Cara Membantu Orang Lain Tanpa Mengeluarkan Uang

Ceritanya teman kamu sedang berbisnis. Pernah tidak kamu unfollow/unfriend/mute akunnya karena terlalu sering promosi, baik itu iklan produk sendiri atau produk orang lain, apalagi MLM? Pernah dan jengkel pasti ya. Namun tahukan kalau dengan jengkel lalu menggunjingkan itu kepada orang lain seharusnya tidak perlu?


Sesungguhnya kita tidak perlu membenci mereka karena sering beriklan di akun mereka. Secara sadar, setiap orang punya hak perlakukan akun media sosial mereka seperti yang mereka inginkan. Kita sebagai orang lain tak punya hak melarang. Jika kamu mendapat tag dan mention tapi tidak suka postingan tersebut muncul di timelinemu, untag saja. Lagipula cara mencari rezeki setiap orang berbeda. Bukankah sebaiknya kita membantu?

Pernah tidak kamu merasa terganggu dengan iklan yang sering muncul di aplikasi smartphone, di Youtube, atau di media lain? Sadarilah bahwa di balik iklan-iklan itu ada orang-orang yang sedang berusaha mencari rezeki dengan cara yang benar. Jika terkena klik tidak perlu mengumpat. Apa ruginya buat kita? Paling hanya berkurang kuota internet saja, bukan? Atau ya sedikit teralihkan ke browser karena iklan tersebut. Setelah itu kita bisa tutup kembali dan melanjutkan hidup.

Kenapa sih kita sulit sekali untuk bantu pekerjaan orang lain, membagikannya jika perlu. Sadarlah bahwa ada anak istri yang kebutuhannya tercukupi hanya dengan bantu teman-teman kita mendoakan dan membagikan iklan mereka. Yakin kamu tidak mau menjadi bagian dari kebaikan itu?

Ada beberapa hal lain lagi yang mungkin kita bisa sama-sama introspeksi dan tidak lagi sebal dengan teman yang sedang berbisnis

Tidak menawar harga


Jika ada teman yang sedang berbisnis setidaknya hindari menawar. Kalau perlu berilah lebih. Membantu teman agar bisnisnya tetap jalan apa salahnya? Dengan tidak menawar, artinya sudah membantu kelancaran usahanya. Kalau cocok, berlanggananlah! Setidaknya kurangi juga tawar-menawar di pasar tradisional. Jika kita bisa membeli barang di mall tanpa menawar, artinya kita juga perlu lakukan itu di pasar. Kalau persediaan dana tidak cukup, tawarlah seperlunya. Tidak perlu ngotot.

Jangan meminta gratis!


Kebiasaan orang Indonesia jika temannya memulai bisnis selalu meminta coba-coba gratis ketahuilah bahwa modal untuk berbisnis saja cukup tinggi. Kalau kamu meminta gratis, kapan temanmu balik modal? Belum lagi jika ada teman yang menerbitkan buku, meminta buku gratis HARAM hukumnya (curhat). Kalau semua temannya meminta gratis, darimana ia akan mendapatkan uang? Cobalah hargai jerih payah orang lain. Semua yang dilakukan seseorang tidak gratis. Jadi jangan minta gratisan!

Bantu share
Bantu share postingan teman jika sekiranya bermanfaat. Jangan sombong lalu menganggap, Enak di dia! Ehm, apaaa? Tahu tidak mengapa biaya promosi untuk bisnis itu besar? Ya karena ada orang-orang seperti kita yang tidak mau ada iklan. Iklan di televisi dibenci, baliho dan billboard di pinggir jalan diangap mengganggu, iklan baris di media cetak diabaikan, dan lain-lain. Itulah kenapa banyak kreator yang akan buat iklan seheboh mungkin bahkan mungkin absurd agar kita tertarik.

Seperti yang pernah saya tulis di sini, saya jadi berpikir kenapa orang lebih suka postingan hoax dibandingkan iklan. Karena hoax lebih menyenangkan dibahas ketimbang memperbincangkan iklan obat sakit mag. Kalau ada teman kita sedang menjadi buzzer pun setidaknya jangan benci. Akan ada saat di mana kamu juga menjadi seperti mereka dan semua orang akan abai dengan promosimu.

Beri masukan
Jika kamu merasa lebih tahu tentang strategi marketing dan berbisnis, bantulah temanmu jika kamu menganggap temanmu melakukan kesalahan. Tidak perlu harus bertemu lalu membantu segala sesuatunya dengan tanganmu, cukup beri masukan, dukungan, semangat, dan doa. Kamu tidak akan pernah rugi berbagi.

Jangan mencela dagangan orang


Jika kamu membeli barang ke teman tapi kualitasnya kurang bagus atau rusak, ada baiknya untuk tidak diumbar ke media sosial terlebih dahulu. Komplainlah kepada temanmu terlebih dahulu. Bukankah teman bisa dengan mudah dikomplain? Balik lagi ke poin 4, berilah masukan, dukungan, semangat, dan doa. Bisnis yang tidak didukung oleh orang-orang terdekat akan makin lemah. Lama-lama bisa tutup. Tidak perlu iri dengki dengan bisnis teman. Mereka juga sedang bersusah payah menghidupi keluarga.

