Potret Rokok Perokok

May 28, 2016

Rokok menjadi produk kegemaran orang tua, dewasa, bahkan anak-anak.

Bukan hal baru lagi jika rokok merebak layaknya jamur yang tumbuh pada musim hujan. Terlebih dalam dunia hiburan, industri rokok menjadi pemasok dana terbesar di antara produk lain. Menggiurkan? Tentu saja. Promosi dengan suguhan nikmat sudah dilakukan demi melancarkan penjualan produk-produknya.
Apa saja sih? Yuk gelontorkan satu per satu. Iklan di berbagai media menampilkan keeleganan dan kesenangan dengan aksi-aksi berani. Sales Promotion Girl (SPG) pun kudu tampil seksi dan menawan. Saya sering digoda... aha... digoda untuk beli rokok.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Melalui beberapa cara kemasan rokok harus mencantumkan slogan, seperti 'merokok Sebastian kanker mulut', ada larangan merokok di tempat umum, dan melalui program kepemerintahan (salah satunya Kementerian Kesehatan). Apa hanya di situ saja? Tidak. Ada banyak komunitas yang ingin membebaskan masyarakat dari rokok, salah satunya Indonesia Smoke-Free Agents.
Dalam aksinya, pemerintah dan komunitas tersebut mengampanyekan bahaya rokok juga menyertakan bukti-bukti ilmiah. Remaj selalu menjadi target calon perokok, di mana produk-produk rokok akan laris. Tidak tanggung-tanggung, remaja sendiri menjadi agen promotor agar temannya bergabung dan menikmati rokok bersama-sama.

Melalui tulisan ini, saya berharap orang dewasa menjaga dan menyelamatkan generasi muda untuk tidak merokok. Dan sebagai pengingat bahwa tanggal 31 Mei 2016 diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia. Yuk... hidup sehat dengan tidak menyebarkan asap kepad orang-orang yang kita sayang. (Uwan Urwan)

You Might Also Like

0 komentar

Sangat senang kalau kamu berkenan meninggalkan komentar di sini. Kamu jaga kesehatan ya. 💪

Instagram