Skip to main content

Posts

Yang Saya Lakukan di Bandung

Siapa yang tak tahu Bandung ngacung? Pasti sebagian besar dari kamu sudah tahu. Nah kalau pertanyaannya diganti, siapa yang sudah pernah ke Bandung? Jawabannya bisa iya dan tidak. Bandung adalah salah satu kota tujuan kalau orang-orang Jakarta sedang libur. Hampir setiap weekend , jalan ke arah Bandung macet. Jakarta jadi terasa lebih lega. Berbondong-bondong orang-orang yang suah jenuh dengan kemacetan Jakarta berpindah lokasi bermacet-,acetan di Bandung. Hahaha... Sebenarnya justru ingin liburan, tapi lagi-lagi Bandung tetap diminati dan akan selalu begitu untuk dikunjungi. Bandung terkenal dengan banyak lokasi asyik untuk dijamah. Serius. Saya beberapa waktu lalu ke Bandung. Rencana memang liburan. Pusing rasanya berada di Jakarta yang setiap hari bertemu dengan orang itu dan orang itu lagi, juga dengan rutinitas yang begitu-begitu lagi. Mau pulang kampung ke Situbondo terlalu jauh. Waktu tiga hari tidak cukup. Paling enak sih seminggu maksimal dua minggu. Kalau

Mendekorasi Ruangan Yuk!

Punya interior indah itu impian banyak orang. Ada yang ingin rumahnya bernuansa alam, modern, penuh warna, simpel, dan lain-lain, tergantung kebutuhan juga. Saya ingin punya rumah yang sederhana, terlihat bersih, luas, dan berlimpah cahayanya. Barang-barang tertata rapi, tidak terlalu banyak, dan sesuai kebutuhan. Namun di sisi lain saya juga ingin punya rumah dengan desain interior yang bernuansa alam, modern, dan banyak gaya lain. Sepertinya saya harus punya rumah lebih dari satu. Hahaha.... Eh, tidak juga. Tentu bisa diaplikasikan di ruangan yang berbeda dong. Mendekorasi rumah Lucu ya gaya interior seperti ini (glitzmedia.co) Kebetulan minggu lalu saya hadir ke workshop mendekorasi rumah. Saya punya ilmunya. Ingin saya bagi sedikit di sini. Mendekorasi rumah adalah pekerjaan penting sebenarnya tapi bisa menghabiskan banyak dana. Paling bagus memang sejak awal membangun rumah, desain interiornya sudah terkonsep mau seperti apa. Jadi tidak bingung kalau ingin menc

Dari Kerja Kantoran, Menganggur, dan Tetap Menganggur

Pertama kali saya dapat uang dari media sosial adalah Rp50.000. Itu hasil penjualan lukisan berkat iseng yang saya upload di Facebook. Saya adalah orang yang ingin sekali kaya raya dalam sekejap. Tak heran tawaran Multi Level Marketing (MLM) gampang sekali masuk ke dalam otak saya. Iming-iming naik haji atau liburan ke Eropa semakin menambah keyakinan untuk bergabung. Sayangnya MLM tidak membuat saya kaya dalam jangka waktu tiga bulan. Semuanya perlu proses dan saya tidak suka ketika iming-iming uang beratus-ratus juga atau liburan naik kapal pesiar sudah ditancapkan ke para downline nya. Tidak salah sih. Hanya saja, untuk pemalas seperti saya bekerja dengan rangkaian tugas yang diberikan upline saya cukup melelahkan. Untuk sampai ke peringkat bintang lima yang tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah menerima transferan itu masih bertahun-tahun lamanya. Apalagi harus mengumpulkan orang untuk dijadikan bawahan. Budak korporat Bukannya kaya, justru dengan ikut MLM