Tempat Singgah Strategis dan Murah di Jakarta

The journey of a thousand miles begins with a single step (Lao Tzu)

Setiap perjalanan manusia merupakan satu kisah hidup yang sudah tergariskan untuk dilalui, mau sebaik atau seburuk apapun tanggapan indra manusia. Kutipan di atas benar-benar membuat mata saya terbuka. Setiap langkah saya tidak akan berarti jika perjalanan tidak dimulai. Sama seperti kembalinya diri ke ibukota. Saya tahu akan kembali, tapi belum tahu kapan? Ternyata saya resmi kembali pada akhir Juni 2018.


Bertualang di Jakarta, kota terbesar di Indonesia, membuat dunia saya seolah kembali terang. Banyak titik yang harus dipelajari, terutama karena wilayah tersebut sejak abad ke-4 Masehi sudah diklaim oleh beberapa kerajaan (Kerajaan bercorak India Tarumanegara, Kerajaan Sunda Hindu, Kesultanan Banten Muslim) dan Pemerintahan Belanda, Jepang, termasuk Indonesia sendiri. Sebelumnya, Jakarta pun punya beberapa nama, Sunda Kelapa mahsyur selama periode Kerajaan Sunda; Jayakarta, Djajakarta, atau  Jacatra digunakan saat periode Kesultanan Banten. Di bawah Pemerintahan Belanda, Jakarta dikenal sebagai Batavia dan Djakarta (Jakarta). Nama Jakarta itu dipakai sampai sekarang.

Jakarta bukan hanya kota yang sibuk dengan banyak aktivitas, misalnya bisnis, hiburan, ekonomi, politik, tapi juga kaya akan destinasi wisata. Banyak museum peninggalan zaman dahulu yang layak dikunjungi dan dipelajari sebagai bagian dari budaya dan sejarah bangsa. Tak hanya itu, ada banyak juga dibangun tempat wisata baru, jalur transportasi yang juga untuk membantu warga Jakarta memudahkan kegiatannya.

Menginap di hotel atau menumpang?

Kalau menurut banyak orang, Jakarta tempatnya macet, memang benar. Buat saya, macet hanyalah alasan yang kadang bisa dibenarkan juga bisa tidak untuk membenci suatu wilayah. Pada kondisi tertentu, di setiap daerah pasti macet. Bahkan di Situbondo yang damai dan permai pun begitu. Saat lebaran, pusat kota jadi sulit dilalui. Saat tahun baru, tempat-tempat wisata seolah kesulitan menemukan ruang bergerak. Jadi, menurut hemat saya, carilah solusi, bukan dengan mengeluh saja, ya, misalnya mencari tempat lain yang tidak macet.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat melancong ke mana pun, tak hanya ke Jakarta, adalah tempat menginap. Tempat menginap adalah hal utama yang harus dipikirkan. Kebutuhan itu sangat mendasar karena selain kita harus beristirahat, juga perlu meletakkan barang-barang, dan membersihkan badan.

Menumpang di rumah saudara atau di kos teman, bisa jadi alternatif paling mudah saat melancong. Kelebihannya, pengeluaran bisa diminimalisir, menjalin silaturahmi, dan bisa menjadi tour guide (minimal menjadi tempat bertanya saat tersesat) – menemani saat berkeliling Jakarta. Bersenang-senang bersama orang yang dikenal itu cukup menyenangkan. Jangan pernah merasa kehabisan tempat untuk dikunjungi di Jakarta. Bahkan warga Jakarta sendiri pasti tidak menelusuri ke setiap tempat yang ada.

Menumpang bisa membuat hubungan pertemanan atau kekeluargaan makin dekat. Biasanya jarak membuat banyak hal yang dialami selama beberapa waktu diceritakan kembali. Banyak hal baru diceritakan dan bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Saling sharing pengalaman hidup, saling berbagi pengetahuan, dan banyak hal lain yang bisa terjadi saat hubungan silaturahmi kian harmonis.

Saya sarankan untuk menumpang jika memang memungkinkan, tapi jika tidak, menginaplah di hotel. Carilah hotel yang cukup strategis, sesuai kantong, nyaman, dan terpercaya. Di Jakarta ada banyak sekali penginapan dalam bentuk hotel, kos, atau hotel kapsul. Kamu tinggal pilih mana yang sesuai pilihan. Kalau sendiri, hotel kapsul bisa jadi alternatif yang saya sarankan, atau kos harian (meski agak sulit dicari), pilihan lainnya adalah hotel (jika berdua atau lebih dari dua orang).

