Skip to main content

Posts

Showing posts from September 23, 2018

WWCE, Konferensi Ekonomi Kreatif Pertama di Dunia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri mengadakan The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center. WCCE akan digelar pada 6—8 November 2018 mendatang. Menurut Triawan Munaf, Kepala Bekraf, Sudah saatnya Indonesia menunjukkan pada dunia mengenai potensi-potensi yang ada di Indonesia. Kesuksesan acara Asian Games 2018 kemarin tentunya sudah membuka mata sebagian masyarakat dunia tentang Indonesia. Mungkin di pikiran mereka, Indonesia hanyalah Bali, padahal Bali adalah secuil dari kekayaan yang bangsa kita punya. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTD) pun mengakui bahwa WWCE termasuk konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia. Tentu menjadi sebuah kebanggaan buat kita karena Bekraf dan Kementerian Luar Negeri mampu membawa nama Indonesia dan orang-orang yang tergerak dalam ekonomi kreatif ke kancah dunia. Harapannya, forum ini bisa membuka jaringan di seluruh dunia antara pelaku ekono

150 Mobil Bekas Dipamerkan di Hot Deals Carnival

Kabar baik, Mobil123 menggelar acara Hot Deals Carnival di Scientia Square Park, Tangerang tanggal 29-30 September 2018. Yuk buat kamu yang lagi cari mobil, baik bekas atau pun baru, seru lokasi itu! Kamu yang sedang mencari mobil untuk dipakai sendiri atau dibisniskan, datang saja ke Scientia Square Park akhir bulan ini. akan ada banyak sekali mobil-mobil yang dipamerkan. Yang pasti kalau misalnya di dalam bayanganmu mobil bekas adalah yang sudah tua, banyak cacat, dan lain-lain, kamu salah. Bisa saya pastikan mobilnya masih dalam keadaan bagus dan bisa dipakai dengan baik.

Perhatikan Perkembangan Mental dan Psikososial Anak Sejak Dini

Saya masih ingat bagaimana rasanya harus melewati masa kecil hingga remaja dirundung (dibuli) oleh teman-teman sendiri. Saya sempat utarakan ingin pindah sekolah, tapi tidak ada alasan yang bisa dikemukakan sehingga keinginan itu hanyalah sebuah angan. Saya adalah orang yang bisa dibilang punya masa kecil tidak bahagia. Saya harus berjuang keras untuk diterima lingkungan meski seringkali gagal. Kalau pun berhasil, saya harus merundung teman lain yang lebih lemah. Terjadilah rantai buli-membuli yang tak kunjung putus. Mengapa bisa begitu? Ubuat anak kecil, teman adalah mutiara. Semakin banyak teman semakin bahagia, sebaliknya jika tidak punya teman, dunia terasa seperti tidak berpihak pada kita. Saya tidak akan menceritakan sebab kenapa saya dilecehkan oleh orang-orang, juga oleh orang-orang dewasa kala itu. Akibatnya saya jadi anak yang punya sedikit sekali teman, terkucilkan, dihindari, antisosial, takut bertemu dengan orang baru, dan benci sekali keramaian. Hari-hari sa

Investasi dan Proteksi Masa Depan Perlu Disiapkan Sejak Dini

Pada musim hujan biasanya orang-orang sengaja siapkan payung. Jika sewaktu-waktu hujan, tinggal mengeluarkan payung dari dalam tas dan memakainya sehingga masih bisa berjalan saat hujan meski terkena percikan. Beberapa orang dengan gigih mempersiapkan apa yang sekiranya akan terjadi di kemudian hari. Bapak dan ibu saya rajin menabung, baik menabung di koperasi, sekolah, atau diletakkan di selempitan lemari untuk hari tua. Biasanya mereka menabung untuk kebutuhan bulan Ramadan. Karena bagi orang muslim, hari raya Idul Fitri adalah sebuah perayaan besar yang tentunya membutuhkan banyak uang untuk membeli segala sesuatu yang berhubungan dengan ritual tersebut. Di sisi lain, bapak dan ibu juga suka berinvestasi emas dan sepeda motor. Kalau emas memang kesukaan perempuan sih ya, sementara itu bapak lebih suka membelanjakan uangnya untuk membeli sepeda butut kemudian ia perbaiki agar harga jualnya lebih mahal. Begitu pentingnya berinvestasi bagi mereka sehingga saat ada kebutuh

Main Games Lebih Enak Pakai PC atau Smartphone?

Saya kadang suka tidak habis pikir dengan teman-teman yang getol bermain game di komputer berjam-jam bahkan sampai tidak tidur semalaman. Ah, saya pun begitu dulu. Hahahaha. Waktu kuliah saya punya sahabat yang suka duka bersama, mengerjakan tugas, hangout bareng, dan lain-lain. Sampai pada suatu hari dia membawa komputer dari rumahnya. Sungguh menyenangkan kalau ada tugas saya tinggal menginap di kosannya menumpang komputer. Tapi sayangnya, komputer itu kadang kami pakai untuk bermain games sampai harus begadang sampai pagi. Kata dosen saya, games adalah racun. Ya memang, dan racun itu menyenangkan. Haha... saya bisa betah bermain games sampai pagi. Kadang komputer teman saya sampai hank karena saya bermain nonstop atau mata saya kelelahan karena itu, Namun lagi-lagi saya tidak kapok bermain game. Lebih enak mana? Wah, ini termasuk pilihan sulit kalau saya disuruh menjawab. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Akhir-akhir ini memang sih saya lebih banyak mengh

Kamu Sudah Siap Walk In Interview di Jakarta dan Yogyakarta?

Pertama-tama, izinkan saya bernyanyi lagu Abdullah. Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya... Hehe... Saya masih sering terngiang-ngiang video seorang anak kecil yang mengajak teman kakaknya, sementara kakaknya sibuk membuat video sambil bernyanyi lagu Abdullah. Kemudian petir menyambar. Ah, bayangan itu terus-menerus terngiang, apalagi di media sosial seringkali diposting, diposting, dan diposting. Lucu tidak? Tidak. Oke, baiklah. Sebenarnya saya tidak mau membahas tentang Abdullah. Kebetulan sekali saya mau memberi informasi penting terkait pekerjaan. Pusing sekali rasanya kalau setiap kali orang-orang membahas pengangguran, pengangguran, dan pengangguran. Pengangguran seolah menjadi hantu paling mengerikan selain bayangan mantan. Padahal pengangguran adalah fase dalam hidup di mana waktu-waktunya banyak digunakan untuk berperilaku seperti seorang raja dan ratu, tapi sayangnya tidak ada pemasukan bahkan untuk membeli permen untuk memaniskan tenggorokan. Jangan sed