Sembuh Tuberkulosis Gratis

     Masih lekat dalam ingatan kisah Eis dan Aria setahun silam (baca: Senandung Pilu Bcah ODHA Telan TB). Aria, bocah sembilan tahun penderita AIDS juga menderita TB tahun 2013. Beberapa bulan kemudian setelah Eis berkisah, Aria ditarik dari dunia. Tugasnya di bumi telah usai. Tingal cerita-ceritanya yang patut diambil pelajarannya.
     Pada Jumat, 1 April 2016, Kementerian Kesehatan mendatangkan mantan penderita tuberculosis (TB). Ada banyak bagian yang tidak dapat tersampaikan saat perempuan-perempuan itu harus menghadapi masa-masa tak menyenangkan. Ketika masih menderita TB, orang-orang sekitar mengucilkan. Tentu saja, TB tergolong penyakit menular, di mana medianya berupa angin, seperti batuk dan bersin. Itu dapat terjad pada siapa saja
Bakteri resisten
     TB dapat menyerang bagian lain dalam tubuh, misalnya kulit, hati, ginjal, alat reproduksi sampai ke otak. Pengobatannya akan lebih sulit jika menyerang organ penting dan sulit dijangkau. TB memang disebabkan oleh bakteri patogen tahan asam, Mycobacterium tuberculosis. M. tuberculosis cenderung lebih resisten terhadap faktor kimia karena memiliki sifat hidofobik pada permukaan sel dan pertumbuhannya berkelompok.
     Dalam dahak, M. tuberculosis dapat bertahan hidup selama 2030 jam, dan akan mati jika terkena sinar matahari langsung selama dua jam. Juga dapat hidup pada udara kering mau pun dalam keadaan dingin bertahun-tahun, termasuk di dalam lemari es dalam keadaan dormansi. Pertumbuhan bekteri ini juga lambat, sehingga kadang sulit didiagnosis dengan cepat, juga penyembuhannya butuh waktu lama, sehingga harus tuntas.
     Jika rumah Anda punya ventilasi kurang baik, pencemaran oleh bakteri ini akan cepat dan proses. Terlebih pada daerah-daerah yang kepadatan penduduknya tinggi. Habitat M. tuberculosis adalah manusia dan udara menjadi perantaranya.
Skala prioritas
     Menurut Dr. Asik Surya, MPPM, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, di Indonesia TB masuk dalam skala prioritas yang dipantau langsung oleh pemerintah, sebab Indonesia termasuk negara nomor dua terbanyak penderita TB di seluruh dunia, dengan tingkat penyebaran 1,6juta orang terinfeksi TB (Harian Warta Nasional, 08-04-16). Karena dipantau langsung, pengendalian TB tahun ke tahun semakin baik. Tahun 90-an penderita mencapai 1.045 orang per 100ribu penduduk pada tahun 2014 turun menjadi 647 orang per 100ribu penduduk.
      Untuk angka keberhasilan, di Indonesia mencapai 90%. Sisanya, disebabkan karena penderita belum menuntaskan pengobatannya, meninggal,dan pindah rumah sehingga tidak melanjutkan pengobatan. Untuk itu perlu peran serta masyarakat untuk memberantas TB dengan meningkatkan akses pasien dan menyebarkan informasi tentang TB. Masyarakat bisa lebih awas dan memudahkan pemerintas menyembuhkan pasien TB. Mengapa perlu bantuan masyarakat dan media? Sebab 22% masyarakat tidak tahu gejala TB, 27% masyarakat tidak tahu jika TB bida sembuh, dan 81% masyarakat tidak tahu jika pengobatan TB gratis. Yuk, bantu sebarkan informasi tentang TB agar masyarakat bersedia berobat tanpa menunggu hingga sakitnya memburuk. (Uwan Urwan)

2 comments:

Agung Han said...

saya masih awam dan tindakan preventif TB
musti banyak menggali informasi nih
salam sehat dan semangat Kak Uwan

uwanurwan said...

siap Mas Agung.... sehat terus

Instagram