Perumpamaan Masa Lalu

Entah mengapa suara-suara gitar itu membawaku pada perumpamaan masa lalu
hiruk pikuk pikiran kalut membawa satu warna, kelabu menghitam
mataku kembali nanar
kakiku kian lemah
dan segala penyeru Tuhan di ruang dada murtad seketika

aku rubuh di pagi ini menyaksikan bunga-bunga yang tak pernah mekar lagi
yang tak lagi mampu mengeluarkan aroma

Tiba-tiba aku ingin bersenandung di balik kamar mandi berdebu
di tempat itu, tak ada seorang pun yang tahu jika aku sedang membenamkan diri dalam sunyi

1 comment:

sayydan said...

gue sukaa puisi ini, keren :D