Asuransi Unit Link, Gabungan dari Proteksi dan Investasi


Bapak dan ibu termasuk saya, adalah pengguna asuransi sejak saya masih unyu pake banget, sampai sekarang. Saya sih baru-baru saja. Kami percaya kalau berjaga-jaga itu perlu.

Bukan semata-mata ingin promosi atau apa ya, toh, kalau pun iya, pilihan tetap ada di tangan orang masing-masing. Saya hanya membantu menyebarkan manfaat yang saya dapat, siapa tahu kamu juga mau. Beberapa tulisan saya sebelum-sebelum ini banyak sekali membahas tentang asuransi. Mungkin dari kesekian kalinya menulis saya belum pernah berbicara tentang konsep dasar asuransi itu sendiri. Soalnya ada yang baru juga dari dunia asuransi yang pastinya kamu akan senang membacanya.  

Apa sih asuransi itu?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, asuransi adalah perjanjian antara kedua belah pihak, di mana pihak pertama punya kewajiban untuk membayar iuran sementara pihak yang lain wajib memberikan jaminan sepenuhnya kepada pihak pertama jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya, sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Biasanya pihak kedua sudah punya rincian manfaat yang akan diperoleh pihak pertama dan biasanya bermacam-macam. Besar iuran biasanya disesuaikan dengan manfaat apa yang diperoleh, semakin besar nilainya, manfaat yang diperoleh pun semakin banyak.


Perusahaan yang bisa disebut juga pihak kedua, bertindak sebagai pengelola atau penanggung. Nasabah (pihak pertama) membayar premi kepada perusahaan setiap bulan dengan jumlah tertentu, sebagai bentuk proteksi diri jika terjadi sesuatu hal di kemudian hari. Nah kalau nasabah mengalami kondisi sesuai perjanjian, perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat kepada nasabah. Biasanya sih kondisi yang umum terjadi itu karena kecelakaan, rawat inap, dan kecelakaan.

Mengenai perjanjian itu, ada perselisihan dengan yang berhubungan dengan agama. Kebetulan di Indonesia, mayoritas masyarakatnya beragama muslim. Untuk orang yang cukup agamis, beberapa hal dalam perjanjian asuransi meragukan. Untuk itulah kemudian ada sistem syariah, bank-bank juga menganut itu. Saat ini asuransi dibagi dua, yaitu asuransi konvensional dan syariah. Asuransi syariah perjanjian-perjanjiannya disesuaikan dengan syariah Islam. Cuma untuk tahu perbedaannya, saya akan jelaskan sedikit yang saya tahu.

Asuransi konvensional pada dasarnya mengalihkan risiko ke perusahaan asuransi, berbeda dengan sistem syariah yang menggunakan konsep berbagi risiko. Untuk akadnya, sistem konvensional menggunakan akad jual beli, sementara itu sistem syariah akadnya tolong menolong. Peran perusahaan asuransi konvensional itu lebih ke penanggung risiko, sementara dengan sistem syariah perusahaan asurasi menjadi pengelola dana tabaru. Sistem konvensional jelas keuntungannya milik perusahaan, sementara itu sistem syariah apabila terdapat keuntungan akan dibagikan kembali kepada peserta yang berhak. Untuk pengawasan, pada polis  konvensional dilakukan oleh internal manajemen, sementara itu sistem syariah sudah punya Dewan Pengawas Syariah (DPS). Terakhir, jenis investasi pada sistem konvensional bisa pakai sistem konvensional dan syariah, sementara untuk sistem syariah hanya dapat dialokasikan pada investasi berbasis syariah saja.

Unit link, pilihan asuransi jiwa terbaik

Bagaimana? Sudah paham sedikit mengenai syariah dan perbedaannya dengan sistem  konvensional? Semoga penjelasan di atas memberi gambaran lengkap. Jangan sedih, masih ada jenis asuransi yang harus saya bantu jelaskan. Ada dua jenis asuransi, yaitu asuransi umum, dan asuransi jiwa, nah asuransi jiwa sendiri juga terdiri dari asuransi tradisional dan asuransi unit link. Aduh apa itu yang terakhir? Baru ya? Tidak juga. Dan pastinya jauh lebih menarik ketimbang jenis asuransi yang lain. Asuransi umum sebenarnya cukup menarik karena mencakup banyak hal, mulai dari asuransi kecelakaan, kemalingan, kendaraan, property, perjalanan, cargo, rangka kapal, dan lain-lain. Asuransi jiwa ya asuransi jiwa. Ahahaha. Asuransi jiwa  mempersiapkan kita ataupun keluarga yang ditinggalkan pada saat orang yang dipertanggungkan tutup usia.

Himawan Purnama (AVP Head of Product Development - Prudential Indonesia) 

Irvan Ferdiawan (AVP Head of Product Investment- Prudential Indonesia). Kedua pemateri di atas memberikan gambaran tentang asuransi dan jenis asuransi terbaru, unit link

Asuransi jiwa dibagi menjadi 2 yaitu asuransi tradisional dan asuransi unit link. Asuransi tradisional dibagi tiga kategori juga, yaitu yang berjangka di mana perusahaan memberi manfaat meninggal dengan periode singkat. Berbeda dengan yang seumur hidup, perusahaan memberikan manfaat meninggal dengan periode panjang (seumur hidup). Yang terakhir adalah dwiguna di mana tidak hanya memberikan manfaat meninggal, tapi juga tabungan.

Jenis asuransi jiwa lainnya adalah unit link. Nah ini jenis yang menarik dan kamu wajib tahu. Asuransi unit link memberikan manfaat proteksi dan investasi sekaligus. Kok bisa? Ya bisa. Nah penasaran kan? Jadi jenis asuransi ini memang gabungan dari proteksi dan investasi. Nah konsepnya begini, perusahaan bertindak sebagai pengelola atau penanggung. Sementara itu nasabah tetap punya kewajiban untuk membayar premi kepada perusahaan. Bedanya dengan jenis asuransi lain, di unit link, nasabah membayar premi, preminya dikonversi menjadi unit. Nah, untuk jumlah unit yang terbentuk itu bergantung kamu mau pilih investasi yang bagaimana. Nanti bisa dikonversikan ke unit. Nah, unit sendiri digunakan sebagai pembayaran biaya asuransi dan menjadi akumulasi nilai tunai. Kalau misalnya kamu mengalami kondisi sesuai perjanjian, perusahaan akan memberi manfaat ke kamu (sesuai perjanjian juga).


Uniknya lagi, kamu kalau punya uang lebih. Hem, misalnya premi bulanan biasanya 20 0ribu, tapi seiring berjalannya waktu kamu ingin bayar 500 ribu, itu bisa. Sisa 300 ribu bisa kamu alokasikan untuk investasi, misalnya. Itu bisa. Kamu bisa konsultasikan ke perencana keuangan atau tenaga pemasar yang kamu percayai. Dari situ biasanya disesuaikan, kalau kamu bulan depan mampu bayar sebesar itu juga, kemungkinan akan berlanjut. Otomatis manfaatnya pasti dikasih lebih.

Dengan bertambahnya jenis asuransi, kamu bisa punya pilihan untuk menggunakan layanan asuransi yang mana. Tentu disesuaikan dengan kemampuan kamu dan mana yang lebih dibutuhkan. Saran saya sih tetap banyak membaca dan pelajari asuransi-asuransi yang ingin kamu pilih agar tidak menyesal di kemudian hari. (Uwan Urwan)

#pastidikasihlebih

No comments: