Skip to main content

Posts

Kenapa Keluar dari Grup WhatsApp

Melanjutkan tulisanku sebelumnya yang membahas kenapa tidak aktif di grup WhatsApp, di tulisan ini pun isinya data-data wawancara dengan narasumber yang sama seperti sebelumnya. Hasil poling di Twitter paling banyak bilang bila grup WhatsApp itu tidak asyik, makanya keluar grup. Hem, namun, bagaimana dengan jawaban-jawaban teman-temanku? Grupnya tidak asyik Setiap orang yang dimasukkan tanpa izin atau pun dengan izin ke dalam grup berharap grup WhatsApp asyik, tapi kadang realitanya tidak begitu. Standar asyik atau tidaknya tiap orang pun beda. Menurutku, ya memang, sebelum dimasukkan ke dalam grup ada baiknya izin terlebih dahulu. Bila pun tidak, beri penjelasan singkat tentang grup tersebut, apa kira-kira manfaat yang akan diperoleh di dalam grup. Tidak asyiknya grup WhatsApp pun penyebabnya macam-macam, bisa jadi karena ada musuh di dalam grup, adan mantan, ada teman yang sok, ketuanya kurang disukai, dan lain-lain. Memang sebaiknya beri kebebasan untuk anggota memilih, mau tetap be

Damai dari Teror Kanker dengan 10ribu per Bulan

Indonesia ada di urutan ke-8 se-Asia Tenggara angka kejadian kanker menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Jumlah keseluruhan kasus kanker meningkat dari 14 orang per 10 ribu penduduk tahun 2013 jadi 17,9 orang per 10 ribu penduduk tahun 2018, di mana yang tertinggi ada di Provinsi Yogyakarta (48,6/10.000 penduduk), Sumatra Barat (24,7/10.000 penduduk), dan Gorontalo (24,4/10.000 penduduk).  Kasus terbanyak ditemukan kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Apa yang harus dilakukan untuk mencegah, dengan hidup sehat atau beli asuransi kanker online? Sel kanker cukup cerdik untuk tidak terdeteksi dari sistem imun Kanker, penyebab kematian terbesar di Indonesia Setelah stroke, hipertensi, diabetes melitus, dan gagal ginjal kronis, kanker adalah penyebab tertinggi kematian terbanyak di Indonesia. Waktu itu aku masih sibuk dengan diri sendiri, kemudian dapat kabar bahwa ibu kakak ipar meninggal karena kanker. Beberapa tahun lalu pun teman sempat cerita kalau te

Kenapa UMKM Perempuan harus Melek Digital?

Berbelanja adalah kegiatan rutin yang aku lakukan, setiap hari. Pelaku usaha bertebaran di sekeliling, mulai dari warung makan, kedai kopi, warung kelontong, abang-abang mie ayam, penjual sate, outlet jus, gerai pulsa, minimarket, dan banyak lagi. Kalau dihitung dari ujung ke ujung bisa sampai ratusan pelaku usaha kecil sampai menengah yang beroperasi. Pandemi mengubah segalanya jadi serba digital Aplikasi marketplace yang kupunya Bila sebelum pandemi masih bisa menahan diri untuk tidak buka aplikasi jualan, mau tidak mau berselancarlah tanganku mencari barang yang kuperlukan untuk bertahan hidup dan berkarya selama berada di rumah saja. Ditambah dengan toko-toko yang kulewati di beberapa aplikasi jualan, bisa terhitung lebih dari 1.000 toko harusnya. Menurut data iPrice, jumlah pengguna marketplace pada kuartal 3 tahun 2020 meningkat dibandingkan kuartal 3 tahun lalu. Menurut hasil riset RedSeer, pembelian pun meningkat 18.1% mencapai 98,3juta transaksi dengan total 1,4juta USD. Perki

Demi Sehatnya Remaja Indonesia, Danone Merilis GESID

Makin ke sini, makin muda orang-orang yang terkena penyakit degeneratif (sekitar usia 20-an), mulai dari diabetes, kolesterol, sampai ke jantung. Berbeda dengan dulu, kebanyakan orang yang berusia di atas 40 tahun baru terdeteksi penyakit-penyakit tersebut. Belum lagi isu stunting yang gencar digaungkan, masih jadi masalah yang belum selesai. Kredit : sehatnegeriku.kemkes.go.id. Remaja, generasi penerus bangsa harus sehat Aku coba flashback ke masa-masa remaja dulu. Aku bukan orang yang suka sarapan sebelum berangkat sekolah. Saat jam istirahat pun hanya jajan saja tanpa memperhatikan pemenuhan gizi, sebagai pengganti sarapan. Seringnya menahan lapar saat pelajaran berlangsung, kadang juga rasa lapar terabaikan karena terlalu fokus mengerjakan tugas. Aku baru makan siang di rumah usai pulang sekolah. Pola hidup seperti ini berlangsung terus bahkan sampai aku bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Tidak terbiasa sarapan membuat berat badanku stabil di angka yang tidak seharusnya. Bada

