Skip to main content

Posts

Uang Kita di Bank Pasti Aman

Menyimpan uang bagi sebagian besar orang, termasuk saya adalah hal paling berat dalam hidup. Bayangkan, pada saat awal bulan menerima gaji, beberapa hari kemudian, gaji sudah nyaris 50% dikeluarkan untuk kebutuhan hidup selama satu bulan. Artinya, untuk satu bulan penuh bertahan hidup hanya mengandalkan gaji yang tersisa. Beberapa orang cukup kreatif, sehingga mulai membuka usaha kecil, misalnya dengan berjualan cemilan di kantor, jual pulsa, jual kain batik, atau jadi reseller produk-produk makanan atau pakaian. Sebenarnya memang bagus sih, soalnya kita jadi kreatif memanfaatkan momen, sekaligus untuk bertahan hidup. Uang sejumlah Rp5.000 akan menjadi sangat berharga saat memasuki pertengahan hingga akhir bulan. Sementara pada awal bulan, kita sibuk berbelanja, membeli hal yang kadang tidak dibutuhkan di rumah atau terlalu banyak kegiatan dengan teman-teman sekantor, misalnya nongkrong di kafe, karaoke, nonton film, atau travelling . Uang selalu datang dan pergi sudah seperti k

Yuke, Jebolan AFI 3 Punya Studio

Eh, kalian tahu Akademi Fantasi Indosiar (AFI) tidak sih? Itu lo kompetisi menyanyi pertama di Indonesia yang diadakan Indosiar. Nah, tahu ya? Toss, berarti kita satu zaman. Paling berkesan sih memang AFI 1. Ya karena termasuk acara baru dan masih belum tahu arahnya mau di bawa ke mana. Setiap minggu saya menonton acara itu. Begitu ada yang tereliminasi, ikut sedih. Tak hanya itu, setiap sore juga nonton Diary AFI. Kalau tidak nonton, biasanya agak bete . AFI 1 yang ngehits itu Saya masih ingat, pemenang AFI 1 itu Fery AFI. Semua nama peserta diberi embel-embel AFI dan tayangan ini hits sekali pada zamannya. Sampai-sampai waktu RINI AFI tereliminasi, saya sakit. Wkwk.. Lebay ya. Nah, saya memang ngefans sama RINI AFI, sampai saya berlangganan tabloid remaja, menggunting gambar-gambar yang berkaitan dengan AFI. Lalu menyimpannya di sebuah kotak. Sampai sekarang gambar-gambar itu masih ada. Hebat ya.  Bikin nostalgia nih tulisan ini Sayangnya gema AFI hanya sampai season ke

Travelling ke Lampung, Makannya di Cikwo

Lampung. Hm... kira-kira apa yang pertama kali melintas di benakmu saat mendengar kata Lampung? Iya, provinsi yang terletak paling selatan di Pulau Sumatra itu lo. Apa? Penghasil begal berkualitas? Betul. Eh, ahahah. Tidak, saya kali ini tak akan membahas tentang begal. Begal itu terlalu mengerikan untuk dibahas. Semakin dibahas akan semakin bahagia mereka. Ya, begitulah. Kian menyebarnya gosip tentang begal akan membuat begal semakin berjaya di muka bumi. Pertama kali menginjakkan Provinsi Lampung, nuasanya tak berbeda jauh dengan Jakarta. Tidak berbeda jauh sih, meski banyak sekali bedanya. wkwk. Provinsi Lampung resmi terbentuk pada 18 Maret 1964. Tahu tidak jika sebelumnya, Lampung itu satu karesidenan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Dengan Ibukota Bandar Lampung, ikonnya memiliki banyak potensi alam dan objek wisata yang patut kita tahu. Begitu kapal feri mendarat di Pelabuhan Bakaheuni, Menara Siger yang berwarna kuning keemasan dengan ornamen merah terlihat dengan jel

Snorkeling di Laut Pahawang, Anjir, Bagus!

"Besok kudu bangun pagi," celetuk Arisman, salah satu teman blogger. "Ah, boleh bangun jam 10 gak sih?" tanyaku menawar. Tak ada jawaban. Artinya mau tidak mau, bisa tidak bisa akan dan kudu bangun. Bisa dibayangkan kalau saya bangun pukul 10.00 WIB, mungkin akan digantung di tiang bendera. Aku tersenyum-senyum sendiri saat mengingat malam itu, 20 Januari 2016. Rasanya ingin kembali ke Lampung dan menambah hari berlibur, menikmati lampu-lampu benderang dan udara yang baru kutapak. Keesokan harinya itu jadwal kami snorkeling di laut sekitar Pulau Pahawang.  Snorkeling ? Euh , membayangkan laut di sepanjang mata memandang itu seram. Kalau disuruh memilih hutan atau laut, pilihanku jatuh pada hutan. Meski cukup seram juga sih. Ahahah ... Alasannya sih sederhana, tidak bisa berenang . Takut tapi bersemangat, karena ini kesempatan langka dan kebanyakan teman-teman Blogger Cihuy tidak bisa berenang. Juga karena ada pemandunya. Meski sudah diberitahu

