Wednesday, May 15

Energi Spiritual Itu Membuat Saya Merasa Ajaib


Melalui hukum kekekalan energi dalam ilmu fisika, energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah, akan tetap sama. Energi itu ada, tidak bisa diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tapi bisa berubah bentuk.

Sebelum lanjut tentang pembahasan energi yang saya percaya saat ini, ada baiknya kamu paham terlebih dahulu konsep energi berdasarkan keilmuan. Saya jelaskan sedikit, energi dalam ilmu fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi dalam ilmu fisika bisa diukur dan ada satuannya tergantung energi apa yang akan kita hitung. Nah, ada energi lain, yaitu energi spiritual, yang sampai saat ini banyak orang tidak tahu. Saya pun baru tahu akhir-akhir ini istilahnya.


Berawal dari hipnoterapi

Tahu hipnoterapi kan? Awal mula kenal hipnoterapi waktu masih kuliah, sekitar tahun 2010. Kebetulan teman saya sampai rela membeli buku tentang itu, ada mp3 juga yang dia minta untuk saya dengarkan. Dengan mendengarkan mp3 hipnoterapi, saya tertidur seperti terhipnotis. Lucunya, waktu teman saya KKN di daerah terpencil dan mengajar di sebuah SMP, ia praktekkan apa yang sudah dia pelajari. Satu kelas tertidur, setelah itu dia populer dan disebut bisa menghipnotis orang.

Dari yang saya baca-baca ternyata hipnoterapi termasuk memanfaatkan energi magnetis (semoga tidak salah). Himponetapi menggunakan energi magnetis untuk menidurkan orang. Ada beberapa orang yang memanfaatkan energi ini hanya dengan tatapan dan sentuhan. Magnetism memanfaatkan mekanisme sistem saraf untuk memunculkan sensasi dengan mensugesti orang. 


Bertahun-tahun kemudian saya lebih suka mendengarkan mp3 hipnoterapi kalau kesulitan tidur atau sedang kacau. Hipnoterapi membantu saya mengembalikan kepercayaan diri karena menenangkan hati. Kadang bosan, saya putar mp3 murottal. Dengan kedua itu saya lebih tenang dan lebih mudah tidur. Ternyata selama ini saya memanfaatkan energi spiritual untuk menenangkan diri.

Ikut workshop Reiki

Sekitar tiga tahun lalu saya mendaftar acara di kompasiana. Saya tertarik dengan istilah terapi yang dipakai, lalu bingung begitu tiba di lokasi acara. Ini apa ya? Kok sepertinya jauh dari ekspektasi? Ini sihirkah? Ini melenceng dari agama? Setelah mendengar penyampaian tentang reiki, saya pun paham. Tidak ada yang mistis, dan tidak ada yang berbau sihir, tapi ini sudah dianugerahkan kepada setiap makhluk di bumi, baik makhluk hidup mau pun yang tak hidup.

Bingung ya, banyak pengertian reiki kalau googling. Yang paling gampang dipahami, reiki adalah energi dari alam semesta, di mana ajaran ini berasal dari Tibet. Dulu hanya dimiliki oleh kaum kerajaan dan sekarang sudah tersebar luas. Reiki banyak digunakan untuk terapi, penyembuhan, dan pengobatan penyakit medis dan psikis. Nah beruntungnya reiki bisa digunakan untuk mengeluarkan energi negatif bahkan untuk  perlindungan dari energi negatif.

Nah reiki pun termasuk energi spiritual (semoga saya tidak salah). Mengapa disebut energi spiritual? Apakah ada hubungannya dengan agama? Nah, saya bingung mau jawab iya atau tidak. Saya belum bisa menemukan jawaban yang tepat untuk ini. Nanti saya akan bahas sedikit tentang energi spiritual. Sementara itu saya mau bercerita terlebih dahulu.

Setelah teori, semua peserta harus praktek. Saya jadi terapisnya dan teman jadi pasiennya. Pasien posisinya duduk tegak dan rileks, sementara saya berdiri di belakangnya menghadapkan dua telapak tangan di punggungnya. Selama sekitar 5—10 posisi tanan tidak berubah dan saya merasa tidak terjadi apa-apa. Begitu duduk, pasien saya berbisik, “Tadi saya ngerasa punggung hangat begitu diterapi.” Saya jawab, “Oh ya?”.