Ketika Harapan itu Tertuang dalam Karya

Pandemi yang berlangsung sepanjang tahun 2020 di seluruh dunia beri dampak cukup besar, buat banyak hal. Bisa dibilang semuanya hancur tahun ini, tapi beberapa bulan sejak pandemi masuk, orang-orang mulai beradaptasi untuk bertahan hidup. Belum senormal seperti tahun 2019 memang, tapi minimal ada harapan besar. h.o.p.e penanda harapan besar untuk tahun 2021 Tahun 2020 sudah mau habis, vaksin sudah ditemukan. Ada harapan besar di sana, tahun 2021 kita semua akan hidup normal. Beruntung, zaman sekarang sudah digital, segala hal bisa didigitalisasi, mulai dari pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, meeting via aplikasi, acara-acara perusahaan dan kepemerintahan pun dilakukan dengan bantuan laptop atau smartphone, webinar jadi jalan pintas untuk tetap informasikan kejadian-kejadian yang seharusnya dilaporkan ke banyak orang. Di sektor kesenian pun mau tidak mau kudu ikut arus kalau tidak mau stagnan. Hidup harus tetap berjalan karena alam pun terus tumbuh, bergerak, dan memperbaiki diri.

Haruskah Perempuan Hanya Berkutat di Dapur, Sumur, dan Kasur?

Ada teman A tiba-tiba bahas soal beda gaji karyawan perempuan dan laki-laki. Menurutnya gaji perempuan jauh lebih sedikit ketimbang laki-laki meski karyawan perempuan usahanya sudah maksimal. Sampai ke pembahasan, “Kalo gak salah, temenu gajinya di atas 10juta per bulan,” teman B berargumen. “Temenmu cowok?” tanya teman A. B menjawab iya. Meski tidak semua karyawan perempuan mendapatkan gaji lebih kecil daripada karyawan laki-laki, bukan berarti keluhan teman A bukan fakta, terlebih lagi dia sudah bekerja di di beberapa perusahaan dan sempat mendapatkan fakta bahwa peraturan perusahaan tertentu menerapkan gaji lebih rendah untuk karyawan perempuan dibanding laki-laki. Sistem patriarki masih sering dijumpai di kota besar Patriarki itu sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam berbagai peran, baik politik, moral, sosial, dan penguasaan properti. Sistem patriarki sudah dari zaman dulu, mengakar, membudaya, sehingga tidak mudah

Punya Baju Baru dengan Tie Dye Kaos Bekas

Ada banyak teknik pewarnaan kain, mulai dari membatik, teknik konvensional, sampai ke tie dye. Selain suka membeli baju untuk keperluan tertentu, aku juga suka menyulap baju lama jadi tampak baru dengan mewarnainya atau dengan dilukis. Teknik tie dye adalah teknik yang baru kutahu caranya meski sudah lama tahu hasilnya. Belajar teknik tie dye untuk bisnis Aku memang termasuk yang suka membuat benda lama jadi terlihat baru. Beberapa tas dan kaos yang aku punya, aku lukis dengan cat akrilik. Di media sosial pun, orang akan mengira punya banyak stok baju, padahal Cuma diperbarui. Hehe... Selama pandemi aku pun menemukan video di Tiktok, tie dye kaos. Sampai aku cari-cari info tapi tidak ditemukan karena hanya berupa video tanpa keterangan. Kemarin tidak sengaja buka-buka Youtube dan menemukan istilah tie dye, akhirnya tahu kan. Selama aku nulis ini, aku sudah punya beberapa alat untuk dicoba, tapi sebelum itu memang mau buat tulisan biar jadi inspirasi juga. Tie dye ternyata di Indonesia

Kenapa Tidak Aktif di Grup WhatsApp?

Tiba-tiba, suatu malam, kegelisahan muncul, kenapa ya orang-orang yang bergabung dalam suatu grup WhatsApp, yang nimbrung hanya orang itu-itu saja? Bahkan aku sendiri juga melakukannya. Sampai dikeluarkan dari beberapa grup, aku tidak merasa kehilangan sama sekali. Tidak aktif di banyak grup WhatsApp buatku bukan masalah besar, apalagi begitu ada banyak pekerjaan yang menuntut konsentrasi atau sedang me time (bermain game, mengobrol dengan teman, menonton film, dan lain-lain). Toh, di lain waktu masih bisa menyimak dan meski jadi silent reader. Lalu aku membuat poling di Twitter. Ada dua poling, yang pertama soal kenapa tidak aktif di grup (ada 92 voter). Poling kedua tentang kenapa memilih keluar grup WhatsApp tertentu. Aku akan bahas soal poling kedua di tulisan lain. Belum puas, aku melakukan wawancara via online dengan beberapa teman dan mencoba membuat poling di Instastory. Pertanyaannya sama, tapi semua jawaban teman-teman mewakili jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaanku se