Aksara Buta


Tanganku dingin melihat bayang-bayang kegelapan
Huruf B yang kian aku puja
Semalam telah bermimpi mencium bibirnya, meneguk cinta lama
Kadang aku lelah menginjak kerajaan pertengahan malam
di ujung kakiku melingkar seekor kucing yang tengah lelap
Berusaha menenangkan setiap karpet yang basah akibat duri runtuh
Huruf itu telah lepas dari lencanaku
Tak lagi menjadi penunjuk arah saat kompas meninggal dunia

Aku terdiam, menjauhkan kakiku dari bulu-bulu kucing
Kucing itu berwarna keemasan
Berusaha memeluk awan-awan yang berpijak di dalam bola mataku

B, yang kedua, melewati Y dalam abjad
Ia telah didekap dalam sayap malaikat
Mungkin ia akan terduduk menyaksikanku bersedih
Huruf A kemudian tumbuh dalam ekor kucing
Uh... uh... Jeritnya di tengah malam

Lampu kamar mandi menyala dan lentera kamarku padam
Jendela meliuk-liuk tertiup angin sejuk pembawa bahasa


Detak jam weker berair
Y Z I.... Tiba-tiba Tuhan menjatuhkan huruf-huruf itu dalam kumpulan acak
Aku berdecak dan kembali terjatuh
Tapi kemudian angin membisikkan huruf R keras-keras
Aku makin terhenyak, terdiam, dan mengamati wajahnya yang lembut dan sayu

Melihat tawanya, menyentuh lengannya yang lembut
Dia hanya menatapku di depan sebuah cermin
aku menatapnya
Huruf itu terdiam dan dan menungguku meraihnya
Sementara aku ingin mendekap tapi bumi pasti runtuh bila kulakukan itu
Tuhan yang mengatakan itu padaku
Aku tunduk dan berserah
Kasih berkata di balik sakelar listrik
Lampu kamar mandi sakratul maut
Aku tak lagi berenergi
Lemah remah entah....
Aku sanggup tak bersedia memutuskan leherku


Terpaksa kuputuskan untuk memeluk bulu kucing emas yang sedang pulas
19/05/04

Saya juga telah membacakannya dalam sebuah instrumen download mp3

3 comments:

sayydan said...

Ooh kamu juga ada puisi yang abjad abjad begini juga..Hohoo

sayydan said...

Bul tulisan di blog mu ini terlalu kecillll

uwanurwan said...

iya... yang dikomenin di sc tadi mbak....

hehe.... iya kecil ya? aku males ngatur ulang. loadingnya lama