Diamkan/unfollow/mute
Kalau kamu tidak suka, diamkan saja. Tidak perlu pusingkan diri dengan bergosip tentang si A dan si B yang beriklan produk X terus. Sudahlah, saya pun beberapa kali harus mendiamkan postingan teman karena dianggap mengganggu. Namanya juga usaha ya. Saya pun pernah melakukan itu, spamming postingan di media sosial. Ya, kalau sudah tidak tahan sebaiknya unfriend, unfollow, mute.

Tulisan ini tentu juga sebagai refleksi saya. Harapannya kita bisa mengambil pelajaran dari perbuatan buruk yang pernah dilakukan. Karena saya percaya dari perbuatan kecil-kecil seperti ini, kebaikan-kebaikan besar akan datang sendiri tanpa diminta. (Uwan Urwan)

14 comments:

Normas Andi said...

hmmm... betul juga mas.. coba posisikan kalau kita jadi mereka ya..

Evi Indrawanto said...

Intinya adalah, Apa susahnya ya jadi orang baik. Memahami dan menerima bahwa teman kita sedang melakukan usaha. Ingat lho di belakang mereka ada supplier atau produsen yang Iya jual. Kalau kita membantu cuma dengan menyukainya saja, usah pakai sebal, pahalanya akan berlipat ya.

Ikrom said...

minta gratisan itu yg paling nyebelin
padahal apa susahnya mengeluarkan uang
padahal klo beli ke yang lain ya gak sayang

Ang Leonard Anthony said...

Tulisannya bagus banget mas...Temen yang minta gratisan atau minta harga temen itu tandanya tidak menghargai temannya yang sedang berusaha. Tinggalin aja kl punya temen kaya gitu, mencari untung sendiri tp ga mau bantu temennya

Mas Edy Masrur said...

Kita kan sering belanja. Apa salahnya belanja di toko online temen sendiri. Kebutuhan kita tercukupi, teman pun terbantu.

Dee Rahma said...

Mesti saling memahami dan mendukung peran masing-masing kawan ya :D

Cheers,
Dee Rahma - heydeerahma.com

Ariefpokto said...

True Mas #Uwanurwan , salah satu hal yang nyeremin itu adalah "Harga Teman yah " , padahal kerjaannya sama aja. Atau "gak apa-apalah sama teman ini" , lalu bayarnya mandeg. Temen macamapa itu? Kalaupun mau bonus datang dari yg jualan. Bukan atas request-an. Kan tahu sendiri bangun bisnis apapun itu butuh dukungan bukan jadi ajang kesempatan dapat gratis an

Ika Puspita said...

Iya deh, betul semua yang kamu bilang itu. Kalo gitu, aku juga mau bantu kamu ya. Kudoain supaya kamu cepet dapat jodoh :D

Vika said...

Aduhh..Kak Uwan kok tiba2 mencerahkan begiini ?! Gw emang paling sebel sama orang yg bangga kalau berhasil nawar semurah murahnya.. Buat gw, itu sama sekali bukan prestasi...

Matius Teguh Nugroho said...

Setuju banget sama poin pertama, mas. Kalau temen atau saudara baru memulai bisnis, jangan minta diskon atau bahkan gratisan. That doesn't help.

Kalau soal iklan di media digital (Youtube misalnya), kita klik atau nggak klik mereka akan tetap bayar mas. Kondisinya mereka bayar di awal, baru diiklankan. Tujuan mereka adalah membangun awareness akan suatu produk atau aktivasi, bukan paid per click kayak blogger-blogger. Jadi ya I don't feel guilty when skipping their ads :)

Maya said...

Kadang sebagai pembeli harus bisa mengira-ngira kalau nawar barang yang aksn dibeli jangan sampai terlalu murah

juga mbok yo mikir orang baru berniaga mosok tega minta gratis, tapi ya gitu deh ada aja yang gitu

Vanisa Desfriani said...

betul mas :D

tapi kok ya kayaknya udah jadi "budaya" makanya malas jualan dg orang yg kenal. Belum lagi kalau diutangin daaan lupa sampe bertahun wkwk

Hai Ulya said...

Sebagai penjual aku sendiri sadar kalo jualan terus itu capek dan ga enak diliat orang. Seperti aku ga suka liat orang jualan terusss di sosial medianya.
Tapi aku suka semangat bisnis mereka, kalo memang barang jualannya menarik dan pantas diapresiasi biasanya aku ss dan jadiin status wa atau story ig. Ya setidaknya aku membantu biar sedikit dikenal orang lain. Huhu

Mpo Ratne said...

usaha orang beda beda, mungkin rezeki dia di sosmed. ya maklumin aja kalau dia promosi terus tapi sebagai blogger boleh tuh ngasih saran ke teman nya tentang jam waktu paling jitu buat promosi di media sosial