Skip to main content

Posts

Showing posts from August 7, 2016

Keseruan Silaturahmi Antarkomunitas Pengguna Commuter Line

Ada banyak keajaiban saat saya menjadi blogger. Ini berkah yang ditabur bertubi-tubi buat saya. Bertemu dengan teman lama dan bertemu orang-orang baru membuat usia saya selalu muda dan segar. Keceriaan juga tertambatkan. Seperti acara halalbihalal yang bertajuk "Silaturahmi Antarkomunitas Pengguna Commuter Line" yang diadakan di Mangga Dua Square (7 Agustus 2016) kemarin. Tercatat beberapa komunitas hadirvpada acara itu, yaitu Komunitas Tau Dari Blogger (TDB), Commuter Line Community of Kompasiana (CLICK), Komunitas Jalur Bekasi (JB), Komunitas Jalur Serpong (JS), Komunitas Jalur Depok Bogor (JDB) dan Komunitas Jalur Duri Tangerang (JDT). Beberapa komunitas memakai dresscode kecuali TDB. Hahah, hanya tdb yang memakai pakaian warna-warni. Itu juga menunjukkan bahwa komunitas tdb memiliki keragaman karakter. Meski tak berdrescode, saya dan teman-teman tepat solid dan berbahagia. Silaturahmi ini didukung oleh banyak sponsor, yaitu Grab, Lem Fox, termasuk Sunpride yang meny

Catatan Kecil 1

Saat ada orang lain meletakkan kisahnya padamu, artinya dia percaya. Jika menurutmu itu hal remah dan tak ada hubungannya dengan dia, pikirkan kembali. Setiap perkataan yang ia keluarkan itu bukan bahan gunjingan untuk ditertawakan bersama dengan yang lain. Aku sering berbicara kepada seorang kawan saat ia berkisah tentang hidupnya, "Kita ini cuma teman. Teman akan selalu jadi teman. Jangan umbar aib meskipun hanya kepadaku. Besok kita belum tentu akan seakrab ini. Isi kepalaku berbeda. Besok bisa berbalik melawanmu." Dan memang iya, dalam ajaran agamaku uga diperintahkan untuk tidak mengumbar aib, mengurangi keluhan, dan banyak bersyukur seburuk apapun diri kamu. Setiap manusia punya dosa dan masa-masa kelam. Besok belum tentu manusia yang dulunya jahat akan tetap jahat dan yang baik akan selalu baik. Belum tentu. ( Uwan Urwan )

Indonesia Siap Bersaing di Pasar Global

Isu-isu pasar global dari tahun ke tahun makin menggelitik. Terutama bagi ukm di tanah air yang saya tahu makin tumbuh subur. Produk-produk lokal sebenarnya sudah sejak lama ada di Indonesia, hanya saja hanya ada di daerah setempat. Misalnya di daerah wisata yang sering dikunjungi turis asing maupun yang lokal. Jangan salah, beberapa UKM justru telah lama sekali mengekspor produk-produk mereka. cuma memang tidak semua. Selain karena keterbatasan link dengan pemasar di luar negeri, ada banyak faktor juga yang menyebabkan ukm di Indonesia maju mundur, jalan di tempat, atau pun gulung tikar. Dan ternyata masalah utamanya ada di produsen, konsumen, dan pemerintah. Kenapa sih produsen? Jelas, produsen harus menyediakan produk berkualitas dengan standar yang sudah ditentukan. Kalau ingin go international , standar mutunya pun harus menyesuaikan. Kadang produknya bagus tapi cara mengemasnya kurang, bisa jadi faktor juga mengapa barang tersebut kurang diminati. Yang kedua masyarakat. Mas

Rapa'i Festival 2016 akan Mengguncang Dunia

Pernah mendengar nama Aceh? Ah, mana mungkin? Aceh tergolong provinsi ngehits yang budayanya sudah go internasional. Tidak percaya? Kamu bisa browsing sendiri. Memanh benar lo, kebudayaan Aceh sangat khas. Saya saja masih suka gemetar kalau melihat penampilan tari-tarian yang disuguhkan. Mirip seperti kebudayaan Bali yang juga sudah go internasional. Dan sebenarnya kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia juga go internasional. Saya punya teman dari Aceh. Waktu kuliah, saya menyaksikan kelihaiannya mengajarkan tari saman kepada teman-teman sekelas dan ditampikan untuk acara baik di jurusan mau pun fakultas. Jika ingat, saya masih begidik. Dia benar-benar paham budaya di daerahnya. Aceh sebelumnya disebut Daerah Istimewa Aceh lalu berganti menjadi Nanggroe Aceh Darussalam tergolong provinsi paling barat. Apa sih yang menyebabkan Aceh itu kaya? Budayanya, menurut saya. Suku saja berjumlah sekitar sebelas (atau 13 ya?), mulai dari Suku Aceh, Tamiang, Alas, Haloban, Singkil, Aneuk