Film Dua Kodi Kartika, Inspiratif

Berbagi kisah baik itu saat ini jadi moto saya nih. Saya tahu, saya bukan manusia baik. Tapi bukan berarti manusia yang tidak baik tidak punya kesempatan berbuat baik. Saya menulis ini berkat menonton gala premiere Dua Kodi Kartika, The Heritage of Love. Kisah-kisahnya sangat sederhana dan berisi pesan semangat berjuang memulai usaha dari nol hingga sebesar ini.
Film ini memang merupakan kisah perjalanan Bu Ika Kartika, owner Keke Busana. Bukan hal mustahal jika untuk memiliki usaha mandiri memang butuh perjuangan. Berawal dari menerima pesanan dari berbagai brand di Tanah Abang. Sampai akhirnya ia berani membuka brand sendiri dengan nama Keke.
Keke pun bukan hal yang sembarangan diambil. Keke, diambil dari kata kekeuh yang artinya teguh, maksudnya bisa dibilang keras kepala. Jika Bu Ika mau mawar merah, artinya harus mendapatkan mawar merah. Mungkin sifat inilah yang menyebabkan usahanya kian besar dan terkenal seantero tanah air.
Film ini sangat sederhana, banyak mengisahkan perjalanan bagaimana ia menjalani usaha Keke yang mulanya tanpa sistem, lalu beralih punya managemen dan struktur perusahaan, sama seperti perusahaan lain. Sederhana sih, jika kita ingin mengambil pelajaran berharga, tontonlah film ini.
Tapi sayang, kekurangannya film ini kurang punya konflik. Karena memang setingnya diambil berdasarkan kehidupan sehari-hari Bu Ika menjalani usaha sampai keinginannya untuk kuliah ke luar negeri. Semuanya terangkum di sini, tapi setidaknya kisah ini juga merupakan aplikasi langsung dari buku karya Rendy Saputra, yang diterbitkan Gramedia.
Film ini sih dokumenter. Jadi potongan-potongan kisah dan testimoni orang-orang terdekat ada. Hanya saja, sayang sekali film ini kurang mengangkat konflik dan kurang umum. Bisa dibilang terlalu personal. Jadi orang yang tidak berkecimpung di Keke busana kurang paham konflik di dalamnya. Juga kurang dramatis. Bagi saya penekanan di dramatis dan konflik itu harus ada dalam film. Tujuannya agar penonton sabar untuk bertahan hingga akhir filmnya.
Tapi overall memang bagus dan kamu boleh menontonnya untuk referensi. (uwan urwan)

No comments:

Instagram