru membangun sistem pertahanan tubuh dari penyakit sehingga begitu terpapar virus atau penyakit tertentu, tubuh bisa melawan.


Imunisasi menyelamatkan anak dari penyakit

Walau pandemi, Imunisasi pada anak harus tetap berjalan karena sesuai dengan program WHO Indonesia dalam mengoptimalkan imunisasi rutin dan vaksinasi Covid-19 selama pandemi. Vaksin? Imunisasi? Bingung ya? Kebetulan aku sempat hadir ke acara Temu Netizen Kesehatan dengan tema Ayo Imunisasi, Bersatu Sehatkan Negeri yang berlangsung di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan (6 Mei 2021). Kegiatan ini dilakukan sesuai protokol kesehatan. Selain itu, acara temu netizen itu juga berjalan secara online mengingat pandemi belum berakhir.

Imunisasi

Sebelum membahas lebih lanjut, aku akan membahas mengenai pengertian vaksin, vaksinasi, dan imunisasi. Vaksin adalah produk biologis yang bisa menghasilkan imunitas spesifik untuk penyakit tertentu. Misalnya vaksin untuk Covid-19 dan vaksin untuk influenza. Sementara itu vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk menghasilkan spesifik untuk penyakit tertentu. Nah imunisasi sendiri adalah sebuah proses yang menyebabkan seseorang menjadi imun/kebal sehingga tercegah dari penyakit melalui vaksinasi. 


Imunisasi


Melalui pengertian di atas jelas bahwa imunisasi tidak hanya dilakukan pada anak, tetapi pada dewasa untuk mencegah penyakit. Untuk masing-masing penyakit biasanya punya karakter yang berbeda, seperti vaksin Covid-19 yang harus dilakukan bertahap sebanyak dua kali. Sementara itu vaksin influenza perlu waktu sekitar dua minggu untuk bekerja menciptakan antibodi dan perlu dilakukan setiap tahun jika perlu.


dr. Olivia dari WHO Indonesia menjelaskan bahwa imunisasi bisa menjadi salah satu investasi terbaik dalam kesehatan global. Selain itu imunisasi juga punya peran dalam mencapai 14 dari 17 Sustainable Development Goals (SDGs). Karena Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan jumlah anak-anak terbesar yang belum divaksin, melalui Pekan Imunisasi Dunia Indonesia akan berfokus pada tindakan kolektif yang menjamin setiap orang terlindung dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi.


Saat pandemi, masih bisa imunisasi kok

Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) akhirnya keluarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi selama pandemi. Itu bertujuan untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang mengancam, seperti polio, campak, rubella, tetanus, difteri, pertusis, campak, influenza, dan berbagai penyakit lain. Selain itu, masyarakat tidak perlu lagi takut untuk datang ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain untuk melakukan imunisasi.


Bila telat melakukan imunisasi, menurut Prof. Dr. dr. Cossy Kartasasmita, Sp.A., M.Sc dari IDAI, orang tua dapat memberi imunisasi kejar (catch-up Immunization). Tercatat tahun 2020 ada lebih dari 786ribu anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Imunisasi kejar adalah imunisasi susulan adalah melakukan imunisasi segera yang tertunda, di mana ideal rencana imunisasi kejar ini harus berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak. Untuk itu penting untuk menyimpan catatan riwayat imunisasi agar imunisasi pada anak berjalan dengan tepat.



Apa yang harus dilakukan orang tua saat pandemi untuk melaksanakan imunisasi pada anak? Berikut anjurannya:

  • Membuat janji temu dengan petugas kesehatan
  • Datang tepat waktu sesuai perjanjian
  • Menggunakan masker
  • Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
  • Menjaga jarak
  • Membersihkan diri atau mandi setelah mengganti semua pakaian saat datang ke tempat imunisasi


Karena imunisasi itu penting, yuk programkan lagi imunisasi pada anak. Sebelum melakukan imunisasi, alangkah baiknya mempelajari terlebih dahulu mengenai imunisasi agar lebih memahami tentang manfaatnya.


No comments: