Ikut Allianz Sweat Challenge Bisa Bikin Bahagia. Yuk!

Penyakit mematikan tanpa gejala hantui manusia modern. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah pola hidup yang buruk.

Tak bisa dipungkiri pekerjaan di kantor penuh dari Senin sampai Jumat. Ditambah lembur pula kan? Ya meski saya bukan pekerja kantoran, bukan berarti pola hidupnya sudah sehat. Setiap hari bergelut dengan smartphone, terlalu banyak duduk, kurang gerak, dan pola hidup sembarangan. Ya, apa saja yang ada di meja makan, ya dimakan. Tanpa pertimbangkan lagi, asal kenyang.

Belajar untuk hidup sehat dengan banyak konsumsi buah dan sayur pun saya lakukan, termasuk lebih banyak minum air putih, tapi masih ada yang kurang, olahraga. Ah, saya memang paling malas kalau disuruh olahraga. Bisa tidak olahraga yang direncanakan hari ini dipending besok? Kalau sudah esok berlalu, bisa jadi penundaan ini akan berlangsung selama beberapa hari kemudian.


Berisiko sakit jantung dan kolesterol
 
Siapa yang bisa menahan godaan gorengan semacam ini?

Kalau melihat perilaku dan gaya hidup selama ini, saya sangat berisiko untuk menderita penyakit jantung, kolesterol, diabetes, atau penyakit degeneratif lain. Penderita kolesterol dan jantung koroner yang bisa diderita usia 40 tahun, kini bergeser pada usia 30-an. Bahkan pada acara Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol di Surabaya (6 Agustus 2017), yang kadar kolesterolnya di atas 200 mg/dl masih berusia 23-30 tahun. Belum data masyarakat Indonesia secara menyeluruh sih, tapi berdasarkan data tersebut, ancaman penyakit tanpa gejala cukup tinggi.

Pembunuh nomor satu paling berbahaya saat ini adalah penyakit jantung koroner. Menurut DR. Dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD, KGEH, saat sudah menunjukkan gejala artinya sudah terlambat. Benar saja, penyakit jantung koroner bukan tiba-tiba datang. Sudah bertahun-tahun pola hidup kita tidak sehat, tidak pernah berolahraga, sering makan makanan yang tidak sehat, tidak diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur. Bahkan Dr. Ari menyatakan bahwa mereka yang tidak suka makan sayur dan buah cenderung berisiko tinggi menderita penyakit yang cukup berat saat dewasa—tua.

Jika pembuluh darah diibaratkan selang, dalam waktu cukup lama, saat rongga selang tidak dibersihkan akan tumbuh lumut. Semakin lama, lumut yang tumbuh semakin banyak, tapi kita abai membersihkannya. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun, lumut kian menyumbat rongga selang. Suatu waktu, rongga selang macet karena lumut yang tumbuh sudah mengeras dan sulit dibersihkan, sehingga selang tidak bisa berfungsi kembali. Begitulah pembuluh darah kita. Konsumsi makanan yang digoreng dan yang bersantan dibolehkan dalam jumlah wajar, kalau pun tidak harus diimbangi dengan olahraga dan makanan sehat. Jika tidak, kolesterol jahat akan tertimbun dan membentuk plak. Saat sudah terasa nyeri di dada, artinya plak di pembuluh darah arteri sudah sedemikian banyaknya hingga darah tidak bisa lagi dengan bebas melewati pembuluh darah.

"Saat penyakit sudah menunjukkan gejala artinya sudah terlambat," kata DR. Dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD, KGEH (kredit: ruangperiksadokter.blogspot.co.id)
Apabila sudah terlambat, tentu dokter ahli yang sudah mendalami dunia kedokteran berpuluh-puluh tahun pun tidak bisa menolong. Lalu harus bagaimana? Salah satu caranya yaitu dengan menjaga pola hidup sehat sejak dini. Sejak dini artinya ya mulai dari sekarang. Seharusnya sejak kecil kita ditanamkan untuk itu sih, cuma kalau itu sudha terlambat tidak apa-apa. Mulailah dari hari ini. Ikuti program CERDIK dari kemenkes ini. Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Istirahat cukup, dan Kendalikan stres.

