Skip to main content

Posts

Nasikin dan Sudita Berkacak Lengan

     Sore itu (21/10/14) saya melihat dua awak sedang bersantai di kursi becak. Dua orang laki-laki yang menambatkan becak miliknya sedang tertidur. Rupanya belum ada penumpang yang hendak menggunakan jasanya. Tepat di belakangnya berdiri kokoh warung tenda dan pedagang kaki lima. Pemandangan sederhana itu kontras dengan penggambaran gedung-gedung bertingkat dan jalan layang sebagai latarnya.      Itu potret jalanan tahun 1999. Nasikin Setiono, pelukis ternama di Indonesia, merealisasikan dengan apik di atas kanvas berukuran 100 cm x 100 cm. “Itu sejarah hidup yang pernah ada di Jakarta,” ungkapnya. Pemerintah memang telah melarang becak beroperasi pada akhir 1980-an, tetapi kendaraan itu masih bias ditemui di tempat-tempat tertentu kala itu. [FYI: Becak pertama kali muncul di Jepang pada 1868 (baca : apakabardunia ), sedangkan nama becak diambil dari bahasa Hokkien, salah satu suku penduduk Cina, be chia yang artinya kereta kuda . Transportasi nonbbm itu kini tergantika

Galeri Seni Pekan Arsitek

Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Universitas Pancasila (UP) menyulap selasar berbentuk ‘L’ sepanjang 50 m menjadi galeri seni. Beranda beratap itu tampil ciamik di muka gedung Fakultas Teknik tepat di samping taman.       Kegiatan bertajuk “The Golden Pekan Arsitektur 2014” merupakan acara tahunan wajib untuk memperingati ulang tahun berdirinya Jurusan Arsitektur. Demi memolekkan selasar yang fungsinya sebagai lalu lintas, pancang-pancang bambu digelar dan berbagai kreasi terbaik mahasiswa arsitektur dipajang, seperti aneka maket, hasil penelitian, sampai lukisan abstrak. Kreasi-kreasi itu dipamerkan sepekan, terhitung sejak tanggal 20 hingga 27 Oktober 2014.      Kegiatan itu cukup menarik perhatian karena kebetulan saya ditugaskan berkunjung ke pameran itu. Meski rangkaian acaranya cukup panjang, meliputi bazar, kompetisi futsal, seminar, dance , dan pagelaran musik (di akhir acara), pajangan-pajangan itulah yang paling menyedot ketertarikan saya. Pucuk dicinta ulam pun