Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kuliner

Sudahkah Kamu Tahu Surat Edaran BPOM Tentang Susu Kental Manis?

Konsumsi gula berhubungan dengan resistansi hormon leptin. Hormon leptin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak untuk merasa kenyang. Saat ketahanan hormon leptin terganggu akibat terlalu sering konsumsi gula berlebih, sinyal yang memberitahu agar berhenti makan terganggu. Akibatnya tubuh akan selalu merasa lapar. Penyakit degeneratif akibat berlebihan konsumsi gula kian bertambah dari hari ke hari. Bukan hanya akibat konsumsi gula berlebih, tapi karena rutin juga. Yang rusak akibat kelebihan gula dalam tubuh tidak hanya hormon leptin, tapi juga insulin. Kali ini fokus bahasan saya lebih ke anak-anak. Susu kental manis murah meriah Saya ingat betul waktu kecil suka sekali makan makanan yang manis. Semua makanan manis selalu nikmat dan sulit dikendalikan untuk berhenti mengunyah. Paling sering sih saya minum susu kental manis. Dulu susu kental manis adalah andalan untuk keluarga sederhana saya, karenaa jika membeli susu asli, harganya jauh lebih mahal. Meski susu bukan

All You Can Eat di Hotel Ambhara Bikin Nagih

Menurut ilmu biologi, salah satu ciri makhluk hidup adalah makan. Berbeda dengan benda tak hidup, proses makan tidaklah diperlukan. Apakah mungkin batu bisa makan daging? Bicara tentang makan sepertinya tak akan pernah habis dibahas. Kalau misalnya di otak manusia adalah makan, makan, dan makan, masih bisa dibilang wajar karena makan bukan hanya kebutuhan, tapi sebuah pola yang harus dipenuhi setiap harinya. Zaman dulu makan bisa seadanya, tergantung apa yang didapat atau apa yang dihasilkan. Semakin ke sini, jenis-jenis makanan bukan lagi hanya didasarkan atas kebutuhan harian, tapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Greek salad Beberapa orang mau menjelajah dari satu kota ke kota lain untuk mencicipi makanan di daerah lain. Bahkan mereka juga rela keliling dunia untuk menikmati jenis makanan di negara lain. Seberapa astik sih makanan yang tidak ada di sekitar kita? Tentu beda orang beda. Saya pengen cerita tentang makanan barat nih. Makanan western Ke

Mamasuka Cheesy Mayonnaise Penyelamat Lidah

Tengah malam adalah waktu paling rawan, apalagi buat saya yang suka begadang. Pukul 23.00 ke atas bisa dibilang bahaya. Masalah yang kudu dihadapi adalah mengantuk dan lapar. Mau tidak mau harus makan, makanan berat, seperti nasi atau mi instan. Mau tidak mau harus makan (saya mengulang kalimat ini lagi.), karena jika tidak, tidak bisa tidur nyenyak. Saya tidak bisa selalu makan nasi atau mi instan. Mi instan tidak baik jika terlalu sering dikonsumsi. Untuk itu saya mencari alternatif lain. Untunglah ada mayonaise keju yang menjadi penyelamat hidup. Makan mayones? Ah, tidak. Saya belum menambahkannya tadi. Untung saya selalu sedia mayonaise keju, telur ayam kampung, dan sayur di dalam kulkas. Tidak butuh waktu lama di dapur, saya panaskan wajan dan masukkan mentega. Telur ayam kampung saya ceplok. Sambil menunggu matang, saya oleskan mayones di atas roti. Kemudian dilapisi dengan selada. Setelah telur matang saya letakkan di atas selada. Sengaja tidak ditutup dengan roti lagi karena s

Berburu Kudapan Menggiurkan di Semarang

Indonesia mengonsumsi 2.037 kilokalori dan 56,67 gram protein setiap harinya berdasarkan data survei nasional tahun 2016. Angka tersebut bertolak belakang dengan jumlah pasokan makanan, di mana Indonesia menghasilkan sumber energi dan protein dua kali lipat lebih banyak dari asupan gizi harian yang direkomendasikan. Artinya, produksi pangan di Indonesia sebenarnya berlebih tapi distribusinya tidak merata. Lontong cap go meh Masalah ini terlihat sepele, tetapi justru cukup serius. Mengingat terdapat kehilangan dan pemborosan pangan yang membuat kesenjangan antara pasokan dan asupan makanan. Dampaknya, terdapat peningkatan penggunaan sumber daya pertanian, kian buruknya masalah lingkungan, dan upaya penyediaan pangan yang cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia terhambat. Bisa dibayangkan ada wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang mengalami kelebihan pasokan pangan, sementara di daerah lain kekurangan. Sisa makanan Menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian

Malang, Kota Kenangan yang Kaya Destinasi Wisata

Langit sore waktu itu mendung, terasa sejuk menggoda. Sambil menunggu teman-teman berkumpul untuk berarak bersama menuju Malang Tempoe Doeloe, saya menatap mobil dan motor yang lalu lalang. “Malang dulunya memang begini, hampir tiap sore mendung dan hujan,” kata salah seorang teman arek Malang sejati. Saat itu tertanam angka di kalender, tahun 2007. Sudah 18 tahun berlalu, artinya ada 10 kali acara Malang Tempoe Doeloe terlewati. Malang memang punya kenangan tersendiri, pernah belajar beberapa tahun di kota dengan label kota pendidikan itu seolah kembalikan saya pada bising-bising deru kendaraan ditambah kombinasi kesejukan, keramahan penduduknya, dan elok alamnya. Bagaimana ya, Kota Malang selalu saya sebut-sebut dan selalu ingin saya kunjungi. Dari sekian banyak kota/kabupaten di Jawa Timur, hanya Malang yang punya cerita unik. Bukan tersebab saya pernah menempuh studi di sana, melainkan ada daya tarik tertentu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.  Malang Tempoe D