Mau Tahu Boros Yang Gak Bikin Miskin?

Cobalah nikmati hidup dengan belanjakan uang yang kita punya. Hidup cuma sekali lo...

Banyak sekali yang ingin mengajak kita berhemat. "Jangan boros!" begitu kata mereka. Kita jadi tidak bisa membeli apa saja yang disukai. Entah itu bantal lucu, mug unik, pigura kayu, bantal sofa, atau handphone baru. Kenapa sih?

Memangnya tidak boleh beli ini itu. Apalagi yang punya uang kan kita ya? Kita pun yang menikmati. Kalau sedang berbaik hati, kita tentu berbagi barang dan makanan yang dibeli untuk dinikmati bersama. Bahkan tak jarang ada orang yang memang senang traktir teman-temannya. Ada yang salah?

Hmm... tidak salah juga ya kalau memang maunya begitu. Lagipula menabung itu kadang menyiksa diri karena harus menahan diri untuk membeli barang yang disukai.

Saya sih setuju kalau menabung itu membosankan, tapi setuju juga dengan tidak berlebihan dalam membelanjakan uang. Boroslah yang elegan dan boroslah pada tempatnya. Kira-kira apa saja boros yang tidak membuat miskin pada akhir bulan? Ini dia

1. Sedekah dan zakat
Memberi hadiah untuk teman juga bisa dibilang sedekah. Iya gak sih? 

Katanya, eh bukan katanya, tapi kenyataannya, dengan semakin banyak sedekah dan zakat, rezeki selalu datang. Banyak orang sudah membuktikan. Saya masih belajar untuk boros bersedekah. Sedekah tidak hanya berupa uang lo, bisa berupa tenaga, pikiran, dan waktu. Asal tidak digunakan untuk hal-hal yang berbau negatif.


2. Stok barang
Boros stok barang itu perlu, apalagi buat yang berdagang. Jangan tanggung-tanggung kalau mau stok barang. Semakin banyak yang dibeli akan jauh lebih murah hitungannya. Sementara kita bisa menjual dengan harga biasa.

Kita juga bisa boros sekali untuk stok-stok keperluan berdagang. misalnya gunting, cat, kuota internet, pupuk, bahan mentah, dan lain-lain. 
Saya biasanya stok peralatan menggambar, mulai dari pensil, kertas, sampai cat.

Tergantung apa yang kita jual. Kita bisa stok sebanyak-banyaknya asal yang bisa tahan lama ya. Jangan stok sayur hijau untuk pemakaian setahun ya. Jangan. Adanya malah busuk dan rugi nanti. Yakin deh, sejumlah besar uang yang dikeluarkan pada awal bulan akan kembali hingga akhir bulan atau berbulan-bulan dalam jumlah berkali lipat. Sisanya bisa ditabung deh.

3. Investasi
Lagi banyak uang? Jangan ragu-ragu untuk investasikan. Investasinya pun kudu jelas. Jangan investasi di perusahaan yang belum jelas keberadaannya. Paling aman memang investasi emas. Belilah emas yang bisa dipakai atau untuk istri. Suatu saat, jika dalam keadaan kritis, bisa menjual emas itu untuk keperluan sehari-hari.

Atau, investasikan uangmu di bank. Juga bisa deposito berjangka, sehingga tidak bisa diambil sesuka hati. Yang penting boros-borosin aja. Jangan lupa sisakan sebagian untuk keperluan selama satu bulan.

4. Belanja bulanan

Belanja bulanan baiknya memang dipikirkan ya. Bagus kalau bisa kreasi kue dari hasil stok bahan untuk buat cemilan

Nah, belanja bulanan harus boros. Belilah beras, gula, minyak goreng, air mineral, cemilan, dan lain-lain, yang sekiranya cukup untuk satu bulan. Jangan khawatirlan struk dan jangan pula membeli barang yang tidak diperlukan, misalnya kursi, padahal di rumah semua ruangan sudah penuh dan kursi juga ada banyak. Jadi borosnya kalau bisa yang penting sih.


Sebelum berbelanja, daftar terlebih dahulu barang apa saja yang tidak ada di rumah. Kalau hidup sendiri mungkin hanya menghabiskan beberapa ratus ribu, tapi untuk yang sudah berkeluarga akan banyak menghabiskan uang. Tidak apa-apa, asal cukup dan masih ada sisa untuk keperluan lain sampai akhir bulan.

5. Buang receh
Receh itu sangat tidak penting. Siapkan kotak khusus penampung receh. Saat dapat kembalian receh, buang saja ke dalam kotak itu. Ajarkan juga pada keluarga untuk membuang semua receh ke dalam kotak itu.


Receh sebegitu tidak pentingnya karena tidak bisa untuk beli hamburger, mie ayam, bahkan kuota internet. Iya kan? Mangkanya buang saja dan jangan pernah membuka kotak itu sampai isinya penuh.

6. Nongkrong di kafe
Sesekali bolehlah ya saya pamer kalo pernah nongkrong sama artis. Wkwkwk. Eh ini juga sambil cari wi-fi gratis lo. Kan kerjanya di medsos.

Kebiasaan yang mulai harus dijalankan buat kamu yang pekerjaannya berhubungan dengan saluran internet, wajib, kudu, fardu, harus, sering nongkrong di kafe. Jangan lupa cari yang ada wi-fi-nya. Boros-borosin aja pakai internet di situ bahkan sampai berjam-jam pun boleh. Buat mahasiswa sih biasanya cukup ke kampus saja.


Sebelum ke kafe, makanlah yang kenyang di rumah. Di kafe bisa hanya membeli secangkir kopi panas atau minuman lain. Lalu nyalakan musik dan pakailah earphone agar bisa fokus bekerja. Sambil bekerja kamu bisa download film atau musik kesukaan.

Paling bagus lagi kalau ada wi-fi corner. Kita bisa boros pakai internet di sana tanpa membeli apa-apa. Atau kita bisa membawa bekal dari rumah agar tidak kelaparan bekerja.

7. Kerja sampingan
Karena boros diwajibkan, carilah pekerjaan sampingan yang gajinya bisa menutupi semua pengeluaran bulan ini. Pekerjaan utama kadang hanya cukup untuk dihabiskan untuk kebutuhan bulanan ditambah bayar cicilan kredit rumah atau mobil. Sisanya harus hemat dan makan nasi+krupuk+sambal terasi setiap hari. Ouh, sungguh menyesakkan jika harus makan dengan menu seperti itu setiap hari. Apa kabar perutmu?



Pekerjaan sampingan memberikan keleluasaan untuk boros. Kita bisa boros untuk keperluan kursus, beli peralatan sekolah anak, dan mengajak liburan keluarga ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri.

Boros itu bukan berarti asal dalam membelanjakan uang ya. Tentu perlu ada sebab dan akibatnya. Jangan sampai pertengahan bulan sudah miskin yang mengharuskan pinjam sana-sini. Eh jangan lupa juga nabung di bank. Bank yang sesuai dengan kepribadian kita dan tidak terlalu jauh. Sering-sering cek saldo rekening untuk mengetahui lalu lintas keuangan. Jika ada hal yang mencurigakan segera laporkan dan blokir rekeningmu. Hmmm... jadi menurut kamu kita harus hemat atau boros? Menurut saya sih boros saja yuk! (Uwan Urwan)

No comments: