AMI Awards, Pencatat Sejarah Prestasi



Pengurus AMI Awards 2016-2020 (Kredit: Uwan Urwan)
Siapa yang tidak ingin karyanya diapresiasi? Saya yakin setiap orang ingin. Sederhananya sih tidak selalu ingin dipuji “keren” atau “bagus”, tapi lebih dari itu. Dihargai karena bisa menghasilkan karya itu penting. Itu memberi semangat untuk terus belajar dan memperbaiki karya-karya sebelumnya.

Dalam dunia musik, penghargaan biasanya diapresiasi dengan didengar dan dielu-elukan di mana pun, kapan pun. Dalam skala lebih besar, penghargaan semacam itu diwadahi oleh lembaga tertentu, sebut saja salah satunya Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Telah 19 tahun AMI Awards menghiasi dunia dendang di Indonesia. Mengapa harus diberi penghargaan? “AMI Awards itu mencatat sejarah prestasi musisi dan penyanyi Indonesia,” kata Seno M. Hardjo, board of director AMI Awards 2016.
AMI Awards akan berlangsung pada Rabu, 29 September 2016 live di RCTI. Tidak hanya dengan RCTI, AMI Awards pernah bekerja sama juga dengan stasiun Televisi lain, seperti Indosiar dan SCTV. Tapi untuk saat ini, AMI Awards lebih condong bekerja sama dengan stasiun televisi yang segmennya juga lebih banyak penghargaan.
Ada yang unik dalam AMI Awards kali ini. Dwiki Darmawan menggantikan posisi Tantowi Yahya sebagai ketua umum. Diikuti oleh dewan penasehat Erwin Harahap, Dimas Wawah, Enteng Tanamal, Titiek Puspa, Adi Nugroho, dan Tantowi Yahya. Sementara itu pada jajaran board of director muncul nama Seno M. Hardjo, Iman Sastrosatomo, Dian Hadi Pranowo, Once Mekel, William Chow, Toto Widjojo, dan David Karto. Terakhir, sebagai general managernya Satria ‘Aden’ Dharma. Pada era yang serba digital, AMI Awards kali ini tak ingin ketinggalan karena sudah jauh-jauh hari membenamkan tagline AMI Awards goes to digital dan tahun ini sebagai asa percoobaannya.
Seno M. Hardjono, salah satu board of director bersama Tau Dari Blogger
Apa sih yang berbeda di AMI Awards dibandingkan penghargaan lain yang banyak ditayangkan di televisi? Seno menilai penghargaan di tempat lain masih segmentasi, lebih kepada apa yang paling banyak diminati masyarakat. Berbeda dengan AMI Awards yang menampung segala jenis musik, termasuk rock, dangdut, keroncong, dan indie. AMI Awards pun tak mau ketinggalan, band-band indie ditarik untuk ditampilkan pada perhelatan AMI Awards, seperti Superman Is Dead, Payung Teduh, dan Killing Me Inside.

Melihat geliat music indie yang banyak disukai masyarakat, AMI Awards pun memberi wadah. Namun, “pemusik kadang tidak masuk akal meminta fee. Sampai akhirnya bernegosiasi sesuai harga yang ditawarkan,” lanjut Seno.  AMI Awards memang bukan hanya ajang perhelatan musik, tapi lebih dari sekedar itu, yaitu mengapresiasi karya dan penciptanya. Juga menampilkan kekayaan yang Indonesia miliki. Kesulitan lain tentu mengategorikan musik-musik sesuai aliran dan karakternya. AMI Awards pemilihannya cukup ketat dengan proses yang tidak mudah. Pengumpulan data dan pendaftaran juga sudah ditutup tanggal 30 Juni 2016 kemarin.
Setelah data terangkum, pihak AMI Awards menyelenggarakan sidang pengkategorian pada minggu ketiga Juli 2016. Proses itu tentunya tak mudah, sebab dari beragam jenis musik dan ppenyanyi akan dipilih dalam kategori tertentu untuk menjadi nominator. Nominator itulah yang salah satunya jadi pemenang. Kira-kira akan ada berapa kategori ya nanti? Dan sudah penasaran belum siapa pemenangnya? Aha.. saya pun penasaran. Tidak ingin melewatkan malam bersejarah itu. (Uwan Urwan)

No comments:

Instagram