Dari situlah saya makin tertarik tentang bagaimana cara kerja energi spiritual itu. Kemudian saya mulai terapi orang-orang terdekat termasuk diri sendiri. Bu dan kakak perempuan saya yang beberapa kali minta reiki. Ada rasa senang, apa yang saya dapat berguna, tapi ada masalah lain. Saya pegal-pegal kalau terapi orang. Mangkanya malas kadang, biasanya saya suka terapi sendiri sambil tidur. Bangun tidur biasanya saya merasa lebih baik.

Kemudian Dikenalkan dengan Access Bars

Butuh waktu lebih dari 10 tahun sejak saya mengenal hipnoterapi sampai ke Access Bars. Teman saya, Imawan Ansari, bloger juga, bercerita tentang kelas bars, semacam terapi begitu. Dari gambaran kecil itu, saya langsung tertarik. 

Saya bersama teman-teman dan dr david, guru kami di kelas Access Bars


Mengapa? Pertama saya masih merasa ajaib mengapa tangan saya bisa merasakan hangat saat melakukan reiki? Mengapa keluarga saya bilang merasa lebih baik setelah direiki? Bahkan saya sendiri merasakan itu ketika mereiki diri sendiri. Begitu saya cari tahu apa itu access bars yang saya temukan selalu begini, access bars adalah metode yang dilakukan untuk melepaskan emosi, perasaan, pandangan, dan pikiran yang selama ini menghalangi kita untuk berkembang, mengambil kebahagiaan dan kesuksesan. Caranya dengan melepaskan energi yang tersimpan di tubuh dengan menyentuh 32 titik di tubuh. Access bars mampu membebaskan diri kita dari belenggu-belenggu yang menjerat kita.

Semua yang saya dapat adalah teori. Apa sih? Adakah penjelasan yang lebih sederhana yang bisa saya terima? Jawabannya hanya, ikut kelas. Keinginan saya hanya satu, saya ingin menjadi penyembuh bagi orang-orang, apapun penyakitnya.

Oh ya, kalau mau cari tahu tentang access bars, silakan browsing karena teman-teman saya banyak yang sudah mengulasnya. Kali ini saya tidak akan bercerita tentang teorinya.

Apa belajar reiki tidak cukup? Tidak! 

Ketika saya dihadapkan di kelas, saya diminta untuk meletakkan semua harapan termasuk “menjadi penyembuh” selama di dalam kelas, selama melakukan terapi, dan selama diterapi. Syaratnya hanya menerima, ikhlas, fokus, dan rileks.

Ada peristiwa unik begitu saya dibars oleh teman yang sama-sama belajar. Posisi saya dalam keadaan berbaring di kasur lipat dan pejamkan mata. Begitu diterapi, rasa kantuk menguat dan saya tidak sadarkan diri. Dalam keadaan itu, saya melihat spektrum warna biru kemudian berganti ungu, lalu berganti lagi menjadi putih. Begitu seterusnya sampai saya benar-benar tidak merasakan apa-apa. Kamu tahu, saya seperti tidak ada, kosong, tidak merasakan apapun, sama seperti saat tidur. Yang saya tahu begitu saya bangun, saya merasa lebih segar meskipun ada rasa yang aneh di kepala. Saya tidak bisa menjelaskan itu bagaimana rasanya.


Begitu saya konfirmasi dengan dr David, fasilitator bars, beliau hanya menjawab, “Tidak apa-apa, itu warna baru, bagian dari enlightmet journey.” Lalu beliau mengirimkan gambar cakra dan warna-warnanya. Enlightment journey menurut Islam adalah ma’rifat.

Bingung? Haha.. Saya yakin kamu sama bingungnya dengan saya, tapi lupakan sejenak tentang enlightmet journey dan makrifat terlebih dahulu. Nanti saya akan membuat tulisan khusus seputar itu.

Melakukan terapi pada teman

Saya merasa agak sedikit gila setelah ikut kelas bars. Hahaha... Bayangkan, saat saya fokus pada telapak tangan, selalu bisa merasakan ada energi panas yang saya rasakan. Misalnya nih saya sedang di jalan dan saya memainkan tangan, saya bisa merasa ada energi hangat yang dialirkan dari dalam tubuh. Hem, pernah lihat film-film laga atau superhero? Beberapa dari mereka punya kekuatan lalu bisa membunuh musuh dengan mengeluarkan sinar ke arah musuh. Nah, seperti itu tapi tidak sekuat itu juga.

Rasa hangatnya ada di permukaan telapak tangan saja dan itu terjadi kalau saya mau saja. Kalau tidak sedang memikirkan apapun, rasa hangat itu tidak akan muncul. Kalau dengan reiki saya harus membuat simbol terlebih dahulu, tapi dengan bars saya hanya berkomunikasi lewat isi kepala saja.


