Kamu Harus Nonton Film Dukun

Akhirnya film yang sudah 12 tahun dicekal, tayang juga. Film apakah itu? Film Dukun karya negara tetangga sebelah, Malaysia. Film yang disutradarai Dain Said merupakan film kontroversial karena diangkat dari kisah nyata. Kisah itu diambil dari kasus pembunuhan politikus yang dilakukan oleh Mona Fandey, suami, dan pembantunya.


Film dukun diawali dengan pembantaian sekelompok orang di Sumatera Utara, Indonesia. Ada banyak kematian yang dilakukan oleh aparat yang kemudian ada sebuah tongkat yang dipegang, yang dipercaya sebagai tongkat batak. Tongkat batak dipercaya bisa membuat kaya, kebal, dan berkuasa. Tongkat itu berasal dari Indonesia.

Film ini tayang bulan Agustus 2018 serentak di bioskop Indonesia dan tayang di Malaysia pada April 2018. Diana Dahlan (Umie Aida) diadili karena diduga membunuh seorang Datuk Jefri, seorang pengusaha sekaligus politikus. Sementara itu Diana seorang penyanyi klub malam terkenal dan dukun. Ia terkenal dengan kemampuan karena tongkat batak. Kemudian dalam sebuah ritual, Datuk Jefri mati. 


Di lain hal, Karim (Faizal Hussein), pensiunan pengacara dan ayah tunggal. Ia kehilangan putrinya dalam waktu cukup lama. Karim putus asa mencari anaknya kemudian temannya menawarkannya untuk menjadi pengacara Diana. Akhirnya pun ia menerima tawaran itu. Saat bertemu Diana, Diana menjanjikan Karim bertemu putrinya. 

Dalam persidangan, ada banyak saksi-saksi yang kemudian menyibak misteri pembunuhan Datuk Jefri. Detektif juga menemui banyak potongan korban lain hasil pembunuhan Diana. Meski begitu, Diana tak pernah sedikit pun takut. Ia justru selalu tersenyum kepada wartawan dan orang-orang saat diadili. Diana digambarkan sebagai penyanyi klub dan dukun seksi yang selalu mengenakan kosmetik tebal dan seksi. 
Ada banyak intrik dalam film ini. Saya sampai terkagum-kagum. Permainan-permainan emosi juga ditampilkan untuk menggugah imajinasi saya. Kadang sebal dengan Diana tapi juga sebal dengan Karim yang putus asa. Sampai akhirnya, ah, apakah saya harus lanjutkan di sini? Tidak. SAya sarankan kamu menontonnya. Film ini bagus, tidak ada adegan hantu sih, cuma memang mengerikan. Kalau kamu tidak sanggup melihat potongan-potongan tubuh, sebaiknya jangan menonton. 

No comments: