Kulari ke Pantai, Film Keluarga Sarat Makna


Promo film Kulari ke Pantai sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum jadwal tayang. Dari judul saja saya penasaran, “Kulari ke Pantai?” saya langsung terngiang-ngiang puisi yang dibacakan Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta. Sepertinya Mira Lesmana dan Riri Riza tidak ingin masyarakat juga flashback ke film karya-karya mereka yang sukses mendapatkan respon positif masyarakat. Secara tidak sadar, judul ingin akan memutar-mutar kenangan tentang film sebelumnya, meski jalan ceritanya jelas-jelas berbeda.

Yang unik, ternyata Kulari ke Pantai adalah film untuk anak, seperti Petualangan Sherina (2000) dan Laskar Pelangi (2008). Tentu saja film-film ini tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga dewasa. Miles Films pun bekerjasama dengan Ideosource Entertainment, BASE, dan Go-Studio, kembali menghadirkan film anak, Kulari ke Pantai.

Kulari ke Pantai akan hadir di bioskop-bioskop kesayangan kamu mulai tanggal 28 Juni 2018. Melalui film ini, Mira Lesmana dan Riri Riza merekrut pemain cilik baru, Maisha Kanna yang berperan sebagai Sam, Samudra dan Lil’li Latisha yang berperan sebagai Happy. Tak hanya itu, pemain papan atas, Marsha Timothy (Uci, ibu Sam), Ibnu Jamil (Irfan, suami Uci), Lukman Sardi (Arya), Karina Suwandi (Kirana), termasuk komika hits di Indonesia, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, Praz Teguh, juga Ligwina Hananto, dan Suku_Dani.


Film diawali dari Sam sekeluarga yang berkunjung ke Jakarta kemudian melakukan road trip dari Jakarta hingga Banyuwangi. Happy terpaksa ikut karena kedua orangtuanya ingin dia kembali dekat dengan Sam. Karakter Sam dan Happy cukup bertolak belakang, sehingga membuat perjalanan kian seru. Ada beberapa konflik muncul selama perjalanan.


Road trip itu dilalui dengan mobil bersama Uci. Beberapa kali harus berhenti untuk menginap di beberapa titik. Serunya, selama perjalanan, di dalam film perlihatkan keindahan alam di beberapa lokasi di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur,  mulai dari Cirebon, Temanggung, Pacitan, Blitar, Bromo, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi, serta Pulau Rote. Film ini menempuh perjalanan sejauh 1.025 km yang tiap kotanya disinggahi dan punya cerita sendiri. Dari situlah, kamu juga bisa tahu sebagian keragaman budaya dan alam yang ada di Indonesia dan juga bisa menghargai perbedaan. Buat saya, film ini juga mengingatkan kota kelahiran saya, Situbondo. Hehe... Saya sih rekomendasikan film ini untuk kamu tonton. Alurnya ringan, ceria, lucu, dan hmmm, penasaran? Kenapa kamu tidak ke bioskop saja sekarang?

No comments: