Rapa'i Festival 2016 akan Mengguncang Dunia

Pernah mendengar nama Aceh? Ah, mana mungkin? Aceh tergolong provinsi ngehits yang budayanya sudah go internasional. Tidak percaya? Kamu bisa browsing sendiri. Memanh benar lo, kebudayaan Aceh sangat khas. Saya saja masih suka gemetar kalau melihat penampilan tari-tarian yang disuguhkan. Mirip seperti kebudayaan Bali yang juga sudah go internasional. Dan sebenarnya kebudayaan di beberapa daerah di Indonesia juga go internasional.
Saya punya teman dari Aceh. Waktu kuliah, saya menyaksikan kelihaiannya mengajarkan tari saman kepada teman-teman sekelas dan ditampikan untuk acara baik di jurusan mau pun fakultas. Jika ingat, saya masih begidik. Dia benar-benar paham budaya di daerahnya.
Aceh sebelumnya disebut Daerah Istimewa Aceh lalu berganti menjadi Nanggroe Aceh Darussalam tergolong provinsi paling barat. Apa sih yang menyebabkan Aceh itu kaya? Budayanya, menurut saya. Suku saja berjumlah sekitar sebelas (atau 13 ya?), mulai dari Suku Aceh, Tamiang, Alas, Haloban, Singkil, Aneuk Jamee, Kluet, Gayo, Simeuleu, Devajan, dan Sigulai. Masih ada suku lain yang belum disebutkan tidak? Suku Masing-masing suku pasti punya hukum tersendiri. Untung saja secara keseluruhan budaya masyarakat Aceh masih kental dengan syariat Islamnya. Jadi masih bisa ditarik garis mengenai kesamaan visi misinya.
Launching Rapa'i Festival
Tepat tanggal 4 Agustus 2016 di Gedung Sapta Pesona,  Kementerian Pariwisata, saya hadir dalam acara Launching Aceh International RAPA'I FESTIVAL 2016. begitu duduk, saya takjub dengan tabuhan hiburan yang disuguhkan. Sama terpesonanya saat saya hadir pada acara kebudayaan Bali.
Dalam sambutannya, Arief Yahya, Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa ternyata ada banyak lagu-lagu dari Aceh digunakan untuk soundtrack film Korea Selatan dan soundtrack iklan di negara lain. Sayang publikasinya kurang tersebar, sehingga masyarakat Indonesia tidak sadar pergerakan kebudayaan kita sudah sampai mana. Mungkin dengan adanya festival ini, masyarakat kian bangga dengan budaya daerahnya.
Aceh sangat kental dengan budaya Islamnya tentu saja memiliki posisi unggul sebagai destinasi halal dalam wisata dunia. Saat ini isu halal menjadi topik hangat si dunia internasional. Saya pikir itu bukan hanya karena banyaknya turis muslim yang melancong ke berbagai negara, tapi manfaat yang dirasakan makanan halal tentu menjadi poin utama. Negara-negara non muslim bahkan ikut berlomba-lomba untuk isu ini, menghalalkan kamu untuk menjadi pasangan sehidup sematiku (eh, salah fokus).
Tersebab isu tersebut, tentu saja Indonesia tidak mau kalah menjual dirinya ke dunia internasional melalui Aceh International Rapa’i Festival.
Kapan sih acaranya dimulai? Nanti tanggal 26-30 Agustus 2016 festival megah itu akan berlangsung
Rapa'i
Belum pernah mendengar rapa'i? Bisa jadi, tapi orang Aceh dan orang-orang yang suka keluyuran di
Aceh pasti tahu. Rapa'i itu alat musk tradisional perkusi Aceh yang ditabuh menggunakan tangan. Namanya sudah Rapa'i Festival, tentu saja dalam kegiatan ini akan ditampilkan secara keseluruhan alat musik ini. Ada banyak macamnya lo, yaitu rapa’i pasee, rapa’i daboih, rapa’i geurimpheng, rapa’i pulot, dan rapa’i geleng. Hayo, makin penasaran kan? Saya juga kok. Jadi ingin langsung meluncur ke Aceh akhir bulan ini.
Rapa'i tak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Aceh. Sudah seperti kekasih hidup. Jika untuk kebudayaan Aceh sebaguan besar orang hanya tahu tari saman, ya.. sebenarnya bukan hanya itu. Ada banyak hal yang bisa diangkat jika kita mau menelisik daerah itu. Sungguh kaya ya orang Aceh dengan budayanya. Aceh bagian dari Indonesia lo.
Eh tambahan informasi. Dalam festival itu, tak hanya rapa'i saja yang akan ditampilkan. Berbagai budaya dari daerah lain dan mancanegara (seperti China, Thailand, Malaysia, Jepang, dan Iran) juga akan membahana. Juga akan ada penampilan dari musisi ternama di Indonesia. Bisa dibayangkan sesemarak apa acara ini? Mangkanya yuk ramaikan. Jangan lupa ajak saya ya. (Uwan Urwan)

No comments:

Instagram