Yuk Belajar Decoupage Barang Lama


Belajar itu keharusan. Tidak penting itu siapa dan di mana, selama ada kesempatan kenapa harus dilewatkan. Ada workshop kecil bersama ibu-ibu pecinta fotografi di Hotel Rukotel, Surabaya. Saya mah mau bareng siapa saja hayuk, tidak mengenal jenis kelamin. Mau bersama bapak-bapak atau bersama ibu-ibu selama asyik, mengapa harus tidur? Eh.

Nah, kebetulan Mama Adhe mengajari cara membuat decoupage dari talenan dan botol bekas. Nah lo, talenan yang biasa dipakai di dapur juga bisa untuk hiasan di rumah. Juga botol bekas yang kita anggap tidak berguna, bukannya lebih baik dibuang ya? Nah, salah. Bukan dibuang, tetapi kudu dimanfaatkan dengan baik. Benda tak berharga bisa dibuat jadi terkesan mahal dan punya nilai jual lo. Kenapa sih, setiap benda di rumah yang bekas-bekas harus dibuang? Manfaatkan saja kenapa? Itung-itung mempercantik ruang tamu, kamar tidur, atau ruang bersantai bisa dong pakai barang-barang tak terpakai di rumah.

Tisu bermotif

Nah, untuk decoupage sendiri ternyata memang pernah hits kapan waktu itu. Sekarang masih hits kok, cuma memang tidak seperti kemarin. Tidak apalah yang penting, tampilan rumah jadi kece. Untuk membuat decoupage ternyata mudah sekali. Bahan-bahannya bisa ada di sekitar kita, seperti botol bekas, talenan, nampan, kayu bekas, kaleng krupuk, dan lain-lain. Pertama memang harus menyiapkan bahannya, yaitu talenan atau botol bekas, cak akrilik, lem PVA, kertas decoupage (bisa juga tisu bergambar, potongan gambar dari buku, majalah, atau foto), varnish, gunting, cutter, kuas, dan amplas.

Cat akrilik

Langkah-langkahnya,
1. Bersihkan dulu botol atau talenan yang akan kita pakai. Jangan sampai ada bekas cinta, masa lalu, dan kenangan pahit, eh, maksudnya diusahakan tidak ada kotoran yang menempel. 


2. Jika medianya botol beling, baik jika diolesi dengan cat akrilik warna putih terlebih dahulu. Tujuannya agar permukaan botol tidak licin, sehingga mudah saat menempelkan kertas. Hal yang sama sebenarnya juga bisa diaplikasikan pada media lain sebagai warna dasar.


3. Setelah itu oleskan lem PVA merata pada permukaannya

4. Siapkan tisu bermotif. Biasanya tisu ada beberapa lapis, pisahkan dan gunakan lembaran yang bermotif. Lalu tempel pada permukaan botol atau talenan.


5. Biasanya ada bagian lebih pada pinggir. Ratakan dengan menggunakan amplas agar terlihat artistik. Kurang disarankan memotong kertas tisu dengan gunting. Ah seharusnya gunting tak perlu saya tulis ya di bahan. Wkwk... 


Biasanya ada bagian-bagian yang masih kurang rapi. Kalau sudah begitu, carilah warna  senada dengan gambar pada tisu itu. Lalu beri efek dengan menyapukan cat akrilik pada permukaan yang diinginkan.

6. Tunggulah sampai kering lalu lapisi kembali dengan varnish. Ada berbagai merek varnish di pasaran. Yang paling mudah itu kita bisa pakai pilox bening agar decoupage lebih awet.

Nah ini loh hasil bikin decoupage kemaren. Kece kan?

Nah, bagaimana? Mudah bukan? Kamu bisa mencobanya sendiri di rumah lo. (Uwan Urwan)

5 comments:

Deddy Huang said...

Tisu deco nya di dapat dr mana atau dilukis sendiri sih?

Maria Soraya said...

hasilnya kece2 mas, dulu kirain itu lukisan ternyata tempelan yak

uwanurwan said...

Beli Mas... Ada yang jual kok.. Hehehe. Emg tisu buat decoupage

uwanurwan said...

Iya Mbak. Saya aja baru tahu kok ada tisu motif. Ahaha...

Fadil said...

gila itu nempelnya rapih bener
ada pelatihan khusus ga ya?

Instagram