Hotel strategis dan nyaman

Kamu ke Jakarta bersama teman, sewalah hotel semalam, dua malam, cobalah menginap di IBIS Tamarin. IBIS Tamarin terletak di  Jalan KH. Wahid Hasyim No.77, RT.1/RW.4, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi itu cukup strategis, terletak di pusat kota, di sekitar bisa wisata kuliner, bisa ke mall-mall ternama di Jakarta, ke bioskop, ke tempat nongkrong, ke tempat wisata, museum, dan banyak lagi. Mall terdekat itu Sarinah, hanya berjalan kaki sekitar 10—15 menit. Di sekitar Sarinah ada Jakarta Theatre juga Starbuck. Di samping hotel ada tempat nongkrong kekinian yang selalu ramai, Warung Upnormal.


IBIS Tamarin adalah salah satu dari tiga hotel IBIS tertua di Jakarta dan di Indonesia. IBIS Tamarin resmi berdiri tahun 1994. Sayangnya IBIS Tamarin tak pernah sepi pada saat hari kerja, karena konsep hotel ini memang untuk bisnis. Jelas pengunjung yang menginap kebanyakan adalah karyawan atau pebisnis yang memang ingin suasana baru saat melakukan pertemuan. Ada ruang beberapa ruang pertemuan di lantai dua yang bisa digunakan. Bahkan kalau kamu sedang punya kegiatan, bisa menggunakan ruang tersebut untuk workshop atau pertemuan kecil.

IBIS merupakan bagian dari perusahaan besar AccorHotels, di mana AccorHotels adalah perusahaan multinasional terbesar di Perancis. Perusahaan ini didirikan tahun 1967 yang sudah membuka ribuan hotel di lima benua, termasuk di Asia (Indonesia ada di dalamnya). Accor Group terus berkembang sampai merambah ke Indonesia. Berdasarkan informasi dari paragraf di atas ini, IBIS Tamarin adalah salah satu hotel IBIS pertama yang didirikan di Indonesia. Ada sebuah kebanggaan tersendiri jika kamu menginap di IBIS Tamarin.



IBIS Tamarin mudah dijangkau oleh banyak moda transportasi. Jika kamu sedang dalam perjalanan bisnis di daerah Sudirman-Thamrin, cocok sekali menginap di IBIS Tamarin. Di Jalan Sabang dan Jalan Jaksa adalah area kuliner yang bisa kamu nikmati, saat Minggu kamu bisa ikut Car Free Day, tinggal berjalan kaki ke arah Sarinah. Kalau kamu ingin ke Monas, ikon Kota Jakarta, jaraknya hanya sekitar 2 km yang juga tak jauh dari Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Thamrin City, dana beberapa tempat pemberlanjaan lain. Dari Stasiun Gambir hanya berjarak sekitar 3 km dan jika ingin ke Bandara Halim hanya berjarak sekitar 13 km. Sementara itu 26 km akan kamu tempuh jika mau atau dari Bandara Soekarno Hatta.

Tempat belanja tekstil terbesar di Asia Tenggara, Tanah Abang, bisa kamu raih hanya dengan ojek online sekitar 10 menit. Kamu bisa berbelanja sepuasnya, apalagi jika kamu punya bisnis di tempat lain. Masih ada lagi, kalau mau beribadah di Masjid Istiqlal atau Gereja Katedral Jakarta pun tak jauh. Bagaimana?

Harga ekonomis pelayanan maksimalis

Hotel IBIS Tamarin memang konsepnya bisnis, setiap hari selalu ramai pengunjung. Justru saat weekend jumlah pengunjung berkurang. Kebetulan saya menginap saat weekend, suasana hotel saya rasa jadi sangat menyenangkan apalagi hotel dilengkapi dengan kolam renang dan tempat gym. Hem, saya bahas dari awal saja ya.


Menurut saya, jika kamu ingin hotel dengan harga ekonomis, tapi pelayanan maksimalis, IBIS Tamarin memang pilihan terbaik. Mulai dari resepsionis, saya dimanjakan dengan desain interior sederhana tapi elegan dan modern. Meski hotel ini termasuk yang tertua di Indonesia, konsep hotelnya tetap menarik, modern, dan nyaman. Tempat tidur empuk dan kamar mandinya cukup fungsional. Kalau kamu seharian berkeliling Jakarta, saya yakin saat kembali ke hotel akan kembali merasa seperti sedang di rumah. IBIS Tamarin terdiri dari delapan lantai, memiliki kamar bebas asap rokok dan kamar untuk perokok. Kamu bisa memilih kamar sesuai dengan pilihan kamu, tapi saran saya, pilihlah kamar bebas asap rokok karena kalau ingin merokok, pergilah ke lantai satu, area terbuka di mana kamu pasti akan merasa nyaman. Kenapa? Sabar, nanti akan dibahas. Hehe..