Niat olahraga harus direalisasikan
Olahraga, olahraga! Jangan cuma wacana resolusi setiap malam! Serius, cambuk dan komitmen untuk menggerakkan badan memang butuh perjuangan. Saya sering kagum dengan teman-teman yang rajin berolahraga setiap sore atau setiap pagi lari pagi beberapa menit untuk lemaskan otot-otot.  Saking rajinnya, badan mereka terbentuk dan bagus. Jika memakai baju, selalu terlihat pas dan dilihatnya bagus. Wajahnya pun tampak lebih segar. Berbeda dengan saya yang ceking, kalau pakai baju sering kedodoran, tidak elok dilihatnya.
Foto olahraga pencitraan. Eh.

“Mas Uwan minggu depan CFD, yuk?” tanya seorang teman melalui sebuah pesan WhatsApp.

“Jam berapa?” pertanyaan ini selalu saya ajukan kalau saya ragu. Ya secara harus bangun pagi-pagi buta lalu lari-lari di tengah kerumunan orang. Ya Allah, kapan saya sehatnya kalau begini terus?

"Atau ikut ini..." 

Tahu tabiat saya, dia sodorkan link kegiatan Allianz Sweat Challenge. Lalu saya bertanya, “Apaan sih?”

“Buka aja!”
Ramainya. Pasti seru! (kredit: Allianz)

Kegiatan Allianz Indonesia sih, tujuannya mendorong masyarakat agar menjalani hidup sehat di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara. Setiap dua minggu sekali pada Sabtu di sana ada kegiatan semacam olahraga. Acara terakhir (13 Januari 2018) itu Zumba. Bisa dibayangkan betapa serunya berzumba-zumba ria, kan? Kegiatan akhir tahun kemarin itu yoga untuk pemula. Oke, saya tidak akan membahas apa yang sudah terjadi. Yang berlalu biarlah berlalu. Yang jelas acaranya keren-keren.

“Acara yang keren sudah lewat!”

“Mas Uwan, itu tanggal 27 besok ada Cardio Dance? Bukannya pengen nge-dance juga ya?”

“Sok tahu!”

“Apa sih yang gak kutahu!”
Uh makin semangat olahraganya kalau begini (kredit: Allianz)

Benar. Acara sampai akhir bulan Desember 2018 sudah dicanangkan. Tanggal 27 Januari 2018 ada Cardio Dance bersama Dance Academy. Saya harus ikut. Lumayan seru, apalagi kalau bisa dilakukan bersama-sama dengan orang lain. Kalau tidak kenal bolehlah ya, tak perlu malu-malu bergerak. Apalagi masuk Ecopark dan lihat-lihat Mini Zoo-nya gratis. Info lengkapnya kamu bisa cek di sini. Kalau mau sewa aneka permainannya sih baru bayar. Untuk ikut acara ini gratis juga kok.

(kredit: Allianz)

Jadi selama setahun kita akan ditantang untuk ikut kegiatan di sana. Tak hanya yoga dan zumba, akan ada cardio, running experience, dan pound fit. Jadwal dan info pendaftarannya kamu juga bisa cek di sini. Atau kita bisa ke sana bareng? Yuk! Pantengin terus infonya di website Allianz. Setelah acara berakhir nanti juga ada oleh-oleh dari Allianz. Saya yakin kita tidak Cuma sehat badan, sehat pikiran, juga bahagia karena pasti dapat teman baru. Tahun 2018 harus banyak berolahraga.

Nikmat sehat tak bisa diganti
Sebegitu pentingnya sehat sampai banyak sekali orang sampai badan usaha baik milik pemerintah atau pun swasta kampanyekan itu. Kenapa rasanya iklan kesehatan selalu ada saja setiap menit, setiap hari, bahkan dalam lingkungan kecil pun selalu terselip pesan, “Jaga kesehatan ya.” 

