Dedikasi dan Cinta Nusantara Sehat

April 01, 2016

Bahkan yang mati pun berawal dari hidup. Manusia tidak akan pernah tahu bagaimana sakit membawa kita pada yang bernyawa atau tiada.
Dedikasi dan cinta bagi saya adalah dua hal yang saling bercumbuan. Dedikasi berarti pengorbanan haiknpikiran, tenaga, dan waktu untuk mencapai titik akhir dari tujuan mulia. Sementara itu cinta adalah rasanya.
Beberapa kali saya melihat orang-orang tekun dengan pekerjaannya. Mereka berangkat pagi pulang malam, mengabaikan lapar dan anggota keluarga. Sedikit waktu yang biasa mereka habiskan untuk anak dan istri mereka, tanpa mengeluhkan betapa sesaknya jadwal-jadwal kegiatan per jamnya. Itu dedikasi yang didasarkan atas cinta terhadap apa yang mereka kerjakan.
Sama seperti program yang sedang digalakkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai "Nusantara Sehat", saya rasa itu dapat menjadi jalan bagi orang-orang yang dapat bekerja dengan cinta tanpa menutup mata. Uang memang segala-galanya untuk memenuhi hidup, tapi kebahagiaan hakiki didapatkan jika apa yang manusia punya dapat memberi suka cita untuk orang yang membutuhkan. Bahkan sekadar pelukan dan senyum dapat menenangkan jiwa. Bagaimana jika lebih dari itu yang diberikan? Input yang didapat pun bukan cuma bahagia, tapi ribuan doa-doa baik yang terpanjatkan.
Nusantara Sehat menjadi program pemerintah di mana generasi muda diajak untuk bergabung untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Mengenai lokasi... saya pikir jika manusia cinta dengan apa yang dia punya, ia tak akan pernah pilih-pilih dengan banyak alasan.
Jika saya seorang dokter, saya akan pilih tempat terpencil melalui program ini. Saya sangat menyukai hiruk pikuk ibukota dengan beragam lampu saat malam dan banyaknya kegiatan sepanjang hari. Tapi tak dapat dipungkiri, tinggal di daerah terpencil dengan jumlah polusi nyaris nol, adalah impian saya. Saya ingin mengabdikan hidup saya untuk menjadi apa yang baik untuk diri sendiri, keluarga, dan banyak orang. Mungkin uraian saya tampak klise dan mengada-ada, tapi bukankah impian setiap orang begitu? Tinggal di tempat yang nyaman, tenang, dan asri tanpa macet, maling, dan pendemo berkeliaran. Untuk itu orang-orang bekerja cukup keras untuk meningkatkan penghasilan, lalu berlibur minimal ke luar kota.
Ada harga yang tidak bisa saya bayar saat saya menolong satu nyawa yang sekarat. Jika saya dokter (lagi-lagi saya hanya bisa berkata "jika") dan bergabung dalam tim Nusantara Sehat, saya pastikan untuk membahagiakan orang dengan apa yang saya punya tanpa sekat, sebab dedikasi dan cinta memang tak pernah berjarak. (Uwan Urwan)

You Might Also Like

4 komentar

  1. Tugas dokter dan tim medis/kesehatan lainnya sangat mulia, ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas Okti. Kadang oknum yang membuat kemuliaan itu pudar.

      Delete
  2. keren.. lanjut terus berkarya melalui tulisan2 cerdasnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap.. terimakasih sudah mampir...

      Delete

Sangat senang kalau kamu berkenan meninggalkan komentar di sini. Kamu jaga kesehatan ya. 💪

Instagram