Ada beberapa pilihan kamar, standar untuk dua tempat tidur dan standar untuk satu tempat tidur ganda. Pada dasarnya desain kamar IBIS Tamarin sama, yang membedakan luas dan jenis tempat tidurnya. Nuansa cat dinding kamar cerah, hangat, modern, dan mengandung unsur kayu. Seperti biasa di setiap kamar pasti tersedia pemanas air jika sewaktu-waktu ingin membuat teh atau kopi. Colokan listrik ada di beberapa titik, kamu tidak perlu repot mencarinya. Kamar mandi pun bersih dan dilengkapi alat mandi dan air panas. Mesin pengering rambut sudah disediakan jika kamu terburu-buru ingin mengeringkan rambut.





Lobi hotel desainnya elegan dan modern. Bisa digunakan jika sedang menerima tamu atau bebincang santai dengan teman. Bisa juga digunakan jika sedang menunggu taksi. Lobi cukup luas dan menyatu dengan area komputer. Kalau sewaktu-waktu kamu butuh mengakses internet dan print dokumen, bisa menggunakan fasilitas tersebut. Di sebelah lobi, ada Gumarang Lounge yang bisa kamu gunakan jika ingin bersantai. Di Gumarang, kamu bisa pesan cemilan sekaligus minuman hangat dan dingin. Ke arah belakang lobi terdapat restoran. Restoran ini yang biasa digunakan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Kalau kamu termasuk orang yang malas keluar hotel, kudapan di restoran IBIS Tamarin tak kalah enak. Kelebihan lainnya, semua peralatan makan di hotel terjamin bersihnya.



Bersebelahan dengan restoran, ada area terbuka (teras) yang termasuk area merokok. Hijaunya tenaman di sekitar akan membuat pikiran lebih tenang sambil melihat genangan air jernih atau sambil menikmati kopi atau cemilan. Uniknya di IBIS Tamarin, ada beberapa ruang untuk bersantai sambil menikmati kudapan. Kamu bisa pilih ruang mana saja yang ingin dikunjungi. Area terbuka yang bersebelahan dengan kolam renang dan tempat gym, tentu akan jadi area menyenangkan. Mungkin kamu bosan jika hanya di kamar saja, kan?

Apa lagi yang tersedia di IBIS Tamarin? Spot-spot foto yang ciamik. Di hotel itu, kamu akan dimanjakan dengan banyak area yang bagus untuk berfoto. Desain interior IBIS Tamarin yang modern justru membuat kamu punya banyak pilihan untuk berfoto. Pun ada area khusus yang tiap bulannya temanya berbeda, untuk berfoto. Ada properti yang bisa kamu pakai untuk membuat kamu semakin betah menginap. Saya jamin itu.



Di lantai dua ada beberapa ruang pertemuan. Ada tujuh ruang pertemuan dengan ukuran maksimal 117 m persegi dengan kapasitas maksimal 120 orang. Biasanya saat weekdays, ruang-ruang pertemuan tersebut penuh dan jarang digunakan saat weekend. Pengunjung saat weekend biasanya lebih memilih untuk menikmati fasilitas lain, seperti di kolam renang, tempat gym, dan teras untuk bersantai. Oh ya, kolam renang ada dua jenis, untuk anak-anak yang dangkal dan untuk dewasa. Kolam untuk dewasa hanya sedada orang dewasa. Tidak perlu takut tenggelam kalau kamu tidak bisa berenang.



Keistimewaan lain adalah IBIS Tamarin bisa digunakan untuk acara pernikahan outdoor. Tentu keberadaan taman dan kolam renang jadi point of view dari acara itu. Meski tidak bisa untuk acara pernikahan dengan kapasitas besar, kamu bisa melangsungkan resepsi pernikahan dengan bahagia dan tenteram. Jadi, kapan kita mau nikah di sana? Eh, bukan ya?

Menurut saya, IBIS Tamarin adalah salah satu pilihan hotel dengan beragam kebutuhan. Kamu bisa menginap di sana untuk berbagai tujuan, liburan bersama keluarga, tempat menginap saat travelling, urusan bisnis, pernikahan, atau hanya untuk menikmati kolam renang dan tempat gym. Jadi, masih mau memikirkan apa lagi? Aku? 



2 comments:

deddyhuang.com said...

asek nih hotelnya... bisa jadi referensi..

joko iboy said...

Mahal ga nih, kan secara ibis.