Ichitan Yen Yen Bikin Nyes Nyes

Ngomong-ngomong masalah cemilan sehat, saya suka sekali ke pasar tradisional. Jadi ingat bulan puasa waktu masih kecil selalu ikut ibu ke pasar. Tahu jajanan favorit saya? Cenil (entah apa nama lain di daerahmu) dan kawan-kawan. Itu lo yang biasanya ditaburi parutan kelapa dan gula cair. Biasanya sih begitu buka puasa, ibu selalu menghidangkan minuman dingin. Jarang sekali hanya mengidangkan minuman berupa teh saja. Kalau tidak ditambah dengan serutan blewah ya cincau. Nah, paling suka sih kalau ibu membuat teh cincau. Setelah seharian menahan lapar dan haus, perut jadi terasa lebih dingin. Cincau banyak manfaatnya untuk kesehatan (kredit: thebalance.mx) Begitu mencari tahu, ternyata cincau banyak sekali manfaatnya. Kandungan klorofilnya sebagai antiinflamasi, meredakan peradangan yang diakibatkan bakteri. Kandungan saponin dan antioksidannnya meredakan demam juga keracunan akibat terlalu banyak konsumsi seafood . Kalau sedang mengalami radanh lambung, konsumsilah cincau, se

Tabloidku Cerdaskan Keluarga

Keluarga memang tak pernah lepas dari peran ayah dan ibu. Ayah sebagai kepala rumah tangga dan ibu sebagai pengayom dan penghangat suasana. Menjadi orang tua harus cerdas apalagi zaman sekarang sudah berbeda dengan beberapa puluh tahun silam. Anak-anak harus dibekali dengan kasih sayang dan ilmu. Ayah dan ibu punya peran penting dalam keluarga (kredit: Malika) Beberapa kasus menyebutkan bahwa anak yang tidak mendapatkan kehangatan ayah dan ibunya akan menjadi lebih brutal dan sulit dikontrol. Apalagi untuk orangtua yang sibuk dengan pekerjaannya, sehingga jarang ada di rumah. Tentu hal itu berpengaruh pada perkembangan anak. Jadi kenapa sih orangtua dan anak harus cerdas? Ada hubungan yang cukup erat jika keduanya saling mengisi. Di dalam keluarga, kecerdasan sangat penting agar anggota keluarga tidak melewati batas norma yang disepakati, baik oleh keluarga, lingkungan, atau pun dalam lingkup yang lebih luas lagi. Banyak hal yang kudu diperhatikan oleh orangtua un

Ke Muncak Arungi Tujuh Provinsi

Beberapa bulan lalu saya sempat mendapat tawaran jadi tim buzzer sebuah kegiatan di perusahaan. "Bayarannya untuk trip ke Lampung. Yang tidak bisa ikut silakan cancel ." Begitu pesan yang saya terima. Trip ke Lampung? Ah, saya mah cukup optimis untuk bisa ikut dan langsung setuju. Pertimbangan saya yang lain, jika tidak bisa ikut, toh saya sudah ikut meramaikan media sosial. Aktivitas media sosial buat saya itu sangat penting, apalagi saya sudah terlalu larut untuk menyebut diri sebagai blogger. Blogger gak update di timeline masing-masing adalah hal yang tidak wajar. Buat pekerja online , media sosial yang sepi itu mengurangi nilai. Semakin tidak aktif semakin buruk. Pernah tahu kan klout.com ? Orang media sosial pasti tahu klout score . Klout score menentukan pengaruh seseorang di media sosial baik dari Facebook. Instagram, Twitter, Flickr, dan Youtube. Beberapa teman sengaja me- link -an semua medsosnya demi menaikkan skor klout . Seberapa penting memang? Penting bang

Pavilion Resto & Cafe Kekinian

Kafe saat ini dapat menjadi pilihan untuk berkumpul bersama teman dan menepi dari kesibukan kantor. Di mana pun sekarang, mau di kota mana pun, kafe berdiri dan punya konsep khusus. Beruntungnya saat maen ke Lampung, saya dan teman-teman makan di Pavilion Resto & Cafe. Setelah cukup lelah menjelajah di Muncak. Perutku lapar dan tanpa basa-basi kami, blogger cihuy, langsung meluncur ke  Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 70, Telukbetung, Bandar Lampung.  Parkiran cukup luas untuk menampung banyak mobil tentu bisa menjadi alternatif untuk wisatawan seperti saya. Bus pun akan muat dalam ruang itu. Begitu masuk, kami disambut hangat oleh waiters. Senyum mereka tentu memberikan semangat. Konsep modern ditawarkan oleh resto dan cafe ini. Begitu masuk, saya menemukam ruang terbuka dengan meja kursi yang disediakan khusus untuk mereka yang ingin duduk di antara hijaunya rumput. Area ini tanpa penutup atap, sehingga saat malam hari konsumen akan merasa candle light dinner bersama tem