Tes pertama saya lakukan pada teman. Saya dekatkan telapak tangan hampir menyentuh kulitnya kemudian saya tanya, “Kamu merasa apa?” Awalnya dia menggeleng. Saya tanya lagi, “Tidak merasa hangat begitu?” Ia langsung bilang, “Iya karena tanganmu panas.” Saya tertawa. Terus di kemudian hari saya ceritakan kalau saya bisa reiki dan bars. Saya ceritakan pada teman-teman juga kalau saya bisa reiki dan bars. Beberapa orang tertarik, saya membuat janji.

Sebenarnya kalau untuk melakukan terapi, di kelas saya sudah melakukan dua kali ke dua orang berbeda. Saya rasakan panas begitu saya sentuhkan ujung jari di titik-titik kepalanya. Usai ikut kelas, saya terapi teman. Hal pertama yang cukup mengagetkan adalah rasa panas untuk banyak titik yang saya sentuh. Pernah membuka magic com yang berisi nasi panas lalu wajahmu ada tepat di atasnya? Nah begitu rasanya. Setiap berpindah titik, kepalanya seperti beruap dan panasnya terasa di ujung jari.

Pasien kedua, kebetulan teman saya indigo, bisa melihat makhluk selain yang terlihat. Dia bilang, ketika dibars, dia melihat ada pola-pola energi dalam keadaan mata tertutup. Setiap titik yang saya sentuh, polanya berbeda. Dia pun melihat pola seperti sarang laba-laba dengan cukup jelas dan indah sekali. Kemudian dia juga melihat ada siluet sosok manusia perlahan jalan mendekat. Sayangnya ada saat di mana saya lepas salah satu tangan untuk melakukan hal lain dan pola energinya seperti terpecah dan dia menjadi tidak konsentrasi. Akibatnya proses bars terhenti. Saya belum konfirmasi ke dr David untuk masalah ini sih, tapi saya akan memberi tahumu nanti kalau sudah tahu jawabannya.


Pasien ketiga tak banyak memberi ulasan. Dia hanya memberi tahu bahwa setelah dibars, tidurnya menjadi lebih nyenyak. Jujur pengalaman saya dengan energi spiritual semacam ini terasa aneh dan luar biasa. Saya merasa seperti orang zaman dulu yang mengeluarkan kesaktian. Hahah.  

Oh ya ngomong-ngomong, setelah dibars, saya tidak serta merta jadi manusia berhati malaikat atau semua penyakit fisik, hati, dan jiwa lantas hilang. Tidak. Namun, saya merasakan ada yang berbeda setelah diterapi dan melakukan terapi kepada orang lain. Saya merasa lebih baik dalam menjaga emosi. Agak sulit dijelaskan sih memang, tapi penjelasan ini sepertinya akan membantu meski tidak begitu tepat. 

Jika sebelumnya saat saya murka atau merah terhadap sesuatu, kepala saya jadi panas dan berat kemudian tanpa sadar (beberapa kali juga dalam keadaan sadar) dalam hati berdoa hal-hal buruk untuk orang lain. Ada lagi, amarah-amarah yang saya simpan di masa lalu makin terkontrol dan disadarkan dengan narasi seperti ini di kepala, “Hal buruk apapun yang terjadi di masa lalu adalah jalanku untuk jadi saat ini.”

Energi spiritual sudah diberikan Tuhan dan melalui hipnoterapi, reiki, dan yang terakhir (yang paling berpengaruh) access bars saya akhirnya tahu tentang itu. Buat kamu yang belum sampai ke tahap percaya, tidak apa-apa. Eh tunggu, tulisan ini belum selesai. Bahasan tentang energi, energi spiritual, dan enlightment journey belum selesai. Saya akan lanjutkan di tulisan selanjutnya. Tunggu ya.

Post a Comment

2 comments:

  1. Saya nungguin .. penasaran access bars itu makhluk apa

    ReplyDelete
  2. Huahahaha perjalanan energi spiritualnya kereen. Nah, spektrum2 cahaya itu jadi inget pelajaran sekolah ya
    Semoga Access Bars ini bermanfaat terutama buat diri sendiri, setelah itu baru ke orang lain. Happy NgeBars Uwan.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Saya doakan kamu selalu sehat, dilimpahkan rahmat dan rezeki, serta diberi kesehatan jasmani dan rohani. Aamiin.