Dari kesekian banyak nasihat itu, ternyata hanya sekadar lewat saja. Tak pernah benar-benar berarti. Baru begitu sakit, kita mulai berjanji akan jaga kesehatan, jaga pola makan, sering olahraga, tidak stres, dan melakukan hal-hal baik lainnya. Faktanya saat sehat, janji-janji itu hanya ditepati di awal-awal pascasembuh. Sisanya, tetap pada perilaku semula. Oke baiklah. Demi mewujudkan tahun 2018 yang sehat, saya akan datang ke Allianz Ecopark bersama teman. Kan jadwal selama setahun sudah ada.
Kudu sering cek websitenya untuk pendaftarannya. (kredit: Allianz)

Untuk itulah Allianz Indonesia hadir. Allianz mulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilannya tahun 1981. Tahun itu saya belum lahir. Artinya saya masih muda (jangan protes!). Lalu tahun 1989 didirikanlah PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan, dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.

Sekarang Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1,300 karyawan dan lebih dari 16,000 tenaga penjualan bersertifikasi di 100 kantor pemasaran di 53 kota. Kekuatan tersebut ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 6juta tertanggung di Indonesia.
kredit: Allianz

Beruntunglah ada Allianz. Selain banyak masyarakat terbantu dengan adanya lapangan kerja, Allianz juga melakukan banyak hal untuk membantu masyarakat ringankan beban saat mendapat musibah. Begitulah sistem kerjanya. Saya banyak sekali mendengar bagaimana orang-orang diuntungkan dengan adanya perusahaan asuransi. Bapak dan ibu termasuk salah satu nasabah tetapnya.

Asia sendiri termasuk satu dari tiga wilayah pertumbuhan utama Allianz. Kenapa Asia? Asia memiliki keragaman budaya, bahasa, dan adat istiadat. Jika kamu membayangkan Indonesia saja ragam budaya, bahasa, dan asat istiadatnya segitu banyaknya, bagaimana jika seluruh negara di Asia digabungkan? Allianz sediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Cina. Juga aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi properti dan kecelakaan, asuransi jiwa dan kesehatan dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta pelanggan di wilayah ini di beberapa saluran distribusi.

Lebih dari 85juta nasabah, baik pribadi dan perusahaan yang diasuransikan oleh Allianz mengandalkan pengetahuan, jangkauan global, kekuatan modal, dan soliditas untuk membantu mereka membuat peluang keuangan, menghindari dan menjaga diri terhadap risiko. Pada 2015, sekitar 142.000 karyawan di lebih dari 70 negara mencapai total pendapatan €125.200.000.000 dan laba operasi sebesar 10,7 miliar euro. Pembayaran manfaat kepada nasabah mencapai 107.400.000.000. Oke fain, kenapa ini tanda mata uang harus menggunakan euro? Saat ini satu euro bernilai Rp16.324,40. 
Kredit: allianz.co.id

Sampai saat ini Allianz tetap hidup dan menghidupi banyak orang, tapi jelas, bukan, kalau Allianz usianya lebih tua ketimbang saya? Iya, kamu harus tahu itu. Saya terlahir untuk muda dan terus muda sampai entahlah.... Sebaiknya kamu abaikan paragraf ini, sebelum terkena serangan stroke. (Uwan Urwan)

7 comments:

Anjar setyoko said...

Ngeri juga mas uwan kalau gaya hidup kita sembarangan. Apalagi udah ngomongin jantung koroner huffft. Mending gagal move on kali ya dari pada terserang penyakit itu. Tapi syukur lah kalau udah ada Allianz Sweat Challenge. BTW saya baca paragraf akhir jadi langsung pengen gosok-gosk jidat siapa tau keluar api wkwkwk

Ikrom said...

menurut penelitian, olahraga pencitraan itu membutuhkan berapa kalori ya pak?

Bang Aswi | @bangaswi said...

Gorengan tetep hehehe ... tapi diimbangi dengan terus berolahraga. Keren nih acaranya ^_^

Nurul Hoeda said...

kalo aku pilih olahraga dalam mimpi ajah ha ha

Ani Berta said...

Liburan ramah anak dan keluarga.

Triana Dewi said...

Udah sering dengar dan baru tau sekarang, ternyata keren acara2nya, emang ada gitu di situbondo?

Ella fitria said...

Bahahhaa.. Btw olahraga pencitraan manfaatnya apa yak selain ramai di medsos? Wkwkwk
Syg di tempatku nggak ada acara beginian.. Hhh